Mengejar Sunrise Gunung Sindoro di Posong

Pagi itu sepeda motor melaju dengan kecepatan rata-rata, menembus kabut tipis yang menyelimuti perbatasan Temanggung dan Wonosobo. Saya dan seorang kawan mengawali perjalanan dari rumahnya di Parakan, sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Diapit oleh dua gunung, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing membuat Parakan berudara dingin khas pegunungan yang mampu bikin menggigil ketika malam datang.

Kurang dari setengah jam, kami pun memasuki jalan desa dengan gerbang terbuat dari kayu bertuliskan “Welcome to Posong” di Jalan Parakan-Wonosobo KM 9. Dari gerbang itu, sepeda motor harus melewati jalan berbatu sejauh tiga kilometer lagi. Kehati-hatian diperlukan di sini. Sesekali bertemu dengan tanjakan lumayan tinggi dengan bebatuan basah di sana. Kawan saya, Akbar sempat meragu sehingga saya harus turun dari kendaraan dan berjalan kaki beberapa meter demi kelancaran perjalanan.

pemandangan Posong Temanggung
pemandangan gunung dan lembah dari Posong

Setelah sukses melewati tanjakan demi tanjakan dan membayar tiket masuk sebesar Rp7.000,- per orang, kami tiba di pelataran parkir Posong sekitar pukul 05.00 WIB. Tak selang lama, langit mulai menyemburkan warna jingga dan matahari perlahan menampakkan dirinya. Yang mengejutkan saya adalah barisan gunung yang mulai terlihat samar dari kejauhan. “Paling depan itu adalah Gunung Sumbing, lalu di belakangnya ada Gunung Andong, Gunung Merbabu,” tunjuk Akbar. Seluruhnya ada tujuh gunung yang terlihat dari Posong, yakni Gunung Sumbing, Gunung Andong, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Ungaran, dan Gunung Muria. Yang terakhir bisa dilihat saat cuaca sedang cerah tidak berawan dan matahari terbit dengan sempurna. Kemudian Gunung Sindoro berdiri gagah tepat di belakang gardu pandang.

Posong yang terletak di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung merupakan salah satu tempat strategis bagi wisatawan untuk menikmati matahari terbit dari sisi Gunung Sindoro. Posisinya yang berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl menghadap lembah hijau dengan latar belakang tujuh gunung yang menjadi nilai tambah bagi Posong. Sudah tersedia panggung khusus dengan papan-papan huruf P-O-S-O-N-G yang bebas digunakan oleh wisawatan sebagai pendukung untuk foto diri. Diikuti fasilitas gazebo dan tempat menginap yang bisa disewa serta warung-warung yang menjual aneka gorengan dan minuman panas.

Lereng Gunung Sindoro yang subur telah dimanfaatkan oleh para petani sebagai lahan basah untuk penanaman tembakau. Sayang tahun lalu saya datang di bulan yang kurang pas, masa panen tembakau sudah lewat sehingga saya hanya mendapati lahan tembakau yang sudah gundul dan sebagian hanya ditanami tembakau grade terendah supaya tanah tetap gembur. Lahan yang kosong dimanfaatkan para petani untuk menanam sayuran. Masa tanam tembakau sendiri biasanya berlangsung dari bulan Maret. Setelah berumur tiga sampai empat bulan, barulah mereka siap dipanen oleh petani tembakau.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Embung Kledung yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Posong. Sepeda motor kembali melewati jalan berbatu yang minim rumah penduduk. Berbeda dengan apa yang saya lihat sebelumnya, langit yang sudah cerah memperjelas pemandangan hamparan sayur-mayur milik warga, pohon-pohon cengkeh dan tembakau di kanan-kiri jalan berbatu itu. Dari Jalan Parakan-Wonosobo KM 9 tadi, Embung Kledung hanya berjarak sekitar satu kilometer saja.

