Breakfast Instagramable – Hotel GrandMas Seminyak

Entah kenapa senja sore itu tidak syahdu lagi. Jajaran kursi warna-warni di pesisir Pantai Seminyak sudah hambar, tidak ada manisnya lagi. Sempat dibohongi pramusaji yang mengatakan semua kursinya sudah dipesan semua, padahal sebaliknya. Diusir secara halus hingga memutuskan pindah ke kafe sebelahnya. Itu pun masih ada drama dicuekin lebih dari setengah jam setelah bahasa Indonesia terlontar dari mulut.

Hanya bisa menatap makanan dan minuman yang sudah terlanjur dibeli karena paksaan peraturan dari mereka agar kami bisa duduk manis di kursi warna-warni. Padahal meja sebelah yang ditempati sepasang warga asing hanya ada sebotol air mineral dan sebotol beer saja, sementara kami memesan lebih dari itu. Inikah rasanya pelecehan diskriminasi di negeri sendiri? Mungkin saja. 🙂

Saya dan saudara-saudara yang lain saat itu tidak memperpanjang masalah, lebih memilih diam dan belajar dari pengalaman. Lebih asyik bercerita tentang nikmatnya sarapan di hotel yang kami inapi selama beberapa hari. Hotel GrandMas Seminyak di Jalan Camplung Tanduk no.99, Seminyak menjadi pilihan akomodasi dengan harga dan fasilitas budget yang kami pilih selama liburan di Bali tahun lalu. Selain letaknya yang tidak jauh dari Pantai Seminyak dan beberapa klub dan bar yang terkenal di sana, hotel ini juga memiliki puluhan kamar yang bersih dan nyaman standard budget hotel.

Breakfast di Hotel GrandMas Seminyak bukan prasmanan, melainkan a la carte dengan tiga pilihan menu. Serunya tiga pilihan a la carte tadi berganti-ganti setiap hari, sehingga tidak membuat bosan long stay guest atau tamu yang menginap lebih dari dua malam. Pertama-tama pramusaji akan menyodorkan sebuah buku menu yang tertulis tiga pilihan, yaitu Asian Taste, American dan Continental. Terkadang muncul pilihan Miura style di pagi berikutnya mengantikan yang lain.

breakfast GrandMas Seminyak Bali
breakfast di Hotel GrandMas Seminyak – American style

Asian Taste biasanya menyediakan menu yang sesuai dengan lidah turis Asia, Nasi Goreng atau Mie Goreng, di hari selanjutnya diberi pilihan Bubur Ayam atau Nasi Kuning, dan pilihan lain di hari berikutnya. Tak lupa ditambah local cake yang diisi jajanan pasar khas Bali. Continental style sendiri menawarkan pilihan pastry basket yang berisi aneka roti atau pilihan lain seperti banana pancake.

Untuk American style tidak jauh dari pilihan olahan telur dan pelengkapnya yang ala Amerika banget, seperti two eggs any style served with bacon, sausage, hash brown, grilled tomato. Lalu contoh pilihan dari Miura Set, Egg florentine ( english muffin, bacon, spinach, poached egg and Hollandaise sauce ), Oeuf a la coque ( two three minutes boiled eggs with hash brown and french mouillettes ).

Ada pilihan menu yang kadang mengharuskan saya menanyakan seperti apa penyajiannya kepada pramusaji, contohnya menu Fritatta yang tertulis open face vegetable omelet with sausage, Feta cheese served with toast. Bikin penasaran kan? Sengaja tidak saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia agar membayangkannya tampak lebih lezat lagi. Slurppp. 😀

Miura style breakfast
Miura style – Egg Florentine

Masing-masing ditawarkan juice atau milk, jus atau susu yang lagi lagi harus dipilih salah satunya. Supaya tidak bikin bosan, di hari yang lain ada menu yang dihilangkan oleh pihak restoran, misalnya American breakfast diganti dengan pilihan Miura, atau Asian style diganti Continental, atau sebaliknya. Oh ya, irisan buah dengan guyuran yogurt kental selalu menjadi dessert, hidangan penutup dari setiap pilihan.

