( Giveaway ) Sentra Industri Yang Memikat #GAWisataDaerahmu

Jatuh cinta itu terkadang susah diungkapkan lewat kata-kata yang terucap dari mulut saja. Perasaan yang terkadang membuat tidur tidak nyenyak lagi, selalu membayangkan keelokkannya setiap malam. Terus memikirkan bagaimana caranya agar orang lain bisa ikut jatuh cinta kepadanya. Kasih sayang tidak mengenal siapa dan bagaimana harus diluapkan agar sesuai harapan yang dikehendaki. Inilah kisah Mojolaban yang telah membuat saya jatuh cinta …

mengangkat kain pantai yang selesai dijemur
mengangkat kain pantai yang selesai dijemur

Pertama adalah cerita sebuah pasar tradisional bernama Pasar Bekonang yang terletak di Desa Bekonang, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Pasar ini selalu terlihat ramai saat kalender Jawa jatuh pada hari Kliwon. Gang-gang kecil dipadati oleh para penjual kerajinan dari bambu seperti besek (wadah terbuat dari anyaman bambu), topi caping, keranjang bakul, hingga penjual peralatan rumah tangga semacam pisau dapur, panci dan lainnya.

Tidak ada sindiran halus saat kamera menyoroti semua aktivitas yang dilakukan oleh pembeli dan penjual. Senyuman akan dibalas dengan senyum yang lebih tulus dari mereka. Sungguh keramahan penduduk lokal yang di luar dugaan. Saat dilanda rasa kangen, saya hanya perlu mengayuh sepeda dari kota Solo dengan waktu tempuh sekitar 20 menit saja. Bagai cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan.

Selain pasar tradisional, desa-desa di Kecamatan Mojolaban di luar Desa Bekonang juga mempunyai beberapa sentra industri kecil yang sejauh ini sudah menarik perhatian turis asing yang sedang singgah di Solo. Iya nggak salah baca, sementara ini hanya turis asing yang menaruh minat untuk melihat desa sentra industri di Indonesia! Padahal setiap rumah produksi selalu menyajikan keunikan dan ragam kisah yang rasanya tidak ada habisnya untuk dipelajari. Potensi wisata sebuah daerah yang masih belum dilirik oleh wisatawan lokal.

Jika dikaitkan dengan sejarah Keraton Surakarta, Kecamatan Mojolaban punya keterkaitan perihal Desa Sonosewu yang pernah menjadi calon lokasi kerajaan baru seusai hancurnya Keraton Kartasura. Pada akhirnya Desa Sala (asal sebutan Solo bagi Surakarta) yang terpilih menjadi wilayah kerajaan yang baru. Desa Sonosewu yang kini dikenal dengan nama baru Desa Wirun berkembang menjadi sebuah daerah dengan banyak rumah industri kecil di sekitarnya.

pembuatan bonang - gamelan
pembuatan bonang – gamelan

Sejauh ini ada beberapa penggerak wisata yang sudah mengenalkan sentra industri gamelan di Desa Wirun sebagai salah satu tujuan wisata sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju Tawangmangu, Karanganyar. Desa ini juga memiliki sentra pembuatan genteng tanah liat yang pemasarannya sudah sampai luar kota hingga luar pulau Jawa. Kabar baiknya, semua pengrajin di sana terbuka terhadap kehadiran orang yang tertarik untuk melihat proses pembuatannya. Pertanyaan runut bagaimana sebuah gong dibuat akan dijawab dengan sabar oleh pengrajinnya.

Selain sentra gamelan Jawa, ada sebagian besar wisatawan asing yang sengaja mengunjungi Dukuh Sentul yang terkenal dengan produksi alkohol lokal, arak atau ciu Bekonang yang legendaris. Tak jarang mereka melontarkan kekaguman akan proses tradisional yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut. Ciu yang sudah berkembang sejak abad ke-19 itu masih diolah dengan cara yang tradisional dan resep yang diturunkan dari generasi ke generasi. Pastinya masing-masing pengrajin mempunyai kisah-kisah yang menginspirasi, mulai dari cerita jatuh bangun suatu usaha hingga kegigihan industri kecil terhadap tekanan dari industri besar.

Sama halnya dengan Desa Plumbon yang menjadi pusat sentra pengolahan kerupuk beras/ karak dan pembuatan bola bulutangkis/ shuttlecock yang prosesnya dilakukan di beberapa rumah warga sekitar. Tak ketinggalan juga tempat pembuatan kain pantai cetak manual yang dijual dengan harga lebih tinggi di pulau seberang. Kain pantai dengan cap desain atau sablon yang dipesan sesuai permintaan klien maupun kain yang dilukis dengan kuas khusus disebut kain toletan, semua diproduksi di Mojolaban, Sukoharjo. Keren, kan? Rasanya saya sudah tidak perlu menyebutkan alasan lain yang membuat saya jatuh cinta pada desa-desa itu. 😉