Gunung Sumbing
view Gunung Sumbing dari Embung Kledung
Embung Kledung - Temanggung
Embung Kledung – Temanggung

Embung Kledung yang terletak di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung berfungsi utama sebagai tempat penampungan air hujan agar kebutuhan air untuk perkebunan tercukupi ketika musim kemarau panjang datang. Pemuda desa telah mengelola lahan sekitar waduk buatan itu sebagai agro wisata dengan jam kunjung mulai dari pagi sampai petang pukul 18.00 WIB. Pengunjung umum diperbolehkan masuk dan mengelilingi waduk setelah membayar retribusi sebesar Rp2.000,- per orang.

Keunggulan dari obyek wisata Embung Kledung adalah view cakep dari Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Jika pandangan diarahkan ke timur akan terlihat landscape Gunung Sumbing (3.371 mdpl) yang sebenarnya bagus dilihat ketika posisi matahari sudah di barat. Lalu saat menoleh ke belakang, Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl itu berdiri dengan gagah. Karena matahari masih di sebelah timur maka pemandangan Gunung Sindoro dari Embung Kledung membius mata. Enggan berpaling darinya apalagi didukung efek pantulan dari air waduk.

Gunung Sindoro
view Gunung Sindoro dari Embung Kledung

Puas mengabadikan gambar dua gunung api aktif itu, Akbar menyuruh saya jangan buru-buru beranjak dari sana. Dia mengajak saya mengintari lahan milik warga yang berada di bawah embung. Kami menuruni tangga dan melewati jalan setapak di sana. Betul saja, bisa melihat aktivitas petani di pagi hari itu tak mungkin diabaikan oleh orang kota seperti saya. Kemudian di sana juga terdapat beberapa spot foto yang instagrammable banget! #penting 😀

Selain pesona alam yang didukung dua gunung nyaris kembar Sindoro – Sumbing, Kabupaten Temanggung masih menyimpan banyak potensi wisata menarik lainnya. Puluhan tahun yang lalu, daun tembakau berkualitas yang dihasilkan lahan basah Temanggung mampu menggugah hati pemerintah Hindia Belanda untuk membangun jalur kereta api dan mendirikan pemukiman di sana. Jika sejarah ditarik mundur ratusan tahun lalu pernah ada peradaban maju yang ditandai oleh penemuan candi dan situs yang kini masih menjadi bahan penelitian para arkeologi. Ahh, jadi nggak sabar untuk mengulasnya satu-persatu, kan? 😉

to be continued…

Advertisements

24 Comments Add yours

  1. Wahhh dapat sunrise 😀
    Aku pas ke sini agak siang ahahhaha, dapat kabut tok kakakakkakak

    Liked by 1 person

    1. Perjuangan bangun subuh, Sitam. Padahal daku ini termasuk pejalan yang sebenarnya enggan berburu sunrise karena malas bangun pagi hahaha.

      Like

    2. Aku di sini mah fokus makan gorengan sambil ngopi hahahahaha

      Like

  2. temanggung muali berani bersaing dengan dieng nih hehehe..
    eh boleh camp gak sih di posong, Mas Halim?

    Like

    1. Melihat lahan landai di Posong sepertinya tidak memungkinkan semua tempat untuk buka tenda. Ada beberapa titik khusus untuk camping yang sudah dikelola oleh penduduk setempat. Bisa cek di website mereka di sini –> http://posong-indonesia.com 🙂

      Like

  3. dwisusantii says:

    Nyunrise di sini banyak diimpikan banyak orang lho mas 😉 tapii ya itu harus niat banget, alhamdulillah kalau punya temen di sana jd bisa nginep.
    Landscapenya di sana khas banget.

