Tebak Kode di Museum Sandi

Acapkali pengguna media sosial memberi hesteg kode dengan maksud membicarakan seseorang tanpa sebut nama atau no mention. Usaha pedekate dan mbribik gebetan pun tak jauh dari hesteg kode. Kode yang hanya dianggap sebagai lucu-lucuan saja. Sedangkan untuk mengirim sebuah pesan rahasia yang bersifat serius dan tidak ingin diketahui orang lain ya sebaiknya jangan dishare di media sosial lah ya.

Bisa lewat SMS atau email yang lebih private dan bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Eh tapi gimana kalau SMS super penting tak sengaja dibaca orang lain ( teman yang lagi diomongin )? Waini baru persoalan serius… #telanludah

salah satu mesin sandi
salah satu mesin sandi

Kode atau sandi menjadi cara ampuh menyebarkan informasi rahasia yang sudah diciptakan sejak ribuan tahun lalu. Kemajuan teknologi ikut mempengaruhi perkembangan sandi, hingga terciptalah ilmu kriptografi. Lalu muncul beragam alat dari yang simple hingga ruwet semacam menyusun komponen komputer.

Secara garis besar ada dua cara menciptakan/ memecahkan sandi, yaitu substitusi dan transposisi. Semua kode tetap dibuat berdasarkan tiga komponen, yaitu PESAN ( rahasia ) + KUNCI = SANDI. Ada alat bantu dan kata kunci untuk bisa menerjemahkan pesan yang akan disampaikan.

Museum Sandi, Kota Baru
Museum Sandi, Kota Baru

Tahukah kamu bahwa Yogyakarta mempunyai Museum Sandi, bahkan boleh dibilang ini museum sandi pertama di Indonesia. Alat sandi sederhana yang tercipta sebelum Masehi, mesin sandi saat perang dunia satu dan dua hingga perang gerilya di tanah air, semua tersimpan rapi di dalam museum.

Lantai pertama berisi beberapa ruang dengan penjelasan lengkap tentang Dinas Sandi yang berkembang di Yogyakarta. Diawali oleh dr. Roebiono Kertopati ( lahir 11 April 1914 – wafat 23 Juni 1984 ) yang waktu itu mendapat mandat dari Amir Syarifuddin selaku Menteri Pertahanan RI untuk mengamankan komunikasi kementerian pertahanan dengan mendirikan badan yang mengelola persandian nasional pada tahun 1946. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan persandian secara formal, beliau mampu mengembangkan ilmu sandi yang dipelajari lewat kursus singkat dari kementerian luar negeri Belanda pada tahun 1949.

Selanjutnya berdasarkan imajinasi, logika, dan institusi, beliau menciptakan sistem-sistem sandi sendiri yang kelak berguna untuk mengamankan komunikasi berita saat peperangan, pemberitaan di perbatasan, perundingan penting antara Presiden RI dengan Belanda dan PBB serta peran-peran penting yang lain. Itulah sebabnya pendiri Jawatan Sandi yang sekarang sudah diganti nama Lembaga Sandi Negara, dianggap sebagai Bapak Persandian Indonesia.

Ingatlah bahwa kechilafan satu orang sahaja tjukup sudah menjebabkan keruntuhan negara
– dr. Roebiono Kertopati –

Seragam Sekolah Tinggi Sandi Negara
Seragam Sekolah Tinggi Sandi Negara

Saat beranjak ke “Ruang Merdeka”, saya takjub melihat mesin-mesin sandi yang pernah digunakan oleh pejuang sandi saat peperangan berlangsung. Dengan alat yang terlihat sederhana seperti kalkulator, mereka bisa menyampaikan pesan penting dengan cepat layaknya SMS. Adapun mesin sandi rumit semacam ENIGMA yang diciptakan oleh seorang insinyur Jerman dan menjadi terkenal setelah digunakan oleh NAZI pada saat perang dunia berlangsung. Sandi Enigma berhasil dipecahkan oleh Alan Turing. Langsung terbayang adegan film-film James Bond dan spy yang lain. ( Note : Enigma belum dibuat replikanya dan dipajang di Museum Sandi )