Mungkin banyak yang beranggapan sentra industri kecil atau rumahan tidak cocok dikunjungi saat sedang berlibur. Eits jangan salah … Bukankah lebih murah membeli oleh-oleh langsung di tempat produksinya? Selain lebih murah, secara tidak langsung juga turut membantu perekonomian warga setempat, bukan membantu ekonomi tengkulak. Jika jeli dengan potensi yang ada, tempat-tempat tersebut juga bisa menjadi tujuan wisata yang unik dan tidak membosankan. Dari sana kita bisa belajar berinteraksi dengan penduduk lokal, memahami cara berkomunikasi yang baik, dan semakin bangga bisa mengenal potensi daerah tersebut. 🙂

Giveaway #GAWisataDaerahmu
Giveaway #GAWisataDaerahmu

Ini baru kisah potensi wisata di satu kecamatan sebuah kabupaten. Bagaimana dengan kota-kota lain di seluruh Indonesia? Nahh pada kesempatan ini saya ingin kawan-kawan bercerita tentang potensi wisata terutama sentra industri kecil ( kerajinan, kain, pusat oleh-oleh, dll ) yang ada di daerah masing-masing. Komentar tentang potensi wisata yang paling menarik dan memenuhi syarat, akan saya berikan hadiah sederhana berupa masing-masing 1 kain toletan buatan Mojolaban dan 1 CD Lokananta untuk dua orang pemenang. Gratis! Gratis!! GRATIS!!! Syarat dan ketentuannya gampang kok…

  • Peserta berdomisili di INDONESIA.
  • Ceritakan secara singkat tentang potensi wisata ( sentra industri lebih bagus ) di daerahmu via comment di bawah postingan ini. Jika memiliki tulisan/ gambar yang berkaitan, jangan ragu untuk menambahkan link-nya di kolom komentar.
  • Lengkapi komentarmu dengan data berupa Nama, Akun media sosial ( twitter, facebook atau G+ ), Alamat blog ( kalau ada ), dan Domisili.
  • Share is careShare postingan giveaway ini melalui media social seperti Facebook, Twitter, G+, dll agar kawan yang lain tahu dan ikut berbagi potensi daerahnya. Untuk Twitter bisa mention akun @jejakbocahilang atau @halim_san dan jangan lupa tambahkan hashtag #GAWisataDaerahmu
  • Giveaway ini berlangsung mulai dari tanggal 26 Januari – 14 Februari 2015
  • Pengumuman akan dilakukan setelah deadline.

Jadi tunggu apa lagi? 1 kain toletan dan 1 CD Lokananta menantimu… Yuk kenali potensi wisata daerahmu. 😉

GIVEAWAY CLOSED, and the winner goes to….
…. @Imalavins and @Latifahsan! Congrats to both of you! 


Note : #GAWisataDaerahmu ini diadakan oleh saya dan beberapa teman yang lain. Tujuan utamanya agar pembaca berbagi tentang potensi wisata daerahnya masing-masing. Oh iya, giveaway ini murni dari kami pribadi, tidak disponsori oleh pihak manapun. Berikut #GAWisataDaerahmu yang lain:
Makanan Unik Dari Daerahmu –> @backpackologyme
Potensi Wisata Yang Unik Dari Daerahmu –> @buzzerbeezz
Yuk, Kenalkan Wisata Khas Daerahmu –> @usemay
Memory Djadoel Daerahmu –> @dananwahyu
Yang Unik dan Menarik Untuk Dilirik –> @noerazhka 
Wisata Yang Seru di Jombang –> @alidabdul
Oleh-oleh Produk Lokal –> @awardeean
Perayaan Unik di Daerahmu –> @citrarahman
Hati-hati Dengan Batik Murah –> @dngsprn 
Gunung Terdekat Jangkauanmu –> @JalanPendaki
Wisata Belanja Seru –> @SiOchoy
Ode Untuk Daerah dan Wisatanya –> @yofangga
Oleh-Oleh Khas dan Unik –> @isna_saragih

Advertisements

69 Comments Add yours

  1. Baru dengar mengenai kain Toletan Lim, TFS !

    Liked by 1 person

  2. Gara says:

    Menarik sekali, sentra industri bisa jadi wisata industri 🙂
    Kain-kainnya bagus 😀

    Liked by 1 person

    1. Ayo share cerita tentang sentra industri di daerahmu, biar banyak yang tahu dan bisa angkat potensi wisatanya 🙂

      Like

  3. omnduut says:

    Wah rame yang ngadain GA. Asyik asyiikk

    Liked by 1 person

    1. Ternyata Om ndut belum ikut ramein di sini… yuklah berbagi cerita di Palembang 🙂

      Like

  4. winnymarch says:

    unik bgt tema GA mu halim

    Liked by 1 person

    1. Ayo Win ikut ramein, biar banyak yang tahu tentang potensi wisata daerahmu. Share link juga boleh 🙂

      Like

    2. winnymarch says:

      Iya dah biar rame heheh

      Like

  5. Si Ochoy says:

    Halo Mas Halim, nama ku Adhit, biasa dipanggil Ochoy dengan akun twitter @SiOchoy ..

    Tentang sentra Industri ya? Hmmm jadi aku pernah beberapa waktu lalu berkesempatan jadi salah satu finalis pemilihan duta pariwisata di Kota Depok, dan waktu kegiatan City Tour dibawalah ke Sentra Oleh-oleh Kota Depok, yang ada di Jl. Margonda Raya No. 488, tepatnya di Lt. 2 RM. Mang Kabayan.