    Fotonya Embung kledung kaya penampakan gunung fuji di jepang 😮

    Liked by 1 person

    1. Pas mlipir Temanggung beruntung ada teman di Parakan mau menampung diriku. Kalau berangkat dari Kota Temanggung bisa dipastikan kudu bangun lebih pagi lagi demi sunrise Posong. 😀
      Kalau mbak Dwi nyunrise di sini kujamin bakal betah duduk lama-lama, terus merenung, lalu tercipta puluhan puisi galau, eh puisi romantis dink. 😛

      Like

  4. fahrurizki says:

    panoramanya keren-keren mas halim, sejukk 😀

    Liked by 1 person

    1. Udara dan viewnya bikin betah tinggal lama di sana. Hehehe. Namun di sisi lain, pemandangan lereng gunung berapi yang menganyutkan ini mencemaskan ketika terjadi golakan dari dasar bumi. 🙂

      Like

  5. kunudhani says:

    penginapan kisaran berapa kak? keren gtu pemandangannnya, wenak buat betapa 😛

    Like

    1. Nah itu dia, waktu itu saya lupa korek informasi tentang harga penginapan di sana. Terlena dengan warung yang menjual aneka gorengan hahaha. Kalau paket nge-camp bisa diintip di website yang dikelola oleh penduduk sana, http://posong-indonesia.com/. Semoga membantu. 😀

      Like

    2. kunudhani says:

      terimakasih infonya kak :))

      Like

  6. Gara says:

    Iyah, satu alasan yang membuat saya ingin ke Temanggung adalah kekayaan arkeologisnya. Jumlah dan jenis temuannya hampir seberwarna di Jawa Timur hanya saja yang ini ada di Jawa Tengah, jadi ada kemungkinan berasal dari masa yang lebih tua. Bayangkan seberapa banyak yang bisa diteliti dan diusik-usik, hihi jadi semangat. Sepertinya saya memang mesti menjadwalkan untuk berkunjung ke sana, hehe.
    Tapi memang nggak heran juga kalau daerah ini sangat vital dari zaman dahulu. Tanah subur, suhu sejuk, pemandangan pas. Satu-satunya ancaman juga sumber kehidupan di sana, yakni gunung berapi. Hm, topik harmonisasi manusia dan gunung (yang sangat banyak itu) juga bisa jadi topik telaahan yang mak nyuss, ya.

    Liked by 1 person

    1. Wajibbb pake banget mlipir ke Temanggung, Gar. Apalagi ke Situs Liyangan yang terhimpit penambangan pasir itu. Candi-candi yang berada di bawah tanah Temanggung rasanya masih belum terkuak semua. Tulisan berikutnya mau tulis situs di sana jadi komenku tentang candi kudikitin hihihi.

      Sayang akhir tahun begini sudah lewat masa panen tembakau. Padahal mau tawarin Gara buat trip bareng ke sana sekalian mo hunting petani yang lagi panen tembakau. 😉

      Like

    2. Gara says:

      Iya, kepengin banget ke Liyangan Mas, sekalian ke candi-candi lain juga. Selain petak Kediri dan Blitar, petak Temanggung belum pernah saya cicipi, hehe. Mudah-mudahan ada kesempatan, hehe. Atau trip tembakaunya diganti dengan trip candi saja gimana, Mas? :hehe.

      Like

  7. sunrisenya kece bangetttttt

    Regards
    Budy | Travelling Addict
    http://www.travellingaddict.com

    Like

    1. Langit sedikit berawan tapi untung pagi itu dapat sunrise di Posong. 🙂

      Like

  8. belum pernah ke sindoro..
    kapan ya bisa kesana???
    *mari tanyakan pada rumput yang bergoyang*

    Like

    1. Posisi Temanggung nggak jauh dari Dieng, Wonosobo atau sebaliknya. Hahaha jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang saja, tapi tanyakan pada hati yang berbisik juga, mbak. 😛

      Like

  9. wah aku jadi kangen naik gunung nih

    Like

    1. Gunung mana yang sudah akan kau daki, Lan? 😀

      Like

    2. baru Gunung Lawu, koh. sama Gunung Padang :v

      Like

  10. Saya bbrp kali mampir ke Posong, view-nya memang juara. Kalo rute ke Yogya or Jatim, saya biasanya via Kledung dan mampir ke Posong …
    Ini cerita waktu mampir ke Posong http://ghost-ships.blogspot.co.id/2015/01/menikmati-sunrise-di-puncak-posong-dan.html

    Like

    1. Seruuu kisahnya sampai mlipir ke Wonosobo juga ya. Posong memang primadona bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Sindoro-Sumbing dari sisi Temanggung. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s