Terkejut lagi ternyata ada sekolah khusus persandian di Indonesia sejak tahun 1974 yang dulu diberi nama AKSARA ( Akademi Sandi Negara ) yang kemudian pada tahun 2002 diganti nama menjadi STSN atau Sekolah Tinggi Sandi Negara. Lembaga Sandi Negara atau LEMSANEG sendiri hingga kini masih aktif dan tidak di bawah naungan departemen apapun. Lemsaneg bertanggung jawab dan berkedudukan langsung di bawah Presiden. 😀

aula depan Museum Sandi
aula depan Museum Sandi

Jangan terburu-buru dalam menikmati sebuah museum karena selalu ada keasyikan yang tidak membuat bosan. Seperti salah satu ruang di lantai dua Museum Sandi yang memajang koleksi alat sandi dari masa ke masa. Mulai dari Skytale Greek ( 486 SM ), sandi tranposisi yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno dan Sparta untuk berkomunikasi selama kampanye militer.

Lalu Cardan Grille ( 1500 M ), grid sederhana yang terbuat dari sebuah kartu berlubang dengan lubang di tempat yang acak. Kemudian ada Hieroglyphic yang dikembangkan oleh bangsa Summerians, Leon Alberti dan tak ketinggalan Caesar yang berkembang pada 50 – 60 SM.

Sandi Caesar dikenal juga sebagai sandi geser, salah satu teknik persandian paling sederhana dengan tipe pesan disubstitusi yang sudah dikenal luas. Begini caranya…

Setiap huruf pada text terang diganti dengan sebuah huruf dengan posisi menurun pada alphabet. Dengan pergeseran sebanyak 3, A akan digantikan D, B menjadi E, dan seterusnya. Sebagai contoh, kata bahasa Inggris COLD, setelah melalui substitusi Caesar menjadi FROG.

Sandi Caesar
Sandi Caesar

Jika sudah paham, coba pecahkan sandi berikut berdasarkan foto papan Caesar di Museum Sandi yang sudah saya geser dan siap untuk menerjemahkan kode berikut :

FDHVDU FRGH LV RQH RI WKH VLPSOHHVW DQG PRVW ZLGHOB NQRZQ HQFUBSWLRQ WHFKQLTXHV

Selamat mencoba! 😉


Gedung Museum Sandi
Jl. Faridan M. Noto 21, Kota Baru – Yogyakarta
Jam buka : Senin – Kamis 08.30 – 15.30, Jumat 08.30 – 16.00, Sabtu – Minggu 09.00 – 12.00; Tiket masuk : FREE

Advertisements

40 Comments Add yours

  1. Rifqy Faiza Rahman says:

    Wah PR iki, sek sek mas tak nggarap dhisik :3

    Like

    1. Yen uwes diterjemahkan segera melapor ya hehehe

      Like

  2. Caesar code is one of the simpleest and most wizely known encryption techniques.

    Is it right?

    .lebar panjang mikir pakai aja pesan menyampaikan mau ,dulu zaman orang ya kasihan Ah *bacanya kebalik.
    Kode juga kan ya? Hehe

    Liked by 1 person

    1. Ada yang typo jadi maaf Anda belum beruntung dapat piring cantik dari JEJAK-BOcahiLANG hahaha.
      Yang bikin greget itu kode yang ditulis pake bawang. Dapetnya kertas kosong, eh jebulnya ada cara khusus buat baca, udah pernah cobain yang itu belum? 😀

      Like

    2. Yaaaah kebanyakan e satu hahaha
      Apa tuh? Nggak paham hehehe. Bisa berarti tuh bang dibikin postingannya hehe

      Like

    3. Kalau sudah dapat model dan waktu yang pas nanti kupraktekin. Ditunggu yah hahaha

      Like

    4. buzzerbeezz says:

      Dilihatnya diterawang di penerangan seperti lilin gitu gak sih buat baca kertas yang ditulisin pake bawang?

