9 Kuliner Wajib Dicicipi di Kudus

Ada banyak hal menarik yang bisa dinikmati ketika berlibur atau singgah di Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Jangan hanya terpaku dengan wisata religi makam Sunan Kudus dan Sunan Muria saja, jejak Nitisemito yang pernah diberi gelar sebagai salah satu Raja Kretek pun menarik untuk ditelusuri. Sebelumnya saya telah mengangkat kisah Nitisemito dengan istana kembar dan rokok Tjap Tiga Bal-nya yang…

Nyentriknya Kuliner Banyuwangi

Sebagai kabupaten yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur sering dimanfaatkan sebagai tempat transit wisatawan sebelum mereka hendak menyeberang ke Pulau Bali. Ada beberapa turis bertahan di Kawah Ijen, lalu pulang atau melanjutkan perjalanan ke kota yang lain. Masih ada kesan negatif tentang santet di Banyuwangi yang selalu menjadi…

MBrebes Demi Telur Asin

“Mas, saya turun di sini saja.” pinta saya ketika bus yang saya naiki dari Terminal Tegal melewati rel kereta api pertanda hampir sampai di Stasiun Brebes. “Nggak jadi turun di alun-alun?” tanya mas kernet. Saya hanya menggelengkan kepala. Koin yang dipegangnya lalu diketuk beberapa kali ke kaca jendela supaya laju bus memelan.

Berburu Kuliner Enak Wonosobo

Sebagai sebuah kabupaten yang diapit oleh dua gunung berapi, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, wajar jika suhu udara di Wonosobo cenderung dingin. Tidak sedingin dataran tinggi Dieng yang terletak di bagian utaranya. Wonosobo telah tumbuh sebagai daerah perkebunan yang sudah ada sejak masa Hindia Belanda hingga sekarang. Pesona alamnya mampu memikat banyak wisatawan yang berkunjung….

Kuliner Yogya Yang Ngangeni

Saat ditanya oleh teman maupun saudara tentang apa saja kuliner khas di Daerah Istimewa Yogyakarta, saya hanya bisa menjawab gudeg. Lalu bengong, mikir, masa iya Yogyakarta cuma punya kuliner gudeg? Masa iya di Kota Yogyakarta dan kabupaten sekitarnya nggak ada makanan tradisional yang khas dan bukan kuliner bawaan pendatang dari kota lain?

Breakfast Instagramable – Hotel GrandMas Seminyak

Entah kenapa senja sore itu tidak syahdu lagi. Jajaran kursi warna-warni di pesisir Pantai Seminyak sudah hambar, tidak ada manisnya lagi. Sempat dibohongi pramusaji yang mengatakan semua kursinya sudah dipesan semua, padahal sebaliknya. Diusir secara halus hingga memutuskan pindah ke kafe sebelahnya. Itu pun masih ada drama dicuekin lebih dari setengah jam setelah bahasa Indonesia terlontar dari mulut.