Kisah Kue Manis di Penghujung Tahun

Kue yang satu ini terbilang istimewa karena diproduksi dan diedarkan tiap satu tahun sekali. Penganan manis berbentuk bundar ini dianggap memiliki filosofi kuat ketika peranakan Tionghoa di beberapa negara menyambut pergantian tahun. Berbeda dengan jajanan peranakan pada umumnya seperti wajik, kueh ku, kue mangkok, dan lainnya yang sering dijumpai di pasar tradisional atau pusat kuliner…

Meraba Asa Generasi Baru Laweyan

Kampung Laweyan sudah terlalu diidentikkan sebagai salah satu kampung batik di Kota Solo. Jika ada rombongan wisatawan hendak berbelanja batik, pemandu wisata mereka selalu mengarahkan kendaraannya menuju kampung batik yang sudah diresmikan sejak 2004 tersebut. Sayang banyak yang beranggapan batik yang dijual di rumah-rumah batik di Laweyan sama dengan yang dipajang di Pasar Klewer dan Kauman….

Pencakar Langit yang Bikin Jatuh Cinta – ALILA Solo

Seperti apa sebenarnya rasa dari jatuh cinta itu? Terlalu sedikit yang datang dan banyak yang pergi membuat saya sering gagal paham dengan yang namanya jatuh cinta. Apakah dengan detak jantung yang berdegup kencang setiap kali melihatnya itu bisa disebut jatuh cinta? Jika tidak ada tanggapan akankah jadi cinta bertepuk sebelah tangan? “Turun di mananya Faroka, mas?” tanya mas…

Postcards from Fabriek Fikr

Sejauh ini belum ada yang tahu dengan jelas mau dibawa ke mana nasib PG Colomadu, bekas sebuah pabrik gula yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegara IV tahun 1861. Ada yang mengatakan kompleks tersebut akan dialihfungsikan sebagai gedung pertemuan berskala besar lengkap dengan perkantoran dan sejenisnya. Bahkan sering kali tersiar kabar tidak menyenangkan bahwa bangunan bersejarah tersebut akan diratakan….

Sakral dan Meriahnya Ruwat Bumi Gunung Tidar

Tidak pernah ada cerita yang sama di setiap perjalanan yang dilakukan oleh masing-masing individu. Tempat yang dikunjungi berulang kali pun selalu memberikan kesan yang berbeda dengan sebelumnya, tergantung kita menyadarinya atau tidak. Sama seperti kunjungan-kunjungan saya ke Gunung Tidar yang selalu meninggalkan kenangan yang berbeda satu sama lain.

Diterjang Jeram Tsunami Sungai Serayu

“Masih ada jeram yang lain, mas?” “Di depan ada satu, paling ekstrem, tapi jaraknya masih jauh kok,” jawab mas Dodi, “Jangan diceburin ya, mas. Kasih tahu kalau kami harus siap-siap BOOM,” pinta Idah dengan nada setengah merengek. Mas Dodi hanya mengangguk pelan. Tapi ada yang aneh dengan ekspresi wajahnya. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Kami pun abai…