Berendam di Onsen ala Dieng, D’Qiano Hotspring

Semenjak festival tahunan yang mengangkat acara budaya pemotongan rambut anak gembel di Dieng, boleh dibilang Dataran Tinggi Dieng semakin bersolek diri. Puluhan homestay bertebaran di Desa Dieng Kulon sisi Banjarnegara maupun Desa Dieng Wetan sisi Wonosobo. Keduanya sudah siap menjadi tujuan wisata untuk turis domestik maupun mancanegara.

Lalu sudah ada beberapa obyek wisata baru yang mulai dilirik oleh pihak tertentu dan dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang kelak diminati pengunjung. Tak lagi harus terpaku dengan festival tahunan, Dieng punya pesona lain yang bisa dinikmati setiap waktu. Termasuk pesona sebuah waterpark yang terletak di kompleks penginapan yang saya inapi di Dieng sisi Banjarnegara.

Hotel D'Qiano Dieng
Hotel D’Qiano

Sore itu dua bus mikro berisi rombongan blogger akhirnya tiba di Hotel D’Qiano usai melewati jalan pegunungan dari kota Banjarnegara menuju Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur. Telah terpasang petunjuk jalan yang jelas dan berada di dekat kawasan wisata Kawah Sileri memudahkan siapa saja yang hendak menuju Hotel D’Qiano. Penginapan ini merupakan salah satu penginapan di Dieng yang memiliki fasilitas kolam renang dan kamar mandi dalam kamar yang masing-masing sudah dilengkapi water heater.

Hotel D’Qiano memiliki dua tipe kamar, deluxe dengan harga Rp500.000 per malam dan tipe suite dengan harga Rp800.000 per malam. Perbedaannya, tipe suite menempati bangunan berlantai dua yang memiliki ruang tamu dan sebuah kamar dengan single bed berkamar mandi dalam di lantai dasar dan kamar berkasur king size dengan kamar mandi bathtub di lantai dua.

Kondisi kamar yang saya tempati waktu itu tidak buruk, springbed dengan selimut tebal dan linen bersih bolehlah dianggap nilai plus dan bisa jadi rekomendasi penginapan yang cocok buat untuk pasangan yang akan honeymoon di Dieng. Untuk yang masih jomlo cuma bisa berharap semu pada guling di kamar saja. #jlep

 

Setelah menyelesaikan urusan pembagian kamar, saya segera mengikuti rombongan yang akan berendam di kolam renang milik D’Qiano yang sudah diresmikan April 2015 lalu. Kolam renang di sana merupakan fasilitas tamu yang menginap di Hotel D’Qiano. Tinggal menunjukkan kunci kamar untuk memasuki area kolam renang agar tidak dibebankan tiket masuk.

Jika bukan tamu hotel dan ingin masuk ke dalam, cukup membayar tiket masuk Rp20.000 per orang dengan waktu bermain air mulai pagi sampai pukul 20.00 WIB. Memang terdengar gila saat mengutarakan niat akan berenang di tengah dinginnya udara Dieng yang mampu bikin badan mengigil. Eits, tunggu dulu, D’Qiano Hotspring Waterpark mempunyai kolam renang yang sudah dialiri mata air panas yang bersumber dari Kawah Sileri loh.

D'Qiano Hotspring Waterpark
D’Qiano Hotspring Waterpark

Telah terbagi menjadi empat kolam dengan tingkat panas yang berbeda satu sama lain. Suhu air dari Kawah Sileri yang semula 70 derajat Celcius menurun menjadi 30-45 derajat Celcius setelah dialirkan ke kolam. Kolam berbentuk segi delapan paling ujung memiliki suhu terpanas, diikuti kolam di sebelahnya dengan suhu yang sudah menurun panasnya.

Lalu kolam renang besar semi olympic dengan kedalaman mencapai 180 sentimeter memiliki air yang tidak terlalu panas. Cocok untuk berenang serius, bukan hanya sekedar mencelupkan badan saja. Terakhir ada kolam yang berbentuk seperti sungai melingkari arena permainan air yang punya air hangat suam-suam kuku ketika masuk ke dalamnya.

