Postcards From Techno Military Festival

“Mas, bisa bawain tulisan ini lalu foto bareng saya?” ucap seorang mahasiswi kepada seorang tentara muda. Disodorkan selembar kertas dengan tulisan “Congratulations XXX sudah lulus dari Fakultas AA”. Klik!

“Makasih, mas. Uhm bisa minta foto satu kali lagi? Pliss.” Belum ada anggukan kepala, mbak itu dengan gesit menyodorkan lembaran kertas yang lain dengan nama YYY, ZZZ dan seterusnya. Hanya bisa mesam-mesem melihat ekspresi si tentara muda yang sudah mulai bete.

Sebelum mendengarkan percakapan mahasiswi yang tengah mbribik tentara muda itu, saya sudah dikejutkan oleh deretan tank yang berbaris mulai dari gerbang utama Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS). Kampus yang biasanya ramai oleh aktivitas mahasiswa mendadak berubah menjadi camp perang! Kendaraan perang ada di mana-mana, beberapa tenda didirikan di sudut halaman, ditambah alutsista atau alat utama sistem persenjataan yang sengaja digeletakkan di sana. Tentara-tentara pun berpakaian lengkap dan berbaris di depan kendaraannya masing-masing.

Woles, ini bukan suasana perang apalagi sedang siaga menghadapi kerusuhan, melainkan sebuah pameran dalam rangka memeriahkan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) dan menyambut Lustrum ke-8 UNS. Jika tahun sebelumnya pihak TNI mengelar pameran serupa di Solo Paragon Mall, tahun ini mereka seolah ingin menumbuhkan rasa patriotisme di area kampus terbesar di Surakarta. Tiga Matra dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara bersama mitra-mitra UNS bekerja sama mengadakan pameran Teknologi Militer Festival 2016 memanfaatkan halaman gedung rektorat yang luas dan pelataran di bagian depan universitas sebagai ruang pameran.

Pameran Techno Military Festival yang diadakan mulai tanggal 10 sampai 12 Agustus 2016 lalu terbuka untuk umum dari pagi hingga sore hari. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh beberapa sekolah dasar hingga jenjang yang lebih tinggi agar anak-anak didik mereka bisa belajar tentang kemajuan teknologi angkatan bersenjata di Indonesia. Alat-alat dan kendaraan perang yang dipamerkan di UNS bukan koleksi dari masa lampau seperti yang dipajang di museum-museum masing-masing TNI, melainkan persenjataan yang boleh dibilang sudah canggih, terkini dan nggak malu-maluin negara.

Dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang yang didukung oleh Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengenalkan unsur-unsur dari Penyelam TNI Angkatan Laut hingga Marinir Wilayah Timur. Penyelam TNI Angkatan Laut dengan stand Head Quarter NAVAL Base-nya yang memamerkan alat selam MK 37, alat selam tempur Rebreather, scan sonar 3D dan lainnya. Diikuti stand Korps Marinir dengan slogannya “KAMI BUKAN YANG TERBESAR TAPI KAMI MEMATIKAN” yang membawa 1 unit Tank BMP 3F, kemudian 1 unit RM 70 GRAD yang memiliki 40 tabung peluncur roket!

Tamtama Kostrad divisi 2
seorang prajurit di stand Brigif Mekanis 6/2 KOSTRAD

Persis di sebelahnya terdapat stand Brigif Mekanis 6/2 KOSTRAD yang merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat. Tenda memanjangnya diramaikan oleh persenjataan milik Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) Divisi 2 yang bermarkas di Singosari, Malang. Terdapat beberapa kendaraan tempur hasil modifikasi Indonesia seperti Rantis PJD yang memiliki panjang 6,26 meter. Sisanya saya kurang fokus dengan apa saja yang dipamerkan karena stand selalu dipenuhi para abege yang curi-curi kesempatan foto dengan Tamtama, Bintara dan sedikit Perwira di sana. 😀

Ruang pameran Grup-2 KOPASSUS pun senasib, banyak anak muda berburu foto bareng petugas stand yang ganteng dan cantik di sana. Padahal koleksi alutsista yang diperkenalkan oleh Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) grup-2 yang bermarkas di Kartasura ini nggak main-main, keren semua. Saya terpesona dengan seragam anti apinya, seragam loreng hijau-merahnya dan koleksi sniper-nya!

Lanud Adi Soemarmo mewakili TNI Angkatan Udara dengan stand Indonesia Airforce Corner-nya lebih banyak menjelaskan jenis rudal dan sistem tembak dari udara. Pesawat tempur hanya dicontohkan dalam tayangan film dokumenter dan replika saja. Mereka tidak memungkinkan mendarat apalagi memarkir pesawat tempur di halaman kampus #yaiyalah. Sementara KODAM IV/ Diponegoro yang bermarkas di Semarang memamerkan kendaraan-kendaraan perang yang dibawa dari Yonif (Batalyon Infanteri) 400/Raider, Yonkaf (Batalyon Kavaleri) 2, Yonarmed (Batalyon Artileri Medan) 3/150 Tarik Diponegoro. Tak ketinggalan Akademi Militer Magelang juga buka lapak ikut meramaikan pameran.