      Liked by 1 person

    5. Iyesss, diterawang di atas nyala lilin. Tapi hati-hati, kalo terlalu semangat ntar kertasnya kebakar sebelum selesai dibaca hehehe

      Like

  3. Jadi enigma ada di museum ini?

    Like

    1. Belum didatangkan replikanya, Mun. Ternyata daku salah lihat karena bentuk alatnya mirip 😀

      Like

  4. yogisaputro says:

    Mantap banget. Ternyata ada museum kaya gini di Yogyakarta. Terus selain enigma ada juga mesin sandi lain rupanya.

    Di bidang teknologi informasi, kriptografi merupakan instrumen penting buat mengamankan data yang bersifat sensitif. Saya belajar dikit tapi nggak mendalami. Geser huruf baru anak tangga pertama 😀

    Like

    1. Setelah masuk Museum Sandi, jadi tahu banyak peran sandi terhadap pertahanan negara. Dulu tahunya sandi morse aja, belum tahu mengenai kriptografi yang ternyata sudah diterapkan di jurusan teknologi informatika. Yuk Yogi mlipir ke Museum Sandi 😀

      Liked by 1 person

  5. Gara says:

    Pingin jawab eh ternyata keduluan *udah bilang aja dari tadi kalau sebetulnya nggak bisa :haha*.
    Keren yak museumnya, Mas. Museum yang ada di Yogya memang unik-unik. Yang ini tentang sandi, di bawah naungan Lemsaneg yak, lembaga pemerintah nonkementerian yang struktur organisasinya saja tak banyak yang tahu, mirip-mirip BIN :)).
    Persandian memang lekat dengan pesan. Jadi ingat dulu pernah baca sebuah babad yang ceritanya ada adegan surat bersandi, artinya sejarahnya memang sangat panjang :)).

    Like

    1. Piring cantik sudah dikasih yang pertama jawab di atas, ntar dikasih permen aja ya 😛
      Ada banyak museum di Yogya yang belum kumasuki, katanya sih ada empat puluhan museum dengan tema berbeda-beda hehehe.
      Awalnya nggak nyangka Indonesia punya lembaga khusus semacam Lemsaneg, kupikir hanya ada di negara-negara maju yang bisa membuat sosok James Bond, ternyata mungkin setiap negara punya lembaga seperti ini yah 😀

      Liked by 1 person

    2. Gara says:

      Iya, semua negara mesti punya intelijen, karena ada sedikit skeptisisme mendasar sih sebenarnya di antara hubungan antarnegara di dunia ini. Balik lagi ya Mas, semua orang pada dasarnya punya kepentingan.

      Liked by 1 person

  6. suci says:

    Wahhh keren nih. Mesti kesini suatu saat nantu.. Inget jaman masih pramuka..

    Like

    1. Luangkan waktu yang cukup untuk jelajah Museum Sandi dan museum-museum menarik lainnya di Yogya, Suci 🙂

      Like

  7. Alid Abdul says:

    CAESAR CODE IS ONE OF THE SIMPLEEST AND MOST WIDELY KNOWN ENCRYPTION TECHNIQUES

    Btw di Amrik adalah loh Logic Puzzle Museum dan katanya yg pertama kali di dunia ini National Cryptologic Museum di Amrik juga loh. Jadi yang di Yogyakarta ini bukan yang pertama kali di dunia hahaha…

    Btw Caesar sih gampang hari ini, tinggal masukin ke mesin decrypt http://www.xarg.org/tools/caesar-cipher/ wakakakaka

    Like

    1. Ehh iyaa lagi buka tentang NCM di Amrik hahaha… tak ralat pertama di Indonesia sik. Nuwun infone Lid 😉

      Like

  8. lost in science says:

    keren euy Jogja punya museum kayak gini :))

    Like

    1. Museum yang wajib kunjung banget pas berlibur ke Yogya 😀

      Like

  9. Wah baru tahu kalau ada Museum seperti ini di Yogyakarta. Semoga jika punya waktu bisa mampir kesana.

    Btw, tentang pertanyaan itu, jawabanku gampang: males aaaah.

