Nikmatnya Kuliner Palembang

Kesan pertama saat sepiring isi pempek kecil disodorkan di atas meja, saya dengan wajah tak berdosa menunggu piring berisi bihun atau mie kuning dengan botol kuah pedas untuk dituangkan di atasnya. Ternyata cara makan pempek di daerah asalnya berbeda dengan cara makan pempek di Pulau Jawa dan jaringannya.

Entah perbedaan itu dipicu oleh ketidak siapan lidah masyarakat di tanah rantau atau alasan yang lain. Dari kesalahan cara penyebaran kuliner Nusantara itulah saya ingin berbagi beberapa kuliner yang pernah dicicipi selama melakukan perjalanan di Palembang. Semoga tidak ada penyebaran yang lebih fatal lagi karena kuliner Sumatera Selatan khususnya Palembang yang disantap di daerah asalnya itu punya rasa yang uenak semua!

Are you ready?
________

Pempek Palembang 26 Ilir
Pempek di 26 Ilir

Saat membicarakan kuliner khas Palembang, banyak orang langsung mengatakan Pempek! Tak salah memang, tapi perlu diketahui bahwa Pempek Palembang yang lazim menjadi menu sarapan di Palembang memiliki ragam rupa dan rasa. Ingin tahu jenis pempek di Palembang bisa klik di sini. Saya sendiri lebih tertarik bercerita bagaimana cara makan pempek yang benar. Makanan terbuat dari campuran tepung sagu dan ikan ini pada umumnya diberi pelengkap berupa saus berwarna kehitaman yang disebut cuko, C-U-K-O. Tidak secair kuah lapak Pempek Ny. Kamto yang hits di Yogya, Solo dan sekitarnya.

Kuliner - Mie Celor 26 Ilir
Pempek di 26 Ilir

Bahan dasar cuko adalah gula merah, ebi, bawang putih, cabe rawit tumbuk yang direbus bersama air mendidih. Setelah saus siap, pempek digigit lalu cuko disesap sedikit demi sedikit. Bukan diguyurkan dalam jumlah banyak di sebuah mangkok seperti penampakan pempek di Pulau Jawa dan jaringannya. Di awal memang terasa aneh, apalagi disuguhkan saat pagi hari sebagai menu sarapan. Namun lama-kelamaan cara makan dengan menyesap cuko itu terasa nikmat dan nagih. Meresapi gigitan demi gigitan olahan ikan yang bercampur dengan rasa pedas dan manis dari cuko. Jika susah membayangkannya bisa langsung cicip pempek Palembang di Palembang hehehe.


Tekwan VICO - Palembang
Tekwan VICO

Sup ikan khas Sumatera Selatan ini dikenal dengan nama Tekwan. Ada sumber yang mengatakan bahwa penamaan Tekwan diambil dari bahasa setempat “Bekotek Samo Kawan” yang artinya kurang lebih duduk ngobrol dengan kawan. Ada juga yang berkata bahwa asalnya dari “Take One” atau bahasa Inggris dari “ambil satu”.

Kuliner ini serupa dengan bakso. Bulatan kecil terbuat dari campuran ikan dan sagu dididihkan ke dalam kuah kaldu udang. Biasanya diberi pelengkap berupa soon, jamur dan irisan bengkoang. Tak lupa ditaburi seledri, daun bawang dan bawang goreng. Hampir semua depot dan rumah makan yang menjual pempek menyediakan Tekwan.


Laksan - kuliner khas Palembang
Laksan di Depot Harum

Saat hendak menuju Taman Kambang Iwak Besak, saya tidak sengaja menemukan sebuah kedai yang menjual kudapan khas Palembang. Kedai yang terletak di Jalan Merdeka no.881 tersebut menjual pempek juga penganan yang namanya terdengar asing di telinga saya. Sebut saja Laksan, Ragit, Celimpungan. Sayangnya hari itu saya hanya kebagian Ragit saja, Laksan sedang kosong.

Penampilan Ragit di Kedai HARUM seperti dadar gulung yang dilipat segitiga. Pada umumnya adonan Ragit terbuat dari terigu, telur dan garam, seperti kulit martabak. Kuah santannya diberi bumbu kari dan irisan daging. Rasanya gurih pedas nendang, apalagi ditambah taburan irisan cabe rawit. Ugh! Nyummy deh!


