Hati ( Hati ) Tersangkut di Museum Angkut!

Sudah hal lumrah melihat artis ibukota melakukan perbuatan konyol untuk menarik perhatian khalayak, disusul berita pejabat negara melakukan aksi pencitraan agar tidak dianggap koruptor, atau selebriti yang menggelar pesta pernikahan miliaran rupiah di tengah berita pengungsi bencana alam yang tak terurus.

Kota Batu yang terletak di Jawa Timur punya cara sendiri untuk membuat sensasi.

Kota wisata yang terkenal dengan buah apel ini justru terus berinovasi dan berkreasi menghadirkan theme park dan museum baru untuk menarik perhatian wisatawan. Sebut saja Jatim Park 1, Jatim Park 2, Batu Secret Zoo, Eco Green Park, lalu Museum Satwa, dan yang terbaru adalah Museum Angkut. Semuanya selalu dipenuhi wisatawan tanpa perlu bumbu penyedap tidak sehat dari media apapun. 🙂

motorcycle diaries
motorcycle diaries

Museum tidak selalu identik dengan sosok bangunan tua yang penuh cerita sejarah yang membosankan dan bikin ngantuk. Apa yang terjadi jika museum disulap sebagai tempat paling cocok buat foto session? Apa yang terjadi jika koleksi museum mampu menjadi pusat pembelajaran yang mumpuni tentang transportasi di seluruh dunia? Museum Angkut di Kota Batu jawabannya!

Chevrolet in Museum Angkut
Chevrolet in Museum Angkut

Jangan pergi saat weekend, tegas Debby si nyonya rumah Malang saat Mei dan saya mengajukan keinginan untuk masuk ke Museum Angkut awal bulan Oktober 2014 lalu. Selain jalan macet di akhir pekan, pengunjung juga tidak bisa puas berfoto ria karena mengantre seperti ular saat mengambil gambar selfie di dalam museum, lanjutnya.

Memang semenjak buka bulan Maret 2014, Museum Angkut tidak pernah terlihat sepi pengunjung. Bahkan banyak yang rela membayar biaya tambahan sebesar 30.000 rupiah untuk biaya kamera dan handycam demi mendapatkan hasil jepretan yang bagus.

Ada juga anak muda yang ogah membayar biaya tambahan selain tiket masuk 50.000 ( weekday ) – 75.000 ( weekend ). Mereka cuma modal kamera handphone dan tongsis yang terkadang membuat saya bingung. Kenapa? Tongsis diulur sepanjang satu meter tapi hasil jepretan cuma nampak segerombolan wajah manusia dengan bibir dimonyongin tanpa background. Gimana bisa bangga pamer dan cerita bahwa mereka berada di dalam lokasi atau di samping objek keren ya? #tanyakenapa

ruang Batavia
ruang Batavia
ruang kendaraan negara USA
ruang kendaraan negara USA
poor me
poor me

Museum ini dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai penggolongan negara pembuat dan kategori khusus agar lebih dari 300 kendaraan bisa diamati dan dipelajari dengan nyaman. Ruang pertama diisi alat angkut dari berbagai negara dengan sejarah yang WOW, seperti mobil sport ALLARD J2X, lalu Buick 10 mobil bikinan tahun 1908-1910 yang tergolong mobil mewah entry-level satu tingkat di bawah Cadillac. Ada juga helikopter kepresidenan pertama Republik Indonesia hasil barter dari Presiden Amerika John F Kennedy kepada Presiden Soekarno setelah membebaskan agen CIA Allen Pope yang terlibat dalam peristiwa pemberontakan PRRI/Permesta di Ambon.

Ruang berikutnya yang terletak di lantai dua diisi aneka ragam transportasi umum yang ada di Asia terutama Indonesia. Gerobak sapi, berbagai bentuk becak di seluruh Nusantara, sampai Tucuxi peyok hasil perbuatan salah satu mantan menteri. Batavia menjadi tema ruang berikutnya. Mau foto bareng Bemo si Doel Anak Sekolahan? Ada… Mau foto bareng Bajaj? Bisa… Gaya-gayaan naik sepeda onthel dengan bawaan drum segambreng? Boleh juga!

Something wrong with your salon, Madam?
Something wrong with your salon, Madam?