    Sentra oleh-oleh ini erat kaitannya dengan sentra industri yang ada di Kota Depok loh, dan ternyata Kota Depok memiliki cukup banyak UKM yang dapat memberikan kontribusi dalam sektor industri , sehingga mampu mendorong sektor industri pariwisata juga.. Depok memiliki kurang lebih 50UKM yang berkontribusi dalam mengisi produk-produk yang ada di sentra oleh-oleh ini. Mereka berasal dari beberapa kelurahan dari 11 kecamatan.

    Produk di sini sangat beragam dan bisa dicek disini https://plus.google.com/photos/116492552805647539716/albums/6108660280180785681

    Tapi sayang, waktu itu gak diajak ke salah satu sentra industri yang menghasilkan produk yang ada disana. Pengennya sih ke sentra industri batik depok 😦

    Mungkin kalau ke Depok, bisa kita jalan bareng 🙂

    Liked by 1 person

    1. Ntar kalo ada waktu main ke Depok anterin ke sana ya, Choy 😀

      Like

    2. Si Ochoy says:

      Pasti mas! Lemme know ya!

      Like

  6. cakoyong01 says:

    Lim… ikutan ya…

    Nama: Cak Oyong
    Akun Twitter: @cakoyong
    Blog: http://cakoyong.blogspot.com/
    Domisili: Jember

    Kebesaran Nama Tanjung Papuma di Jember tidak bisa terelakkan lagi dikancah pariwisata Indonesia. Dengan keeksotikan alamnya memang layak untuk dijadikan salah satu destinasi pantai Negeri ini. Namun, tak banyak yang tahu bahwa setiap paginya ada Pasar Ikan disana. Mungkin karena banyak pengunjung yang ingin mengabadikan sunrise dari atas bukit.
    Tanjung Papuma selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan yang awalnya berada di sisi pantai sebelah timur (Payangan). Seperti biasa, umumnya Nelayan di Kawasan Pantai Selatan menangkap ikan hanya semalam. Mereka berangkat siang menjelang sore dan baru kembali pagi-pagi sekali bersamaan dengan terbitnya matahari pagi.
    Para Nelayan mengangkat ikan-ikannya ke daratan. Selanjutnya peran menjual digantikan oleh Ibu-Ibu sebagai Pengamba’. Sebagian besar memang dijual kepada para pedagang. Tapi, kita juga bisa membelinya secara eceran dengan harga yang hampir sama dengan pedagang. Ditambah kondisi yang masih fresh membuatnya menjadi lebih gurih ketika dibakar. Ada beragam ikan karang yang dipasarkan disana seperti kakap dan kerapu. Ada juga gurita yang memang salah satu komoditi unggulan di Papuma.
    Memotret aktifitas para Pengamba’ dengan background sunrise tentu menjadikan foto kita lebih menarik.

    Liked by 1 person

    1. Seruuu sekali aktivitas nelayan di Pasar Ikan Tanjung Papuma-nya, potensi wisata yang patut diangkat. Thanks sudah berbagi di sini, Cak 🙂

      Like

  7. Aku ikut share GA-mu ini loo halim 🙂
    Tapi untuk ikut di lapakmu ini perlu berpikir keras *sentra industri?? apa??*

    Like

    1. Hasil semedi tadi malam, akhirnya ingat juga satu sentra industri memikat yang pernah saya lihat 😀

      Di Jakarta, bukan cuma ada sentra pembajakan DVD aja, haha. Saya pernah memasuki sebuah kampung di Muara Kamal, Jakarta Utara. Ibu-ibu berkumpul mengaduk-aduk ikan berukuran sedang di ember-ember besar. Yess, ini sentra industri IKAN ASIN.

      Terletak di pesisir pantai membuat tanah di perkampungan ini tidak pernah kering meski di musim kemarau. Jadi ada banyak rumah panggung di kampung ini. Tidak setiap rumah memproduksi ikan asin sendiri. Biasanya mereka bergabung di sebuah rumah yang memiliki lahan luas untuk menjemur ikan-ikan yang telah di lumuri garam.

      Proses pengasinan pada ikan merupakan salah satu cara alami untuk mengawetkan ikan, tanpa bahan kimia. Industri rumah tangga ini mendapatkan bahan baku ikan segar langsung dari nelayan. Biasanya ikan segar dengan kualitas no.1 akan di jual di TPI (tempat pelelangan ikan) kamal muara. Jadi ikan yang diasinkan merupakan ikan kelas 2 dengan ukuran kecil sampai sedang.

      Saat ini mulai dirintis proses pengemasan yang lebih modern. Ikan asin yang dihasilkan tidak sekedar di jual kilo-an. Tapi dikemas kedap udara dengan plastik khusus. Ikan asin yang telah dikemas cantik ini di jual Rp.10.000. per bungkus kepada para wisatawan yang transit di dermaga menuju pulau-pulau di kepulauan seribu. Terbukti cara ini lebih mensejahterakan industri kecil dibandingkan mereka harus menjual ikan asin curah kepada pedagang besar.