Secara keseluruhan pameran berhasil membuat pengunjung umum maupun mahasiswa berdecak kagum dan terhibur dengan peralatan perang yang besar dan canggih yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia. Apalagi mereka diperbolehkan naik tank serta mobil perang, juga memegang koleksi persenjataan seperti senapan. Tentu semua berada di bawah pengawasan petugas agar mereka tidak salah pencet tombol di dalam tank dan salah tekan pelatuk senapan tanpa peluru.

Saya sendiri sebenarnya bukan penikmat kendaraan dan senjata perang karena mereka tidak bisa lepas dari gambaran kekacauan negara perang, kerusakan dan kematian yang selalu berakhir sangat memilukan. Namun jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, pameran ini bisa menumbuhkan semangat generasi muda untuk membela tanah air dengan cara bergabung dalam angkatan bersenjata. Anak kecil yang mempunyai cita-cita menjadi tentara pun semakin termotivasi setelah melihat kegagahan dan semangat tempur para prajurit.

Atau mau membela tanah air dengan cara yang berbeda, diplomatis tanpa kekerasan.

Semua kembali ke sudut pandang individu masing-masing. Cheers!

Advertisements

17 Comments Add yours

  1. BaRTZap says:

    Aku penasaran sama alat selam tempur rebreather nya, karena filosofi desainnya yang bisa mengabsorb karbondioksida pemakainya yang me-recycle oksigen yang belum terpasang, kalau diterapkan ke alat selam rekreasi asik nih. Tapi mungkin juga bakal mahal banget kali ya harga sewanya 😀

    Liked by 1 person

    1. Alat rebreather-nya ada contohnya tapi kemarin malah salah fokus dan nggak tanya lebih dalam hehehe. Kalau nggak salah ingat, Cahyo Alkananta yg aktif dengan cave tubing Jomblang pernah diliput oleh satu media saat beliau pakai rebreather untuk pengambilan gambar bawah lautnya. 🙂

      Liked by 1 person

    2. BaRTZap says:

      Emang fokusmu jadi kemana Lim? hehehe …. iya aku penasaran dan pengen nyoba juga 😀

      Like

    3. Hahaha pas lihat pameran fokusku ke obyek foto yang pasang ekspresi lucu, termasuk pengunjung yang selfi bareng para tentara pakai gaya lucu-lucu itu LOL.

      Liked by 1 person

    4. BaRTZap says:

      Tentaranya sampai bête kali ya layanin maunya pengunjung yang pengen selfie gini gitu. Tapi gak papalah sekali-kali, hitung-hitung menarik simpati rakyat pada Angkatan Bersenjata 🙂

      Like

  2. Sudut pandangan membela tanah air, mantap

    Like

    1. Mari meneruskan jasa para pahlawan yang sudah berjuang melawan penjajah. Merdeka! 😀

      Liked by 1 person

  3. Happy Fibi says:

    Keren, mas, tank dan semuanya. Itu gak bayangin, petugas yang jaga pasti was-was banget kalau alat-alatnya dimainin anak kecil XD
    Btw, penasaran sama foto ‘congrat’ si mbak sama om tentaranya XD

    Like

    1. Sebelum anak kecil membawa senjata di sana, petugas sudah memberi penjelasan bahwa pelatuk tidak boleh ditekan. Tapi adakalanya si anak kurang paham dengan kalimat orang dewasa jadi harus diperingati dan diawasi. 🙂

      Like

  4. Kalau aku ke sini mungkinfoto di depan mobil atau apalah yang besar. Biar gahar. Kalau bisa juga ditemani yang cantik-cantik akkakakakkaka.

    Jarang-jarang ada pameran seperti ini, mas 😀

    Like

    1. Hahaha andai kamu datang ke pameran ini pasti banyak foto gaya-gayaan naik tank diapit tentarawati bak foto model kalender dinding ya 😛
      Tahun depan mari sempatin lihat TechnoMilitaryFestival, kak Sitam. 😉

      Like

  5. Ardiba says:

    Kalo di Jogja pas 17an ini. Sumpah anakku puas banget liat pamerannya. Itu mas2 tentara sabar2 ya? Hehe

    Like

    1. Berarti tim mereka marathon dari Solo langsung ke Yogya ya? Salut sama yang bawa tank dan kendaraan gede lainnya. 🙂

      Eh iya bener loh banyak senyum bahagia anak-anak pas saya nonton dua hari berturut-turut. Ehm abege-abege juga senyum bahagia sih kalau ketemu yang cakep. Hahaha

      Like

  6. aku selalu suka koleksi pakaian perang. sayangnya badanku yang mungil ini kurang gagah2 kaya opa2 pemain film korea gitu.. hehe. aku tahun depan pengen nyobain ikut latihan bela negara ah. kayae seru kalau nyobain AK47. hehe

    Like

    1. Badannya digedhein dulu, Nif. Fitnes dan makan telur rebus yang banyak biar gempal wakakaka. Semua senjata boleh dicoba pas pameran, bahkan ada yang gaya ngesot selagi bawa sniper biar hasil fotonya keren. >.<

      Like

  7. mysukmana says:

    kemarin ngantar istri bimingan konsultasi lewat sini tapi gak sempet foto2 #nyesel dah

    Like

    1. Sayang banget, koleksi tank yang dipamerin lebih banyak ketimbang pameran di mall beberapa bulan berikutnya. Semoga tahun depan digelar lagi, mas 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s