Alat angkut produksi negara USA, Jerman, Itali dan United Kingdom menjadi tema di ruang-ruang berikutnya. Butuh banyak waktu dan tenaga yang cukup untuk mengelilingi Museum Angkut. Kabar gembiranya… Museum Angkut terus memperlebar ruang supaya semua koleksi kendaraan ASLI yang akan didatangkan dari negara lain bisa dipamerkan di dalamnya! Artinya jika saya yang kali ini menghabiskan waktu 4 jam berjalan keliling museum, mungkin tahun depan akan berjalan lebih lama lagi! Sungguh sensasi yang ruarrr biasaaa.

Oh iya, tidak ada cafetaria di dalam museum dengan maksud agar pengunjung tetap menjaga kebersihan saat memasuki tiap ruangan. Jangan takut kelaparan seusai menghabiskan waktu di dalam museum yang buka mulai pukul 12 siang hingga 8 malam ini. Makanan dan minuman dengan harga terjangkau dijual di Pasar Apung yang terletak di luar Museum Angkut.

Jadi tunggu apa lagi? Buruan liburan ke Museum Angkut… buruan bernarsis ria sebelum muncul theme park baru yang lebih menggoda tahun depan! #kode 😉

Advertisements

34 Comments Add yours

  1. mawi wijna says:

    Ngelihat foto-foto “akrobat” sepeda motor itu saya jadi inget pengalaman di pedalaman Purworejo ada yang pakai sepeda motor untuk bawa ranjang. Trus belum lama ini saya pernah nunggu di lampu merah Jogja bareng sepeda motor yang bawa mesin cuci. Mungkin besok-besok saya bakal lihat ada sepeda motor bawa sepeda motor lain…

    Like

    1. Cuma di negara Asia yang berani akrobat sepeda motor, kalo di negara barat yang ada malah tilang ratusan dollar hahaha. Kalau nemu sepeda motor bawa sepeda motor ntar saya dibagi gambarnya ya 😀 😀

      Like

  2. V Herry says:

    Kemaren gak sempat kesini, tp kyknya bakal ke Malang lagi deh. Bulan depan citilink udah terbang langsung PKU-SUB. Jadi lebih praktis 😀

    Like

    1. Asikkk brarti bakal sering liburan ke Pulau Jawa nih… Mampir ke Yogya-Solo donk, ntar kuanter keliling kota dan hunting objek baru 🙂

      Like

    2. V Herry says:

      Hehee sipp halim 🙂

      Like

  3. buzzerbeezz says:

    Untung kami ke sananya pas weekday. Jadinya lumayan bikin irit 😀

    Like

    1. Oh iya bulan lalu kalian babymoon ke Malang – Batu ya… Lalu mana postingannya? 😛

      Like

    2. buzzerbeezz says:

      TAHUN DEPAN! Huahahahahaa.. Lha yang honeymoon taun lalu aja baru kelar dipost kemarin :p

      Like

  4. ombolot says:

    Aku gak diangkut ???

    Eh diajak … hhuufftt

    Like

    1. Ehmm ada angkutan kota langsung dari Pekanbaru ke Malang nggak? Hahaha

      Like

  5. tesyasblog says:

    Duuuh pengen ajakin kiddos ke sini, sayangnya waktu ke Batu dulu museum ini belum ada Kak Hal (:

    Like

    1. Tunggu tahun depan sekalian biar dapat tambahan satu museum baru lagi, kak… Museum barunya sudah dalam proses pembangunan. Biar puasss 🙂

      Like

  6. uwaahh udah naikk cetak cerita Malangnya
    *aku mindahin fotonya aja masih mager nih :((*

    masih penasaran kenapa rambut Queen Elizabethnya bondingan :))

    Like

    1. Queen Elizabeth nya salah masuk salon langganan… atau doi memang pingin kelihatan lebih muda dari Kate?! 😀

      Like

  7. Avant Garde says:

    mas, iku museume out door yah ? 😀 wow deh….