      Saya tidak punya foto saat ikan-ikan di jemur karena saat saya kesana cuaca mendung. Setelah di cari pakai kaca pembesar, cuma dapat ini https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1002488523112665&set=a.449647028396820.118679.100000545810466&type=3&theater

      follow me @mayasar2 :p
      fb : Maya nirmala sari heriyanto
      Domisili : Boyolali, Jawa Tengah

      Like

    2. Seruuu… ternyata ada yang menarik di Muara Kamal, Jakarta Utara. 🙂
      Terima kasih sudah berbagi di sini, Maya.

      Like

  8. Dita says:

    hmmmm sentra industri yaaaa *brb riset dulu* 😀

    Like

    1. Bagi donk hasil risetnya hahaha. Pingin kulik industri kecil di Malang dari arek Malang asli loh 🙂

      Like

  9. siti latifah says:

    ikuuuttt…
    nama: siti latifah
    akun: @lathifahsan (twitter), siti lathifah (fb)
    blog: umminyahimdaisya2@blogspot.com
    domisili: wonosobo

    saat masih kecil, bapak biasa mengajak saya jalan2 ke salah satu pabrik keramik di kota kelahiran saya, purbalingga. saat kuliah, saya berkunjung lagi kesana dan melihat banyak sekali lukisan kincir angin di keramik dg aneka model dan bentuk. saya baru tahu ternyata pabrik yg sejak kecil saya kunjungi bersama bapak memasarkan produknya ke berbagai negara. Jadi, kalo beli oleh2 keramik di luar negeri, bukan tdk mungkin itu hasil karya anak indonesia. link yg terkait http://www.promojateng-pemprovjateng.com/produklain.php?id=501

    selain keramik, purbalingga juga dikenal sebagai penghasil rambut dan bulu mata palsu terbesar di dunia setelah Guangzhou, China, yang diekspor ke Amerika, Eropa, dan sejumlah negara di Asia. Kondisi tersebut disebabkan di Purbalingga terdapat sedikitnya 18 perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di bidang industri rambut dan bulu mata palsu. Jadi, kalo ke purbalingga saat jam kerja (pagi dan sore hari), jalanan sangat ramai oleh karyawan pabrik rambut beserta kendaraan yg berlalu lalang. link terkait http://www.promojateng-pemprovjateng.com/ambildaerah.php?kota=Purbalingga

    selain itu, purbalingga juga memiliki industri knalpot. di buktikan dg adanya patung knalpot di purbalingga lor. kanlpot purbalingga ini sudah tersebar di berbagai kota di indonesia

    Liked by 1 person

    1. Mesti bangga nih jadi warga Purbalingga yang punya banyak sentra industri keren! Terima kasih mbak Siti sudah berbagi di sini 🙂

      Like

  10. Ngomongin sentra industri kecil di kampung saya, Bukitting coret, Kabupaten Agam banyak banget ragamnya..Maklum orang Padang kan entrepreneur alami, dari sononya berjiwa pedagang. Tapi biar gak riweh dan aku bermaksud akan ikut juga GA-blogger yang di atas, disini aku tulis satu saja ya…:)

    Industri Kerupuk Kulit Koto Marapak – Bukittinggi..

    Kalau para traveler jalan-jalan di Bukittinggi dan menemukan kerupuk kulit (bahasa Minang: Karupuak Jangek) , kemungkinan besar berasal dari kampung saya, Koto Marapak – Kanagarian Magek. Pembeli yang datang ke sini berasal dari Medan, Padang atau kota-kota Kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Pedagang besar ini kemudian baru mendistribusikan kepada para pengecer di pasar atau di bawa ke Jawa untuk teman makan sate padang..

    Fotonya ada di sini :http://eviindrawanto.com/2013/06/industri-kerupuk-kulit-koto-marapak-magek-bukittinggi/

    Liked by 1 person

    1. Jadi terbayang kriu-kriuk Kerupuk Kulit Koto Marapak-nya. Fix kalo ke Bukittinggi wajib mlipir ke sana. 🙂

      Like

  11. Alid Abdul says:

    CD nya lagunya dangdut pantura ya ko???

    Like

    1. Woiii CD nya berisi lagu penyulut semangat nasionalisme biar pemenangnya semakin bangga dengan potensi daerahnya masing-masing 😉

      Like

  12. giewahyudi says:

    Wah hadiah CD Lokananta-nya menggiurkan sekali. Ga kepikiran ternyata industri kecil itu melestarikan seni budaya. Bagus juga nih kalau buat blusukan ke sentra-sentra industri, sekalian nyari rekanan. Haiyah.

    Like

    1. CD Lokananta sebagai hadiah ulang tahun blog awal Januari lalu, sekalian digabung dengan ini hehehe. Yuk ceritain tentang industri kecil di daerahmu, biar banyak yang tahu dan mengunjunginya 🙂

      Like

  13. Rifqy Faiza Rahman says:

    Saya jadi peserta yeee 😀

    Nama; Rifqy Faiza Rahman
    Twitter: @anandarifqy
    Facebook: Rifqy Faiza Rahman
    Blog: papanpelangi.co

    Sebenarnya saya belum pernah meliput khusus tentang sentra industri di Pacitan, sehingga tidak ada dokumentasi apapun. Tapi izinkan saya bercerita sedikit ya Mas.