 

Penerangan yang temaram ditambah gelapnya warna air di kolam membuat saya mendadak phobia kegelapan dan akhirnya mengurungkan diri untuk nyemplung. Saya hanya berani menyelupkan kaki sebatas mata kaki saja. Padahal warna gelap itu disebabkan oleh kandungan belerang di dalamnya yang mampu menyembuhkan penyakit kulit dan rematik. Saya baru berani berendam pada keesokan harinya dan sesal kemudian.

Ternyata lebih terdengar mengasyikan berendam pada malam hari ditemani kabut dibandingkan berenang di pagi hari. Seperti onsen di Jepang yang sering dinikmati turis jelang malam sembari menyusup hangatnya sake. Berhubung sake dinyatakan sebagai minuman keras yang memabukkan, ada baiknya menggantinya dengan secangkir kopi panas atau wedang purwaceng saja ya. 😉

 

Akan tetapi berenang di pagi hari juga bukan pilihan yang salah. Permainan air yang tersedia di D’Qiano Hotspring Waterpark justru asyik dinikmati pagi hingga siang hari. Usai melakukan pendakian ringan naik Bukit Scotter dan sarapan di rumah makan D’Qiano, saya dan kawan yang lain memutuskan untuk kembali bermain air di sana.

Oh ya, untuk urusan perut, di kawasan ini terdapat rumah makan semacam food court yang memiliki beberapa gerai makanan yang menjual masakan berkuah hingga nasi goreng dengan harga mulai dari sepuluh ribu rupiah per porsinya. Santai, harga minumannya juga aman di kantong kok.

 

Peluncuran spiral, kolam permainan anak hingga ember tumpah menjadi hiburan tersendiri bagi tamu hotel dan para blogger muda hingga berusia matang yang meramaikan D’Qiano pagi itu. Berkali-kali diguyur tumpahan air dari ember raksasa berisi air hangat jadi pengalaman tak terlupakan sebelum kami melanjutkan perjalanan untuk menelusuri pesona Banjarnegara yang lain. 🙂

Advertisements

41 Comments Add yours

  1. oalah, jadi ente takut sama gelapnya malam toh. pantesan ra wani nyemplung

    akhirnya ada referensi buat nulis. masih utang 2 tulisan. wkwkw

    Liked by 1 person

    1. Duhh ketahuan deh hahaha. Makane jarang gelem diajak mlaku hutan opo gunung malam hari, parno ama zat yang hidup di kegelapan. *trus brb kulakan petromaks 😀

      Like

  2. yofangga says:

    “Penginapan ini merupakan salah satu penginapan di Dieng yang memiliki fasilitas kolam renang dan kamar mandi dalam kamar”

    Kalimat iki rancu banget ko, kurira awalnya masa ada kolam renang segala dalam kamar 😂😂

    Like

    1. Huahaha efek samping ngetik pas ujan deres jadi posting karo berharap ono kolam renang di dalam kamar koyo resort-resort nde pulau dewata kae. #ngeles 😛

      Like

  3. Enak ini main air hangat di dataran tinggi hahhahaha. Yang ada kalau seperti ini pengennya ngerendam terus, kalau selesai malah dingin hahhahahaha

    Like

    1. Sekali keluar dari kolam biasanya nggak betah lama di luar, semenit kemudian pasti langsung nyebur lagi hahaha. Kandungan belerangnya juga bikin relaks. Bahaya juga sih kalau ngantuk trus pingsan karena kepanasan. Mesti diasup cairan yang cukup biar nggak semaput. 😀

      Like

  4. Gara says:

    Memang kalau ke Dieng mesti ajak Mas Halim supaya bisa menginap di sini (dasar tak tahu diri, haha, mohon maaf ini hanya bercanda). Kalau sampai bisa berendam malam-malam berarti airnya betulan hangat. Onsen ini khusus untuk penghuni hotel atau pengunjung yang tak menginap bisa masuk dengan membayar sejumlah uang? Kalau memang eksklusif untuk penghuni malah bagus soalnya kemungkinan pengunjung membludak bisa minim, beda kalau pemandian air panasnya umum, hehe. Btw ini bareng dengan Mas Hendi Ndayeng? Habisnya kemarin kalau tak salah Mas Hendi membahas soal D’Qiano ini juga, hehe.