Yang jelas penyajian breakfast di Hotel GrandMas Seminyak ini tidak membuat jenuh perut. Piring dan mangkuk porcelain yang ditata sedemikian apik di atas papan kayu mirip telenan ikut menggugah aura yang masih muka bantal. Belum lagi permainan warna dari ragam menu yang secara tidak langsung menarik perhatian dan menambah nafsu makan. Instagramable banget! Slurppp lagi… 😉

Advertisements

15 Comments Add yours

  1. aqied says:

    Ini rumah ud kosong melompong dr makanan karna mau ditinggal mudik. Baca beginian jd sedih buka kulkas gabisa masak.

    Like

    1. Hahaha bukan maksudku, mesti seteronggg ya kak Aqied. Tahan dulu, eh tapi boleh banget kalo nampan kayu atau telenan disiapin dulu buat bikin tatanan yang mirip seperti sarapan instagramable di atas. 😀 😀

      Like

  2. Jalan says:

    waduh pake acara “diusir”? Blm tahu dompet lu isinya segepok ya 🙂

    Like

    1. Waktu itu masih sabar dan tahan diri nggak keluarin kartu-kartu di dompet, kartu nama maksudnya hahaha. Dan ternyata banyak baca laporan serupa kalo kafe-kafe yang pake kursi warna-warni di Pantai Jimbaran itu sering melakukan diskriminasi 🙂

      Like

  3. dwisusantii says:

    Mas Halim nggak dikira bule to?
    Coba rambutnya dicat putih :’D wkwk
    Diskriminasi memang masih sering banget ditemukan. Termasuk diskriminasi jomblo juga mungkin?

    Nama menunya ya Allah, melebihi 7 buah nama latin sesuatu digabung jadi satu –‘

    Like

    1. Malah dikira artis Korea, Lee Min Ho benere huahaha… Setelah nyeplos ngomong pake bahasa Indonesia akhirnya ketahuan kalo cuma kawe 😀
      Diskriminasi jomblo ehmm sepertinya pernah tapi bebal, kecuali kalo dinyinyir pas berdiri di Bukit Joko Tuwo, Karimunjawa barulah naik darah hahahaha

      Like

    2. dwisusantii says:

      haha artis korea :’D *waaa aku sungguh terkejut*

      Ya Allah pliss jangan bahas bukit joko tuwo, nanti aku terpingkal-pingkal
      Mas halim itu nyebutin menunya hafal beneran apa nyontek, apa googling, apa moto buku menu? wkwk

      Like

  4. Travelling Addict says:

    Noted nih hotel, breakfastnya nampak menggoda selera.

    Salam kenal dr blogger ala2

    Like

    1. Banget, baru kali itu ketemu penyajian breakfast hotel dibikin ala kafe anak muda hehehe.

      Like

  5. Diarysivika says:

    Sebut donk mas restaurant Jimbaran biar mereka kapok? Hehehe. Saya memang sebal kalau ada diskriminasi di negara sendiri, padahal kita juga mampu beli nggak hanya air putih atau beer

    Like

    1. Hihihi iya deretan restaurant di Jimbaran juga sama cerita, pernah punya pengalaman buruk di sana juga. 🙂 Entah mereka terlalu berprasangka buruk pada sesama di negerinya sendiri atau punya alasan lain yang begitulah. Hanya bisa bersabar saja dan anggap sebagai kenangan yang terjadi saat liburan di Bali. 😀

      Like

  6. winnymarlina says:

    tunjukin dulu halim dompet yg isinya segepok, tampang boleh kere tp dompet mah berisi ;D

    Like

    1. Besok mau bawa tas jinjing yang covernya ditempeli lembaran rupiah warna merah ajahh, plastik aja sih jangan asli biar ngejreng doank hahaha

      Like

  7. Pemandangan malamnya syahdu banget mas hahahhaha.

    Like

    1. Iyaaa meski hati kudu seteronggg karena dilecehkan kek gitu, suruh balik maneh wes males hahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s