    Di Pacitan, ada industri UKM yang sangat berkembang, yaitu industri oleh-oleh khas Pacitan. Ada satu yang paling menonjol, yaitu Sari Rasa di dekat Pasar Arjowinangun, Pacitan. Yang terkenal adalah Dodol Sari Rasa yang kenyal dan lezat. Percaya deh, rasanya ngangenin karena tidak terlalu “serik” di tenggorokan. Ditambah taburan wijen, cocok buat cemilan atau oleh2 karena lumayan tahan lama. Kita juga bisa memesan dalam ukuran dan jumlah tertentu. Selain dodol Sari Rasa, ada juga kolong (semacam kripik berbentuk huruf ‘O’), Ongko Wolu (kayak kembang gula, rasanya manis), keripik tempe yang lebih gurih dan ringan dari di Malang.

    Itu saja ya mas, hehehe. Semoga kapan2 bisa lebih khusus ngeliputnya supaya ada fotonya haha 😀

    Like

    1. Baca komentar ini langsung ngebayangin gigit dodol kenyalnya, kolong yang kriuk-kriuk… Slurppp…

      Like

    2. Rifqy Faiza Rahman says:

      Kapan mau diantar ke sana? 😀

      Like

  14. Syaratnya banyak amat! OK.

    Mumun, @munindohoy, http://indohoy.com/coming-home-bandungs-creative-community/, Jakarta (tapi besar di Bandung).

    Bandung memang terkenal sebagai kota makan dan shopping, tapi sebenarnya ada komoditi yang lebih menarik dan menjadi akar segala hal yang keluar dari kota Bandung. Kreatifitas.

    Kreatifitas masyarakat Bandung adalah aset yang sangat mahal dan bertahan hingga saat ini. Hal-hal yang berhubungan dengan shopping dan makanan berakar dari kreatifitas masyarakat Bandung menciptakan sesuatu. Menurut saya itu adalah potensi besar kota ini.

    Liked by 1 person

    1. Bandung selalu punya kreatifitas yang nggak ada habisnya. Thanks sudah berbagi cerita tentang Bandung, Mun 🙂

      Like

  15. noerazhka says:

    kyaaa, lembaran kain-kain pantai yang habis dijemur itu kok ya eye-catching bener sih yaaa .. bekonang ngga jauh dari solo kan, lim ? mbok kapan-kapan anterin melipir kesanaaa .. 😀

    Like

    1. Hayuklah Zah, cuma 15 menit aja kok dari kota *seret Mbak Yusmei* 😀

      Like

  16. Dansapar says:

    Mauuu kain pantainya ding buat summer ntar…
    Hihihi

    Like

    1. *cek rate paket besek ke Soton* 😀

      Like

  17. Pandu Aji says:

    ninggalin jejak dulu, mau berburu sentra industri 😀

    Like

    1. Asyik, ditunggu yah… Bisa dilanjutin di bawah komentar ini langsung 😀

      Like

  18. Bookmark dulu ah, siapa tau bisa ikutan semuanya..hhee

    Like

  19. Adie Riyanto says:

    Nama : Adie Riyanto
    Twitter : @adieriyanto
    Fb : Adie Riyanto
    Blog : http://adiedoes.blogspot.com/

    Nganjuk itu kota kecil. Tapi banyak yang belum tahu kalau wisata alamnya banyak banget. Ada sekitar 9 air terjun (mungkin lebih, blm semuanya aku kunjungi sih) tapi yang paling hits adalah air terjun Sedudo. Konon, klo mandi di sini bisa awet muda.

    Wisata sejarahnya juga banyak. Ada Candi Lor dan Candi Ngetos. Candi Lor ini merupakan ‘monumen’ kemenangan perang. Sedangkan Candi Ngetos merupakan tempat Raja Majapahit, Hayam Wuruk moksa. Ada juga tempat yang pernah diinapi oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman di Desa Bajulan, Loceret

    Kota kecil ini juga merupakan sentra bawang merah. Di utaranya, daerahnya cukup gersang. Tapi ada sumber air juga namanya Ubalan. Di situ ada gua Margo Tresno. Konon kalau ada pasangan yang bertandang di tempat tersebut, hubungannya bisa langgeng.

    Klo sentra industri, ada pabrik rokok Kebayak. Letaknya di tengah kota. Dulu pernah ngehits di jamannya. Di Desa Sukomoro ada juga sentra pembuatan shuttlecock. Menurut kabar sih, shuttlecock buatan Nganjuk ini paling baik se-Indonesia dan punya kualitas internasional. Makanya sering dipakai untuk event macam Indonesia Open, dsb.

    Di sisi lain, industri rumahan seperti kerupuk upil atau kerupuk bakar ada juga. Mampir mampir lah di Nganjuk 🙂

    Like

    1. Jebulnya Nganjuk nggak cuma terkenal ama lagu alun-alunnya aja ya… buanyak wisata yang menarik. Pastinya akan ke Nganjuk, dari dulu ngidam kerupuk upil belum kesampaian hahaha

      Like

  20. buzzerbeezz says:

    Di Juwana selain ada industri Batik Bakaran, juga ada industri ikan asin dan industri kerajinan kuningan lho Lim..

    Like

    1. Fix kudu ublek-ublek Pati-Juwana sekalian jenguk Bara 😀

      Like

  21. Ryan says:

    Wah…. Juga bikin GA yang sama. Duh kagum sama kalian semua. Pemerhati Wisata Indonesia….