    Like

    1. Tripku beda waktu ama tripnya Hendi. Kebetulan sebagian besar tujuan yang kami datangi dan pihak penyelenggaranya sama hehehe. Kolam renang di D’Qiano berlaku untuk pengunjung umum juga, mereka harus bayar Rp20.000 jika bukan tamu hotel, Gar. Bolehlah kalau dapat voucher menginap gratis D’Qiano ntar colek Gara biar ngerasain panasnya kolam di sana sekaligus eksplorasi bareng ke candi-candi di Dieng. 😀 😀

      Like

    2. Gara says:

      Hoo demikian… penyelenggaranya sama. Hm, tak mahal sih kalau Rp20k, tapi jadinya kalau weekend pasti lumayan ramai ya?
      Sip, saya tunggu… haha.

      Like

    3. Pastinya weekend ramai wisatawan dari luar Banjarnegara, jadi ada baiknya piknik waktu hari biasa biar leluasa dan kolam air panasnya berasa kolam renang pribadi. 😀

      Like

    4. Gara says:

      Yup, betul!

      Like

  5. Dian says:

    Lim Lim, aku kok gemes pengin ngganti spreinya ya? #eh

    Kayaknya seru juga berendam malam2 di onsen ini. Duh kah, dadi pengin berendam di air hangat juga 🙇

    Like

    1. Laopo o kok gemes karo sprei ne? Motif e ndeso? Opo mirip spreine mantan? #ehh 😛
      Seru puol, tapi kudu bawa senter sendiri yen arep berendam malam hari soale jalan setapak sekitar kolam ada yang tergenang air dan licin kalau hujan.

      Like

    2. Dian says:

      Khusus kamar dek Halim, pengin tak genti sprei motif Dakocan #ngilang

      Kan mrono e bareng2 to Lim. Dadi iso bergandengan tangan 😆

      Like

  6. nginep termahal yang pernah aku alami…wkwkwkwk semalam 800,000…seandainya bisa terima cash lumayan tuh…hahaha tapi mau tidur dimana?

    Like

    1. Homestay di desa bawah lebih murah ya? Hahaha. Yah sesekali nggak ada salahnya ngerasain nginep di resort kayak selebriti donk, Hen. Biar bisa ditulis sebagai pengalaman piknik yang terindah hihihi.

      Liked by 1 person

    2. Haha…iya jg sih…

      Like

  7. Avant Garde says:

    wajib coba nih kalo ke dieng, aku suka banget berendam di air panas alami, btw.. kalo denger onsen aku kabayang kata Bugil…. euuu

    Like

    1. Kalau berendam di kolam air panas D’Qiano malam hari pas weekday, bukan weekend sepertinya bisa kok mandi tanpa busana di sana hahahaha. Tapi jangan sampai kelamaan trus disamperi petugas dan mendadak digrebek ya. 😀

      Liked by 1 person

  8. oh ya pantes kalo punya kolam air panasnya, ternyata deket sama kawah
    btw mihil yak 😀

    Like

    1. Lokasi yang sangat strategis dan keunikan dengan label “permandian air panas di ketinggian 2000 mdpl” bikin D’Qiano punya penginapan dengan harga lebih mahal dibanding homestay di desa bagian bawah. Tapi *worthed* kok kalau booking kamar buat honeymoon di sana hihihi.