Mie Celor - kuliner khas Palembang
Mie Celor di 26 Ilir

Lagi lagi kuah bersantan menggoyang lidah selama berwisata kuliner di Palembang. Dari semua makanan yang saya cicipi, hanya Mie Celor di kawasan 26 Ilir yang mampu membius indra perasa. Mie Celor memiliki mie tebal namun kenyal, beda dengan mie yang biasa dipakai untuk mie goreng Jawa apalagi mie kuning bakso. Lebih mirip dengan udon di masakan Jepang.

Sejumput mie ditakar di sebuah saringan khusus kemudian dicelupkan di air mendidih dalam waktu singkat, diangkat kemudian dicelupkan lagi sampai warnanya matang kuning keemasan. Proses direndam di air mendidih itulah yang disebut dengan celor. Kemudian diberi kuah kaldu bersantan yang sudah dikentalkan dan ditambah pelengkap taoge, seledri, irisan telur rebus, ditutup oleh taburan bawang goreng. Slurppp.


Es Kacang merah khas Palembang
Es Kacang merah khas Palembang

Es Kacang Merah ada di mana-mana. Beberapa orang merekomendasikan Es Kacang Merah di Rumah Makan Vico, padahal lapak pinggir jalan nggak kalah enak kok. Semuanya berbahan sama, yaitu kacang merah yang sudah direndam selama satu malam agar teksturnya empuk, diberi coklat bubuk dan susu kental manis. Biasanya diberi tambahan parutan kelapa dan potongan cincau, sesuai selera masing-masing.


Untuk urusan oleh-oleh selain kain songket, Palembang juga terkenal dengan kerupuk ikan yang dijual di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Plaju dan Pasar Cinde. Harga kerupuknya bervariasi sesuai kualitas ikan yang digunakan. Mulai dari 20.000 rupiah perkilo hingga kualitas super dengan harga 50.000 rupiah perkilo.

Adapun durian hasil dari panen petani di Sumatera Selatan juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tapi jangan lupa mengamankan baunya agar tidak mengganggu penumpang lain saat naik pesawat atau transportasi umum yang lain hehehe. Salah satu pusat Durian di Palembang terletak di Pasar Kito yang menyediakan tempat duduk lengkap dengan meja makan agar pembeli bisa santap sepuasnya di sana.


Note: Masih banyak kuliner Palembang yang belum sempat saya cicipi. Martabak Har yang legendaris terlewatkan begitu saja. Laksan dan Celimpungan juga belum dicoba saat melakukan perjalanan ke sana. Yah mungkin ini kode keras supaya segera kembali ke Palembang dan mengeksplorasi lebih dalam kuliner maknyosss di sana.
Selamat berwisata kuliner di Palembang! 😉

Advertisements

29 Comments Add yours

  1. omnduut says:

    Wah ternyata sempat ke Harum ya 🙂 jadi pingin punya tempat makan kayak gitu :))

    Like

    1. Asikkkk tuh kalo punya rumah makan model begituan. Angkat kuliner lokal, trus temen siap bantu buzzer kok asal ditraktir hahaha. Pakai rumah panggung kayu tua sebagai tempat usaha kuliner bisa jadi tempat yang menarik perhatian loh, Yan. *kedip-kedip* 😀

      Like

  2. Kangen Pempek hahahhahah, teman kos ada orang Palembang; jadi kalau habis mudik bawa pempek banyak banget 😀

    Like

    1. Kalo temenmu bawa pempek dari Palembang lagi, bagiiiii donk… Ikut ngidam juga nih >_<

      Like

  3. jadi pengen makan pempek nih.
    koh, yang koh halim lakukan ke saya itu jahat 😦

    Like

    1. Hahahaha buruan ke lapak pempek terdekat. Kutunggu yah pake tatapan dingin ala Rangga 😛

      Like

  4. denaldd says:

    *nahan iler pagi2 baca kuliner Palembang ini 😅 aku juga makan tekwan Vico✋enakk. Tapi kalo pempek makannya di pempek candy. Kalo sekarang, bikin pempek sendiri meskipun ya rasanya jauuhhh dari rasa aslinya, tombo kangen istilahnya kalo jauh gini haha.