    Like

    1. Sebagian indoor sebagian outdoor. Diselang-seling jadi pengunjung nggak merasa bosan 🙂

      Like

  8. ohhh dia baru buka april 2014 toh…Pantesan aja pas dec 2013 aku kliling jawa dan singgah di Malang, g ada dgr soal wisata ini…

    Kayaknya hrs dtg lg k Malang khusus utk liat musium ini mas 😉

    Like

    1. Tahun depan akan ada thema park baru, mungkin bisa cari waktu yang pas agar bisa sekalian masuk ke dua tempat baru 🙂

      Like

  9. Mas Halim, ayo kapan ngajakin aku ke museum Transportasi? 🙂

    Like

    1. Ayo Tante Evi kita bikin trip bareng ke sana 😀

      Like

  10. Alid Abdul says:

    Untuk edukasi sasarannya klo anak-anak kurang dapet, mending ke Jatim Park II. Tapi bagi yg hobi otomotif bolehlah 😀
    dan saya sudah ke sana haha

    Like

    1. Huum ini buat anak-anak yg hobby selfie, anak muda yang eksis di medsoc, nini-nini sepertinya juga betah arisan brondong di Museum Angkut #ehh 😀

      Like

  11. mysukmana says:

    malang kereng banget ya sekarang ada begituan..(belum pernah kesana mas) 😦

    Like

    1. Tahun depan akan muncul theme park baru yang nggak kalah keren. Nggak rugi deh liburan ke Kota Batu hehe

      Like

  12. malang iki pinter ya memajukan pariwisatanya

    Like

    1. Banget om… kreatif nya Kota Batu beneran kreatif yang nggak ngawur, tetep mengedepankan pendidikan, bukan cuma demi cari untung banyak 🙂

      Like

  13. Diarysivika says:

    the bagong yang museum tubuh bukannya sudah buka ya?

    Like

    1. Saat artikel ini ditulis Bagong masih belum dibuka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa menambahkan tulisan tentang Bagong Museum 😉

      Like

  14. bersapedahan says:

    wowww … keren banget museum angkut ini …
    jadi kepengen banget jalan2 ke batu …
    tapi jangan kesana pas weekend ya … mesti bolos dong .. he he

    Like

    1. Weekend di Batu udah cenderung macet dan pastinya semua theme park dan museum di sana penuh sesak pengunjung dari luar kota hehehe. Kalau pingin puas jalan tanpa harus antre foto mending belain mbolos #lohh #malahan 😀

      Like

  15. Gara says:

    Museum Angkut dan museum-museum baru di Batu memang bagus dan bertaraf internasional. Tapi jangan lupa klau dia punya intrik di baliknya *masih kesel dengan Umbul Gemulo*. Saya dulu belum sempat ke sana sih, tapinya. Entah kenapa agak tidak berminat, soalnya menurut saya pengelolaan pariwisata di Batu itu salah tempat. Ah, terima kasih sudah mengingatkan saya secara tidak langsung untuk melanjutkan penulisan soal Batu. Selama ini selalu saya tunda karena saya takut akan menyinggung banyak orang :haha. Tapi kebenaran harus kita buka, kan? Sesuatu yang benar akan selalu baik, meski sesuatu yang baik belum tentu benar.

    Semoga perluasan museum ini tidak menggusur punden atau arca yang tersembunyi di sana. Batu itu sakral. Lebih sakral dari yang saya duga.

    Like

    1. Wuaahhh Gar jujur malah baru tahu cerita tentang Umbul Gemulo. Gugling dan menemukan tulisan sidang banding pengadilan untuk mempertahankan Umbul Gemulo. Pinter banget Jatim Park grup menutupi berita seheboh dan sepenting ini. Jadi penasaran apa Museum Bagong yang baru dibuka juga menggunakan lahan bermasalah.

      Ayoo tulis Gar, biar pembaca jadi tahu kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi oleh orang tak bertanggung jawab. Kalau benar nggak usah takut menuliskannya apalagi di zaman kejujuran yang semakin mahal harganya. 🙂

      Liked by 1 person

    2. Gara says:

      Umbul Gemulo itu… permata terakhir di Kota Batu. Tawa saya paling renyah saat ada di sana. Banding mereka menang, tapi tentu saya Rajya kasasi–demi Tuhan! Saya menelepon teman yang ikut demo besar itu dan saya ikutan berteriak via telepon–dukungan dari Jakarta selalu membantu. Bagaimanapun Umbul Gemulo itu hidup teman-teman saya dan saya tak sudi, sangat tak rela melihat sumber air berharga itu mengering :((. Maaf saya terbawa suasana.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s