    Like

    1. Ceritain tentang industri kecil di daerahmu yuk, Ryan 😀

      Liked by 1 person

    2. Ryan says:

      Nah itu. Akunya kurang tahu nih. Kalau soal Cirebon, kampung Trusmi. Boleh gak

      Like

    3. Boleh… kalau nggak salah Trusmi sentra batik kan? 🙂

      Liked by 1 person

    4. Ryan says:

      Saya coba ya mas….

      Nama: Febriyan Lukito
      Blog: ryanfile.wordpress.com
      twitter: @feb_ryan24

      Daerah yang saya mau ceritakan itu di Cirebon. Saya kerja di sana kurang lebih 2,5 tahun. Satu sentra industri yang terkenal adalah Trusmi. Daerah ini adalah daerah pengrajin batik.
      Kalau ke Cirebon, tinggal bilang mau ke Trusmi, semua pasti kenal. Di daerah ini, sepanjang jalan akan bisa menemukan berbagai toko dan butik yang menjual beragam batik.
      Mau batik khas Cirebon, Mega Mendung? Ada. Batik modifikasi, sebagian batik, sebagian kemeja biasa, ada juga. Batik biasa? Ada juga. Tidak hanya batik asli Cirebon yang ada di sini. Banyak juga yang mengambil dari daerah sekitar, seperti Pekalongan. Motif di sepanjang jalan ini banyak. Harganya pun beragam. Mulai dari yang di bawah 25rb – yup… bener. Di bawah 25 ribu. Hingga yang jutaan. Bisa juga pesan loh. Mau jahit model gimana, bahannya seperti apa, motifnya seperti apa. Tinggal pesan. Bos saya termasuk yang memesan. Dia memesan motif burung Merak. Sepasang buat dia dan istrinya. Keren abis.
      Di salah satu toko di jalan ini, ada yang juga jual oleh-oleh khas Cirebon, Toko Pangestu. Jadi kalau ke sini gak rugi, bisa juga beli oleh-oleh sekalian. Makanan khas? Seperti Nasi Lengko, Empal Gentong, ada juga kok…. Gak akan rugi.

      Liked by 1 person

  22. Olive B says:

    Kain Toletan? lucu namanya, dapat info baru nih

    Like

    1. Dari kata kerja “tolet” bahasa Jawa, makanya kainnya disebut kain toletan, tapi lebih dikenal jadi kain pantai kalo di luar Solo hehehe

      Like

  23. unknown says:

    Ikutan giveaway-nya ya kak 😀

    Nama: Dian Maharani
    Twitter: @realdianmrani93 [https://twitter.com/realdianmrani93]
    Facebook: Dian Maharani Neomu Yeppeo [https://www.facebook.com/dian.maharani.nmyp]
    Blog: realdianmaharani.wordpress.com
    Domisili: Bengkulu

    Sentra industri yang bisa memikat wisata daerah di Kota Bengkulu menurut saya adalah Sentra pembuatan Batik Besurek, batik khas Bengkulu. Dulunya, didekat rumah saya ada ruko yang menjual beragam Batik Besurek beserta motifnya yang sangat khas, yaitu Kaligrafi Huruf Arab, Bunga Rafflesia, Burung Kuau, Relung Paku, dan Rembulan. Batik yang dijual pada ruko ini adalah batik tulis yang motifnya ‘ditulis’ dengan menggunakan lilin atau malam untuk membatik. Saya ingat sekali, dulu saya pernah dilarang main ke ruko itu sama mbak penjaganya karena ada bule yang datang ke ruko ini untuk melihat proses membatik secara langsung. Sama dengan membatik pada batik-batik dari daerah lain, untuk membatik pada batik besurek dibuat pola sedemikian rupa pada sebuah kain putih polos. Kemudian, pola tersebut ‘diisi’ dengan lilin yang telah dicairkan melalui ‘canting’ atau alat yang memang digunakan untuk memberi lilin pada pola batik. Sayangnya, proses pewarnaan kain batik dilakukan di lokasi lain, bukan di ruko ini. Dan sayangnya lagi, sentra batik ini sudah pindah alamat 😦
    Ada beberapa sentra industri pembuatan batik besurek di Kota Bengkulu. Misalnya di daerah Kuala Lempuing, Tanah Patah, dan daerah Anggut *maaf, saya tidak ingat nama tokonya* Seiring berkembangnya jaman, tumbuhlah yang namanya batik cap atau batik printing dengan biaya yang cukup murah sehingga banyak kalangan yang mampu membelinya. Untuk batik besurek tulis sendiri harganya mencapai 75ribuan / meternya. Walaupun demikian, Alhamdulillah sentra-sentra pembuatan batik besurek masih ramai dikunjungi konsumen, baik dari dalam kota maupung luar Kota Bengkulu yang ingin membeli batik besurek untuk melengkapi koleksi dari batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia ^^v

    *Maaf sebelumnya kak, saya tidak punya foto lokasi sentra ini 😦 Coba nyari digoogle juga nggak ada memenuhi harapan 😦

    Like

    1. Terima kasih sudah ikut serta dan berbagi tentang Bengkulu. Potensi yang sangat menarik dan bisa menjadi salah satu kunjungan wajib saat berlibur ke Bengkulu 🙂

      Like

  24. aliya syarief says:

    pak mau nanya, ini bahasanya harus formal atau terserah yak?