    Like

    1. Males mikir buat nerjemahin caesar code ya hahaha…

      Akhir-akhir ini semangat lagi mengumpulkan daftar museum-museum yang tersebar di Yogya. Tunggu cerita museum unik lainnya, mbak Ailsa. 😀

      Liked by 1 person

  10. baru tau ada museum sandi, maklum bukan anak museum, hehehe..

    salam
    http://www.travellingaddict,com

    Like

    1. Museum-museum di Yogyakarta seruuu semua, kak. Ayolah sesekali masuk ke museum biar ketagihan ama sejarah Nusantara maupun dunia hehehe

      Like

  11. BaRTZap says:

    Menarik banget ini liputannya, aku malah baru tau kalau ada museum semacam ini di Indonesia. Dan sebagai penggemar film-film spionase kayaknya aku bakal betah nih kalau mengunjungi museum Sandi ini. Btw, bahasa Dagadu Jogja juga semacam bahasa sandi khan? Harus bisa honocoroko untuk itu …

    O iya, aku pernah belajar sandi yang ditulis pakai bawang juga. Yang penting ada api ya buat bacanya hehehe …

    Nice article! *jempol*

    Liked by 1 person

    1. Hahaha iyaa bahasa Dagadu itu bahasa sandi anak muda Jogja, yang kalau diterjemahkan u know lah konotasi negatif yang akan muncul 😛
      Ahhha ada generasi yang pernah nyoba kertas bawang! *toss* 😀 😀

      Like

    2. BaRTZap says:

      Hahaha tapi menarik itu. Menyoal tentang itu, aku pakai huruf honocoroko untuk jurnalku, jadi gak ada yang bisa kepo di sini. Kecuali kalau yg pernah belajar juga 😀

      Pasti anak Pramuka, kalau sampai tau kertas bawang 😀

      Liked by 1 person

  12. Hamid Anwar says:

    huiiih.. Baru tahu kalo ada Museum Sandi di Jogja.. 😀

    Like

    1. Koleksinya keren-keren, nggak nyangka banget Yogya punya beginian. Jadi penasaran lihat museum-museum yang lain nih 🙂

      Like

  13. buzzerbeezz says:

    Jadi, Halim baru tahu ada Sekolah Tinggi Sandi Negara? Aku aja udah tau sejak SMA. Temenku ada yang kuliah di sana

    Like

    1. Baru tahu pas masuk Museum Sandi, bahkan mbak Olen pun ya ikut ngangguk-angguk 😀

      Like

  14. wuaahh aku baru tau ada sekolah khususnya juga… :O jd penasaran sandi apa aja yg dipelajarin ya…

    Like

    1. Yang pasti ada pelajaran memecahkan dan membuat sandi lewat mesin baru mengikuti perkembangan zaman. Macam lakon James Bond atau Bourne kali ya hahaha. Ayo mbak Fanny mampir ke Museum Sandi biar tahu kecanggihan alat sandi dari masa ke masa 🙂

      Like

  15. waa keren abis.sering ke jogja baru tau ada ini ..

    Like

    1. Halo Shabrina, next time ke Jogja ayoklah mampir kemari… Dijamin belajar banyak dari Museum Sandi 🙂

      Like

  16. Neni says:

    Pengunjungnya banyak nggak mas? Pengen ke sini 😀

    Like

    1. Belum terlalu ramai pengunjung padahal tempatnya keren dan mengedukasi. Ramein yok 😉

      Like

    1. Datang dan pecahkan sendiri kode di sana, dijamin ketagihan baca kode-kode hihihi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s