      Like

  9. winnymarlina says:

    namanya unik gitu halim

    Like

    1. Namanya perpaduan dari dua pemiliknya kalau nggak salah inget. Digabung dan tercipta nama yang agak latin-latin gimana gitu hehehe. Mesti sempetin ke sini kalau Winny piknik ke Dieng. 😉

      Like

  10. pernah ke dieng tapi belum pernah berendam di kolam air panasnya..
    tp sy juga gak bisa lama2 berendam sih karena punya riwayat anemia dan tekanan darah rendah.
    pernah mendadak pusing dan mual pas kelamaan berendam di kolam air panas guci di tegal.
    sejak itu jd membatasi diri deh..

    Like

    1. Kalau punya riwayat anemia jangan kelamaan berendam, kasian yang bopong keluar. 😛
      Tapi beneran asyik berendam di kolamnya D’Qiano. Sudah jadi obyek wisata jadi kamar ganti dan tempat leyeh-leyeh selesai berendam sudah tersedia. 🙂

      Like

  11. AR Meinanda says:

    aduh harganya… hehe. Saya kayanya milih kemping di tepian Telaga Cebong aja, di bawah Sikunir.

    Like

    1. Satu kamarnya bisa diisi banyak orang, seperti kamar tipe Suite yang berlantai dua, bisa diisi lebih dari empat orang hehehe. Tapi makan paginya ya sesuai yang tertera di peraturan hotel. Homestay di desa bawah juga banyak pilihan, bisa coba menginap di sana tanpa perlu mengigil kedinginan di pinggir telaga. 😀

      Like

  12. ghozaliq says:

    permalamnya lumayan juga ya harganya….

    waaah air hangat, mungkin ini salah satu cara agar cepat menjadi Pria Matang, awkakwkaw

    Like

    1. Sebenarnya kalau mau irit, kamar yang tipe deluxe bisa diisi empat orang. Trus kamar tipe Suite berlantai duanya punya ukuran ruang yang luas banget, satu kasur king size dan single bed ditambah lesehan di atas karpet lembut tebalnya bisa banget diisi sampai sepuluh orang hihihi.

      Like

  13. jadi berasa di jepang..berendam air panas di dataran tinggi 😀

    Like

    1. Kolamnya sudah tertata dan punya wahana permainan air jadi bikin betah berendam lama dan nggak kesulitan cari makan juga karena sudah tersedia foodcourt di sana. 🙂

      Like

  14. Wkwk yah mas harusnya kamu nyoba berendam malam kan sensasinya beda Wkwk Tapi ngeri juga sih.
    Selalu terbayang kaki ditarik dr dalam :3

    Like

    1. Nahhh itu dia, salah satu phobia kegelapan, kadang merasa ada sesuatu yang bergerak di bawah air hahaha. Mungkin kalau kolamnya dibuat privat di kamar masing-masing baru berani coba berendam malam hari. 😀

      Like

  15. Dieng makin berbenah yaaa, zaman aku kesana masih homestay biasa di rumah penduduk.
    Semoga dengan makin maju nya tapi tetep alam nya dijaga

    Like

    1. Dulu kalau cari penginapan pasti merujuk ke Penginapan Bu Djono di Dieng sisi Wonosobo yang sering disebut di buku panduan semacam Lonely Planet. Sekarang sudah banyak pilihan guest house dengan fasilitas dan harga variasi sampai hotel seperti D’Qiano ini. 😉

      Like

  16. mysukmana says:

    hmm..dulu waktu jaman kuliah saya mandi air panasnya masih cupu..belum seperti ini kolamnya…sekarang sepertinya saya bisa kembali kesana lagi..pengenn

    Like

    1. Sepertinya selain kolam air panas di sekitar Sileri masih ada kolam air panas belerang di beberapa titik lagi, mas Danang. Eh ayokk kalau mau ke Dieng colek-colek yah. Ada rencana mau menyepi di sana lagi hehehe.

      Like

    2. mysukmana says:

      aku bukan umat hindu kak, jangan di ajak menyepi wkwkwkw…

      Like

  17. Dedew says:

    Wah mau liburan kesinii…berendam di onsen

    Like

    1. Seger banget berendam di onsen ala Dieng pas malam hari. Nggak boleh dilewatkan kalau ke Dieng. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s