    Like

    1. Cukup komen tentang industri kecil di daerahmu saja. Bahasa terserah asalkan mudah dimengerti. Yuk ramein 🙂

      Like

    2. aliya syarief says:

      oke, siap pak. kalo tugas kelar lgsung ikutan deh,, 😀

      Like

  25. yofangga says:

    Masih ada PR ngunjungin tempat pembuatan ciu nih ko
    hehehe
    musim hujan abis kita ubek2 semarang yuk ko..

    Like

    1. Siapppp. Cari bangunan bersejarah yang terkait dengan juragan gula terkaya se-Asia di Semarang! 😀

      Like

  26. imamalavi says:

    Hai kak, aku mau ikutan GA nya yaaa hehehe
    Sebelumnya kenalin dulu
    Nama: Imama
    Twitter,facebook,tumblr,instagram semua pake username : imalavins 😀
    Blog –> http://imalavins.blogspot.com/
    Domisili : Sidoarjo dan Surabaya

    —————————————————————————————————–
    Tentang industri kecil, hmm aku mau cerita sepengetahuanku tentang Industri Tas dan Koper di Sidoarjo yaa..

    Kak halim pernah ke Sidoarjo? Pernah mampir ke daerah Tanggulangin? Nah disana ada satu area yang khusus menjual tas dan koper, entah kak sejak kapan, yang pasti waktu saya masih sekolah TK dan SD tahun 98 an udah lumayan rame soalnya waktu naik kelas dibeliin tas baru disana hehe *mental anak SD jaman dulu*. Yang paling terkenal itu namanya INTAKO, singkatan dari Industri Tas dan Koper, letaknya agak ndlusup kak haha pokoknya harus masuk gang gitu tapi ramenyaaa…wuihh rame pokoknya 😀

    Trus sekitar tahun 2006 an pas bencana lumpur di daerah Porong, industri ini sedikit lesu, karena orang – orang ngira jalan menuju ke area industri ini susah dilewatin gitu, akhirnya beberapa toko banyak yang tutup.

    Tapi sekarang alhamdulillah berkat usaha keras masyarakat sekitar industri ini, mereka gak mau give up gitu aja sama keadaan, rame – rame ada satu gebrakan baru, ada sebuah toko yang lumayan gede yang baru dibangun, toko ini bikin strategi tas- tasnya dipajang kayak ada diskon gede gitu kak di depan tokonya. Dijual 50 ribu lah , diskon berapa lah, pokokya bikin usaha biar bener-bener menarik pengunjung. Selain itu promosi dari mulut ke mulut tentang industri ini juga jadi salah satu kuncinya kak.

    Hasilnya??
    Sekarang tiap weekend rame dan kadang bikin macet kak 😀

    Tapi ada satu yang bikin saya sedikit risau, jadi toko yg bikin gebrakan baru ini adanya di bibir jalan utama yang mesti dilewatin kalo mau ke daerah intako dan daerah dalem-dalem awal berdirinya industri ini, kadang pas saya lewat, toko yg bikin gebrakan ini ramenyaaa, tumpah ruah pokoknya, trus jalan masuk ke dalam lagi, yg toko-toko pionernya jadi agak sepi, hiks 😦 jadi bis-bis itu pada berhenti di toko yg deket jalan utama padahal kalo mau masuk lagi, tas – tas yang dijual lebih banyaaak dan beragam lagi, yaa namanya dunia usaha ya kak, kompetisi pasti ada.

    Sekian cerita saya, maaf kalo kepanjangaan jadi semacam curhat ini hehe, sukses terus ya kak 😀

    Like

    1. Dulu saya sering nemenin nyokap belanja di Tanggulangin, tapi semenjak bencana lumpur belum balik ke sana lagi. Setelah baca ini jadi tahu bahwa Tanggulangin masih mengeliat dan bisa dikunjungi. Terima kasih sudah berbagi di sini, Imana 🙂

      Like

  27. Baru tau di Mojolaban ada pembuatan kain toletan gitu :S agak mirip kain pantai bali ya?

    Like

    1. Hahaha bukan mirip, tapi memang kain yang dijual di Bali itu produksi Bekonang 🙂

      Like

  28. Dita says:

    akhirnya setelah semedi sekian lama, sekarang saya udah siap kak *uwopoooo* 😛
    Nama: rinta adita
    Twitter: @rintadita
    Blog : http://malesmandi.com
    Domisili : Malang – Jakarta – Bekasi

    Seperti yang kita ketahui bersama, Malang terkenal dengan oleh-oleh khasnya berupa keripik tempe. Keripik tempe ini kebanyakan berasal dari salah satu kampung yang terletak di Purwantoro kecamatan Belimbing yang bernama Sanan. Disinilah terdapat sentra industri keripik tempe Sanan yang merupakan penghasil keripik tempe terbesar di kota Malang. Keripik tempe saat ini memiliki berbagai varian rasa yaitu original, pedas, lada hitam, balado, barbeque, jagung bakar, jagung manis, keju, pizza, dll. Tapi menurut saya yang paling juara tetep yang rasa original. Jika berkunjung ke Malang, jangan lupa mampir ke sentra industri keripik tempe Sanan ini, selain bisa beli keripik tempe yang lebih fresh daripada di toko oleh-oleh, kita juga bisa melihat-lihat proses pembuatan keripik tempe. Dan seperti kata kak Halim juga, kita membantu perekonomian warga setempat.

    Industri lain yang juga menarik dikunjungi di Malang adalah industri keramik Dinoyo, tepatnya di Jl. MT Haryono, Malang. Keramik dinoyo ini sudah terkenal baik di dalam maupun luar negeri dan sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu (gak capek ya? *abaikan*). Selain bisa melihat-lihat koleksi kerajinan keramik yang apik seperti vas, guci, cangkir, pot, kita juga bisa ikut belajar membuat keramik disana kayak adegan di film “ghost” itu lho 😀 *ketauan kalo anak lama*

    Liked by 1 person

    1. Asikk akhirnya semedinya kelar juga… Keramik di Dinoyo selalu luput dari perhatian wisatawan ya, padahal menarik buat dikunjungi banget. Thank u sudah berbagi, Dita 😉

      Like

  29. ndop says:

    Kuwi fungsine kain digawe opo ya? Selendang? Koyoke digawe katok kolor adem semriwing..

    Like

    1. Kain toletan atau lebih dikenal sebagai kain pantai fungsine bisa buat alas tidur, buat kerudung, eh buat celana juga bisa, bener katamu semeriwing hahaha. Buktikan sendiri dengan cara memilikinya, makanya ikutan yuk #ujungepromosilomba 😀

      Like

    2. ndop says:

      Huahahaha.. Ide GA ne keren ya. Gak perlu punya blog bisa ikutan.

      Liked by 1 person

  30. aliya syarief says:

    Hai kak Halim.. ikut #GAWisataDaerahmu yak..

    Nama : Aliyatin Istiqomah
    Facebook : Aliyatin Istiqomah
    Twiter : aliyaalkhusa1
    G+ : aliyasyarief@gmail.com
    Domisili : Kajen Margoyoso Pati Jawa Tengah

    Potensi wisata industri memikat daerah aku? Apaan sih? orang orang pasti mikirnya emang ada industri memikat di Pati? Wuuh,, Penasaran? Iya kan? Iyain aja deh.. 😀
    Sabar ya guys, gue bakalan cerita kok.

    Di Pati, atau yang biasa dikenal kota Pensiunan, sebenernya mempunyai berbagai industri, di antaranya Industri yang ada di Desa Kajen, misalnya :

    *Industri Tempe dan Tahu

    Tempe, selain bisa dijadikan lauk, juga bisa dijadikan camilan loh, ini dia
    *Keripik Tempe
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=728664273898030&id=100002633914179&set=a.181078278656635.37011.100002633914179&refid=17&_ft_&__tn__=E
    Yang dibungkus kecil kaya gitu harganya Rp.1000 guys, sedangkan harga perkilonya sekitar Rp.17.000

    Ngomongin camilan, masih ada beberapa industri camilan khas pati yang bisa membuat ketagihan nih,
    *Kerupuk Tayamum
    Kerupuk ini dibuat seperti adonan kerupuk biasa, cuman cara penggorengannya yang berbeda, kalau kerupuk ini digoreng menggunakan pasir. Eiits.. tapi bukan pasir sembarangan ya, pasir yang digunakan harus dicuci terlebih dahulu.
    Mengenai harga, kerupuk ini dijual mulai dari Rp.500 guys.

    *Ceriping Pisang Bakar
    Wah, unik ya guys. Sesuai nama, ceriping ini dibuat dengan cara dibakar. Harga eceran mulai Rp.1000 sampai Rp.5000 teman..

    *Ceriping Ketela
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=728679083896549&id=100002633914179&set=a.181078278656635.37011.100002633914179&refid=17&_ft_&__tn__=E

    Dan masih banyak lagi guys camilan camilan lainnya. Trus Industri yang memikat apaan?
    Tenang ya, ini nih industri memikatnya :

    *Tas Rajut dan Dompet Rajut
    Di Kajen, selain terdapat beberapa industri makanan, juga ada Industri Kerajinan.
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=728662577231533&id=100002633914179&set=a.181078278656635.37011.100002633914179&refid=17&_ft_&__tn__=E

    *Bros (accessoris kerudung) Rajut
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=728662263898231&id=100002633914179&set=a.181078278656635.37011.100002633914179&refid=17&_ft_&__tn__=E

    *Kerudung Sulam
    https://m.facebook.com/photo.php?fbid=728231660607958&id=100002633914179&set=a.181078278656635.37011.100002633914179&refid=17&_ft_&__tn__=E

    *Batik Bakaran
    Bakaran ini nama Desa ya guys, disebut Bakaran karena Batik tersebut diproduksi di Desa tersebut.

    Selain itu, di Pati wilayah selatan juga ada produksi Bata Merah, tepatnya di desa Ketanen, Mbagangan, Tlogosari, dll.

    Sekian dari cerita aku, kapan kapan jumpa lagi di segment selanjutnya yah,, 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s