    Like

    1. Pempek di sana entah kenapa semua enak di lidah setelah cicip berkali-kali apalagi cuko masing-masing. Jadi ketagihan seruput cukonya hahaha. Wah keren nih demi tombo kangen bisa bikin pempek sendiri, mbak. Kalau suatu hari mampir ke Solo ajari bikin pempek yah 😛

      Like

  5. Yudi says:

    wah saya malah baru tahu klo di jawa empek2 itu pake mie 😀
    soalnya di aceh, yang jualan empek2 ya gitu.. cuma ada irisan mentimun dan cuko saja

    Like

    1. Ditambahi bihun atau bakmi tergantung penjualnya. Kalau kuahnya diguyur sampai piring penuh, seperti makan selat seger gitu. Untungnya rasa cuko di Jawa diracik nggak terlalu kecut jadi nggak bikin mules setelah menegak kuah banyak-banyak hahaha.

      Like

    2. Yudi says:

      hahahaha iya yah.. di jawa rata2 jarang ada yang asem2 gitu 😀

      Like

    3. Selera lidah di Jawa cenderung suka manis, biar senyumnya tambah manis meski wajahnya sudah manis-manis semua sih hahaha

      Liked by 1 person

  6. inlycampbell says:

    Aduhh.. jadi laper lihat gini malam2.. lsg kebayang kapal selam, haha.. enak2 semuanyaaaa

    Liked by 1 person

    1. Segera serbu lapak pempek di kota terdekat hahaha. Banyak kuliner di Palembang yang cocok di lidah 😀

      Like

    2. inlycampbell says:

      Mungkin makan siang hari ini, pempek hahaha

      Liked by 1 person

  7. Goiq says:

    makan pempek dan ngirup cuko…

    Like

    1. Ciyee yang sedang liburan ke Belitung. Sekalian mampir ke Palembang, masbro.
      Jadi pingin bandingin tingkat kenikmatan Mie Celor dan Mie Belitung nih 🙂

      Like

  8. Evi says:

    Aku suka rasa mie celor. Kuahnya kental seperti mie ongklok Wonosobo. Tapi mie celor lebih gurih 🙂

    Like

    1. Ahaaa iya bener Mie Celor hampir serupa dengan Mie Ongklok di Wonosobo. Mie Celor pakai santan jadi lebih gurih. Kalau Mie Ongklok lebih ke rasa sedap dari kuah kaldu yang diberi banyak ebi atau udang kering 🙂

      Like

  9. annosmile says:

    jadi ngiler nih..
    belum pernah ke palembang jadi belum bisa merasakan pempek yg dijual di palembang..
    klo yg di jogja ada sih lumayan enak..tapi entah apakah rasanya sama kayak di palembang atau sudah dimodifikasi hingga sesuai lidah orang jogja

    Like

    1. Setelah cicip langsung di Palembang, rasa kuah cuka atau cuko di Jawa ( Yogya – Solo ) sudah beda rasa banget. Entah kalau rasa di lapak pempek franchise atau cabang resmi dari warung pempek asli Palembang hehe.

      Like

  10. Abang belum nyoba pempek Api kan? Aku sudah *cie yg penasaran*

    Like

    1. Waduhh ini ratjunnn hahaha… Mas Heru kudu temani hunting Pempek Api kalo daku mlipir ke Palembang lagi. >.<

      Liked by 1 person

    2. Hahaha, bukan racun bang. Tp makanan 😂

      Liked by 1 person

    1. aanyelier says:

      melewatkan Martabak Har? keterlaluan kamu kak. ehehe. pempek di palembang semua nya enak, bahkan orang yg jualan keliling dengan bawa wadah yg di panggul juga ga kalah enak sama yg di toko2 terkenal.. oh i miss palembang so much, hhe

      Like

    2. Terlalu kenyang dengan kuliner lain jadi perut sudah nggak muat lagi untuk diisi martabak Har >_<
      Tak apa, jadi pe-er pas balik ke Palembang lagi. Ditambah perburuan kuliner enak yang lain hihihi. *elus perut buncit*

      Like

  11. wooclipmovie says:

    selain empek-empek bnyak makanan enak jg dipalembang

    Like

    1. Banyak banget yang belum ditulis juga. Mesti sempatin kuliner khas Palembang kalau mlipir ke Palembang 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s