Membuka Pintu (Hati) Laweyan

Ada yang mengatakan Laweyan berasal dari kata Lawe, nama benang untuk membuat kain selimut yang konon dibawa oleh para pedagang saat mereka mengarungi sungai Bengawan Solo sampai akhirnya menetap di sepanjang pesisir Sungai Pajang. Komoditi utama kain selimut berkembang menjadi kain mori yang kemudian diolah menjadi kain batik (banyak titik). Motif sogan keraton yang telah…

Benteng Van Den Bosch

Ada banyak pilihan untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih di sekolah, nyekar ke taman makam pahlawan, sampai tradisi lomba makan kerupuk, tarik tambang, panjat pinang di kampung. Hari istimewa bagi seluruh penduduk Indonesia tahun 2013 lalu justru saya lewatkan dengan menghabiskan waktu di…

Benteng Willem I

Nyaris semua benteng peninggalan Belanda di Pulau Jawa memiliki kondisi tidak terawat, sebut saja Benteng Vastenburg di Kota Solo yang kondisinya mengenaskan dan sampai detik ini masih berlika-liku proses kepemilikannya. Sejauh ini saya melihat hanya Benteng Vredeburg saja yang masih terjaga dan dijadikan museum di Yogyakarta. Di luar pulau Jawa ada Benteng Ujung Pandang atau…

Kampung Seniman itu Bernama Kemlayan

Keindahan tempat wisata suatu daerah tidak hanya diukur dari wisata alam yang eksotik saja. Sejarah kota di masa lampau bisa menjadi potensi wisata yang mumpuni bila diolah dengan benar oleh yang berwajib. Hanya tinggal kepedulian dan tindakan pihak berwajib terhadap cagar budaya tersebut. Mau diratakan tanah, lalu berubah wujud menjadi ruko? Atau tetap dilestarikan? Acara…

Omah Lowo Bukan Rumah Batman

Masih ada banyak bangunan kuno berusia lebih dari lima puluh tahun dengan keunikan bentuk dan sejarah yang belum resmi menjadi cagar budaya di Kota Solo atau Surakarta. Ada juga bangunan cagar budaya akhirnya lepas dari pengawasan pihak berwajib. Dirubuhkan bangunannya dan berakhir dengan bentuk baru seperti ruko, rukan, hotel, mall, sampai dibeli oleh pejabat negara…

Benteng Vastenburg

Dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, sebagai bagian pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, benteng ini dibangun, sekaligus sebagai pusat garnisun (suatu korps pasukan untuk pertahanan terhadap perlawanan musuh). fungsi  utama sebagai bangunan simbol kekuasaan tentara Belanda. Setelah Belanda keluar dari Republik Indonesia, antara tahun 1970-1980 bangunan ini berfungsi sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan…