Kuliner Khas Magelang

Berkunjung ke suatu tempat rasanya ada yang kurang kalau belum cicip kuliner khas daerah tersebut, betul? Magelang merupakan salah satu daerah yang masih bertahan dengan kuliner tradisionalnya seperti Kota Solo. Beberapa kunjungan singkat di Magelang membuat saya berkesempatan mencicipi sebagian dari banyak kuliner maknyus yang tersebar di Kota Sejuta Heritage. Lupakan nasi goreng atau mie instant. Percayalah bahwa Magelang punya banyak kuliner yang asyik untuk dicicipi satu-persatu.

Are you ready?


Kupat Tahu Magelang
Kupat Tahu

Saat melintas di Kota Magelang terlihat banyak warung dan gerobag yang menjajakan Kupat Tahu, salah satu kuliner tradisional dan terfavorit bagi pejalan yang singgah di Magelang. Hak cipta makanan ini seolah sudah sah dimiliki oleh Magelang. Kuah encer tanpa rasa bawang yang dominan membuatnya terasa sedikit gurih dan tidak semanis rasa Tahu Kupat, kuliner modifikasi Kupat Tahu di kota Solo.

Kupat Tahu Magelang terdiri dari campuran potongan tahu putih yang sudah digoreng, irisan ketupat dan gimbal. Lalu dilengkapi dengan irisan kubis dan taburan taoge, daun seledri serta bawang goreng. Tumbukan kacang tanah, bawang dan cabai yang disiram kuah kecap encer menjadi kuah dari Kupat Tahu. Selain menjamur di kecamatan Blabak, ada beberapa warung atau gerobag Kupat Tahu di alun-alun Kota Magelang yang punya menu Kupat Tahu yang sama. Bedanya sebagian menambahkan kerupuk sebagai pelengkap. Harga kuliner ini mulai dari 5.000 rupiah saja. Murah dan mengenyangkan. 🙂


Sop Senerek
Sop Senerek
Sop Senerek Pak Parto
Sop Senerek Pak Parto

Selain meninggalkan bangunan-bangunan tua yang tersebar di  tengah kota, Belanda juga meninggalkan warisan kuliner yang bernama Sop Senerek. Kuah berkaldu daging sapi tersebut sepintas rasa mirip dengan racikan sup iga sapi. Suwiran daging sapi dengan guyuran kuah berbumbu cengkeh, pala dan merica memberikan rasa segar seusai menyantapnya. Pelengkapnya berupa kacang merah sebagai penganti “snert” atau kacang polong dalam bahasa Belanda membuatnya semakin terasa istimewa.

Campuran irisan wortel, kentang, daun bawang, seledri dan tomat memberi warna pada sop sekaligus membuktikan bahwa Magelang kaya akan hasil bumi yang melimpah sejak zaman dulu. Kuliner bergizi tinggi dengan harga mulai dari 10.000 rupiah ini bisa ditemui di Jl. Ikhlas tepatnya di Pertokoan Rejo Mulyo C no 12. Bersebelahan dengan gerbang masuk menuju jalan masuk Gunung Tidar membuat Warung Nasi Sop Senerek Pak Parto tidak pernah sepi pelanggan. Kuliner ini banyak diburu oleh pelanggan yang selesai berziarah atau trekking dari Gunung Tidar maupun pelanggan yang hendak sarapan atau makan siang.


Mangu Lele Magelang
Mangut Lele
Warung Makan Purnama
Warung Makan Purnama

Banyak rekomendasi kuliner khas Magelang yang mengarah ke Warung Mangut Beong yang terletak tak jauh dari Candi Borobudur. Kuah santan berwarna kuning kemerahan bersanding dengan ikan tawar merupakan ciri khas dari kuliner bernama mangut. Keterbatasan waktu saat singgah di Magelang  tidak memungkinkan saya mencicipi hidangan Mangut Beong. Atas rujukan seorang teman asal Magelang bernama Fahmi, akhirnya saya berkesempatan mencicipi racikan mangut yang tak kalah rasa dengan yang populer.

Mangut Lele merupakan salah satu menu andalan dari Warung Purnama yang sudah buka sejak tahun 1965 di Dusun Tangkilan. Racikan kuah santan dilengkapi dengan sambal goreng yang terdiri dari potongan tahu, buncis, pete, cabe merah serta cabe hijau membuat rasa dari Mangut Lele ini maknyos, kawan! Hosh hosh… Dua gelas es teh serasa kurang untuk meredam rasa pedas yang membakar lidah. Selain ikan lele, warung yang terletak di gang kecil tak jauh dari jembatan Sungai Pabelan ( jembatan perbatasan dari Magelang menuju Muntilan ) tersebut juga mempunyai racikan Mangut Ikan Bawal serta gorengan ikan tawar seperti wader. Entah rasa pedas yang ruarr biasa atau kombinasi rasa yang cocok di lidah, Mangut Lele dengan harga mulai dari 13.000 ini bikin nagih. Nggak percaya? Buktiin sendiri! Hehehe. Warung ini buka mulai pukul 08.00 hingga 19.30 WIB.


Nasi Sop Empal Muntilan
Nasi Sop Empal

Muntilan merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Magelang sekaligus daerah perbatasan wilayah D.I. Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah. Di balik wilayahnya yang kecil dan terkadang dianggap remeh oleh pejalan, Muntilan mempunyai sebuah sajian yang terbilang populer dan diburu oleh penikmat kuliner dari luar kota. Warung Makan Sop Empal Bu Haryono yang terletak di Jl. Veteran no. 9 selalu dipadati oleh pengunjung baik dari sekitar Magelang maupun dari luar kota. Letaknya yang tak jauh dari Klenteng Hok An Kiong membuat warung ini mudah ditemukan.

Kuah dari sup ini sebenarnya tidak beda jauh dengan kuah sup bening pada umumnya, rahasia kenikmatan nasi sop ini justru terletak pada racikan rasa dari empal sapi yang membuat pengunjung rela mengantre mulai pagi sampai siang hari. Bahkan banyak pelanggan yang rela untuk membeli empal untuk kemudian dibawa pulang ke kota asal mereka. Rasanya beneran nggak bikin lidah kecewa kok. Monggo cicipi sendiri Sop Empal Bu Haryono dengan harga mulai dari 12.000 per porsi.


Dawet Ps Ngasem
Dawet Ps Ngasem

Di tengah kegiatan #DolanBareng komunitas Kota Toea Magelang dan BlusukanSolo bulan Maret 2014 silam, terselip agenda cicip kuliner lokal yang membuat saya semakin jatuh cinta dengan Magelang. Sebuah tenda sederhana berdiri tak jauh dari Pasar Ngasem yang terletak di pinggir sungai Manggis. Seorang ibu membagikan mangkuk demi mangkuk ke para peserta yang melepas lelah setelah berjalan keliling kota.

Mangkuk berisi potongan roti tawar, cendol, cincau, pleret, serutan kelapa muda serta tape ketan diguyur dengan sirup berwarna merah muda sungguh merupakan kenikmatan tersendiri, bagai menemukan oase di tengah padang pasir. Dan percaya nggak percaya, dawet dengan beragam isi yang membuat satu mangkuk penuh tersebut cuma dibanderol dengan harga 2.000 rupiah saja kawan!

Oh ya, jangan lewatkan juga untuk mencicipi Es Krim Mahkota yang dijual di Toko Bie Sing Ho. Tidak ada rasa eneg saat menyantap rasa coklat kombinasi vanila dari es krim yang masih bertahan dengan resep yang diwariskan turun-temurun sejak pertama buka di tahun 1945. Jika penasaran dengan rasa es krim tempo dulu dari Toko Bie Sing Ho bisa melipir ke Jl. Jend Achmad Yani no 41.


Depot Es Semanggi
Depot Es Semanggi
Es Pleret
Es Pleret

Sebagai penutup dari serangkaian kuliner wajib Magelang, saya akan berbagi rasa tentang minuman legendaris dari Kota Sejuta Heritage. Susunan botol warna-warni yang tertata rapi di rak sungguh terlihat bagai bunga warna-warni yang menggoda lebah. Warna sirup menentukan rasa yang akan dipilih, jika pelanggan memilih Es Semanggi Tape maka sirup yang digunakan berwarna hijau. Begitu pula dengan pelanggan yang memilih Es Semanggi Plered atau Es Semanggi Dawet, sirup yang digunakan adalah sirup berwarna merah muda.

Bahan pewarna menggunakan pewarna makanan sehingga tidak membuat tenggorokan sakit apalagi mengakibatkan batuk. Yang jelas Es Semanggi merupakan minuman unik pelepas dahaga yang wajib dicicipi saat singgah di Kota Magelang. Harga Es Semanggi cuma 3.500 untuk rasa biasa dan 4.000 untuk kombinasi ( Tape – Plered, Tape – Roti, Susu – Tape, Susu – Dawet, dll ).

Menarik, kan? Ini hanya sedikit dari banyak kuliner yang tersebar di Magelang.
Jadi tunggu apa lagi? Yuk kulineran di Magelang! 😀


Note : Daerah yang tidak memiliki kuliner tradisional serasa seperti tempat yang tidak memiliki rasa perrcaya diri yang biasanya diimbangi dengan kenyataan bahwa jumlah pendatang lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk aslinya. Cita rasa dipaksakan menyesuaikan populasi yang dominan, lambat laun ingatan akan rasa kuliner tradisional hilang perlahan tergerus oleh waktu. Dengan mengkonsumsi makanan tradisional, secara tidak langsung ikut mempertahankan identitas suatu daerah, menolak lupa sekaligus membantu perekonomian daerah dari kuliner tradisional yang dijual oleh penduduk lokal. Cheers and peace!

Advertisements

61 Comments Add yours

  1. DebbZie says:

    uwaaa…jadi kangen Magelang. Masih penasaran ama masakan Mangut Lele-nya 😀

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Kalo suka makanan pedas, Mangut Lele nya bakal bikin nagih, Deb 😉

      Like

  2. Mangut Lelenya bikin ngiler 😀

    Btw aku baru tau kupat tahu dari Magelang. Kirain makanan Sunda, habis banyak di Bandung.

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Belum pernah coba yg di Jawa Barat tapi setahuku kupat tahu berasal dari Magelang. Mungkin yg jualan kupat tahu di Bandung itu perantau dari Magelang, mungkin… hehe

      Like

    2. Haha. Bisa jadi bisa jadi. Coba main ke Bandung, mas 🙂

      Like

    3. Halim Santoso says:

      Kalo mlipir ke Ciamis, mungkin sekalian ke Bandung lanjut Garut ama Cirebon ama Banten… Banyak juga ya… langsung pusing atur rencana jalan 😀

      Like

    4. Wah, keliling Jawa Barat dong. Secara Ciamis di selatan, Banten di ujung barat, dan Cirebon udah perbatasan Jateng :O

      Like

    5. davick says:

      Setau ane, kupat tahu itu khas sunda,… nah tahu kupat itu khas solo asli,..
      kalau magelang hampir mirip ma tahu kupat,..

      Like

    6. Halim Santoso says:

      Ntar kalo mlipir ke ranah Sunda akan saya coba cicipi perbedaannya 😀

      Like

  3. yusmei says:

    Lim kalau Fahmi pernah jadi Putra Solo, sepertinya kamu bisa juga ikutan Mas Magelang hahaha.

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Huahaha aku kan nggak bisa ngalahin pesona ne Fahmi…. Ehm tp nggak ada salahnya… tak ngisi formulir e Mas Magelang sik, mbak 😀 😀

      Like

  4. buzzerbeezz says:

    Paling penasaran sama mangut lele deh

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Wajib coba Ri… maknyus banget rasa kuah santan plus sambel goreng nya *lap iler* 🙂

      Like

  5. Duh..mengapa semua harga disitu murah-murah!

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Murah dan rasanya uenak semua… Kalo udah sampe Magelang wajib coba semuanya hehehe

      Like

  6. ika says:

    Nasi sop empalll hehehehehhehe monggo mampir lagi lim..

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Sop Empal e Muntilan ngangeni… bungkus trus kirim ke Solo donk, Ka 😀

      Like

  7. Wih, makanannya berhasil buat gue ngiler, makanan2 yg kaya gini yg gue suka sangat otentik dan khas banget.

    Salam,
    http://travellingaddict.blogspot.com

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Wajib dicoba buat mempertahankan ketradisionalan mereka 😀
      Salam kuliner…

      Like

  8. Aaahhh Mas Halim.. Cuma kurang Nasi Lesah di Sablongan, Wedang Kacang, Nasgor nyemek, Nasi Godog, ma aneka jenang di pasar tukangan..

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Wahh mantap nih daftar nya datang dari cah Magelang hehe.
      Ternyata banyak yg belum diicip ya…. Baru denger yg namanya Nasi Lesah nih, jd nggak sabar balik Magelang lagi 😀

      Like

    2. ja'i says:

      masih ada lagi nih, buntil mbok mur, di pasar ngablak, masakan dari daun lumbu berisi pelas berbalur kuah, rasanya mak glender, halus di mulut, mantap di lidah, wuah pedes di bibir. masih ada lagi gendar pecel, ketan ireng dan berpuluh-puluh jenis jajanan pasar di pasar ngablak.

      Like

  9. Enno says:

    Yoi brow,kadang gue punya kampoeng sendiri aja msh betah di kampoeng bini di magelang,ya kupat tahunntu yg bikin nampol

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Hidup kupat tahu Magelang! hehehe

      Like

  10. maembie says:

    Mencari kesenangan dalam perjalanan.

    Gua seneng banget nih wisata kuliner. Pernah beberapa kali wisata kuliner di Pekanbaru, tapi berhent karena data seret 😦 .

    Nice post bro..

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Semoga bermanfaat, kawan 🙂

      Like

  11. mawi wijna says:

    Saya sebetulnya mencari kuliner khas seperti Sop Senerek ini. Yang hangat dan cocok disantap baik di siang maupun malam. Wujudnya sederhana ya, tapi kebanyakan yang seperti ini jadi santapan rumahan. Jarang ada tempat makan yang menyajikan menu macam ini, malah kalau ada kesannya jadi beda, hahaha.

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Kuliner sederhana yang masih tradisional semakin jarang dijumpai di kota besar, mengingat banyak perantau yang membawa makanan daerahnya ke kota tempat mereka merantau masing-masing.

      Sop Senerek salah satu contoh bentuk kesederhanaan yang bikin tambah kangen rumah ya 🙂

      Like

  12. andifumi says:

    Kapan kuliner Salatiga nya bro??

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Iya kih, belom cobain kuliner lain yg aneh2 selain Nasi Tumpang ama Ronde Jago. Cari hari pas dulu hehe…

      Like

  13. yasiryafiat says:

    Mak nyus semua tuh kak….

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Kreasi rasanya tidak bikin eneg jadi nggak pernah merasa bosan icipi berulang kali hehe

      Like

  14. Lagi mau ke magelang nemu blog ini. Mantap nie. Buat refrensi.

    Mampir gan :

    Marc Delval, Pesepeda yang berkeliling Dunia itu Mampir di Indonesia wp.me/p421dL-8Y

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Magelang punya kuliner makyus dengan cita rasa khas Magelangan. Masih ada banyak kuliner setempat yang belum saya tulis seperti Mangut Beong di dekat Borobudur, wedang ronde, dan jajanan unik lain. 🙂
      Semoga review ini bermanfaat dan pas ke Magelang menemukan kuliner tradisional lain yang nggak kalah menariknya ya 🙂

      Like

    2. Ane tadi nyoba ke entog bu nanik pucang gan. Enak juga… sekalian mampir ke borobudur liat sunrise. Hehehe. Tau gt nyoba mangut beong gan.

      Sunrise at Borobudur wp.me/p421dL-9d

      Like

    3. Iya gan kemarin dari Borobudur, tau gitu kemarin mampir. Ane juga kemarin nyoba entog yang terkenal daerah pucang gan.enak bnget tapi sayang antrinya lama. Coba liat sunrise tapi kabut. Lumayanlah tapi bisa menikmati cerita. Mampir gan di tulisan ane.

      Sunrise at Borobudur wp.me/p421dL-9d

      Salam kenal gan.. mksh dah mau mampir di blog saya

      Like

    4. Halim Santoso says:

      Wahh senengnya bisa nemuin kuliner entog di Magelang. Next time saya akan coba ke sana juga 😀

      Like

  15. Pipit fitriyani says:

    wahhhhhh bangga bangett di lahirkan di Magelang. walau pun kono katanya magelang itu hanya tempat yang berasal dari kata MOGEL tapi di sini makanannya enak enak lohh… belum tahu kedai jumintrn nihh enak lagi lohh

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Wajib bangga… Magelang punya pemandangan alam keren dan kuliner yang maknyus 🙂

      Like

  16. kartika ruci says:

    lg nyidam… pgnnya makanan2 magelang… sulit bgt nemuin makanan yang seenak di magelang di rantau….

    Like

    1. Cobain juga Tahu Kupat punya Solo 🙂 😀

      Like

    2. Beda pake banget… Yuk lah ke Solo ntar kuajak icip Tahu Kupat asli Solo hehehe

      Like

    3. waa boleh2 *beli tiket prameks*

      Like

  17. Rifqy Faiza Rahman says:

    Pacitan juga punya Kupat Tahu, tapi sepertinya bumbunya berbeda 😀

    Like

    1. Udah disesuaikan selera Pacita ya Qy? Ahh belum katam ke Pacitan nih, bolak-balik cuma ke Klayar ama Goa Gong aja. Mungkin lain kali kudu kamu antar buat eksplore kota dan kulineran hehehe

      Like

  18. niesya putry says:

    Kupat tahu pak pangat ngganten magelang yg terkenal tpi ad juga yg enak mnrt saya di depan superindo potrobangsan,pke gerobak di halamn rumah pinggir jalan sbrgn ma supermarket ini,sop senerek bu atmo jendralan jg enak,getuk panorama (pasar rejowinangun) mak nyuss,,aneka es ada 2 depot yg trkenal es eny and es murni..trimakasih reviewnya ,monggo dolan magelang 🙂

    Like

  19. Lagi mau ke Magelang dan nyari kuliner khas disana, pas googling blognya Kak Halim nongol di paling atas, hehe, kalo sempet mau nyobain semuanya 😀 *ngiler*

    Like

    1. Selamat berwisata kuliner di Magelang, Weni 😉

      Like

  20. maya says:

    Lim, sekoteng sm sate pisang e belom tuh…trus kata sodaraku deket borobudur ada mie tek2 enak kalo malem

    Like

  21. momtraveler says:

    Duuuhhh aku tuh penasaran banget sama sup senerek itu mas..terakhir ke magelang ga nrmu tampatnya. Kayanya harua segera ke Magelang lagi nih.. banyak banget kuliner endaaangg…..

    Like

    1. Lokasi yang jual Sup Senerek mudah ditemukan, asalkan sudah sampai di Gunung Tidar, nanya ke warga setempat aja 😀

      Like

  22. Effian Riz says:

    Wahhhhh, pingin makan mangut lele tapi kapan ya bisa ke Magelang. Kemaren waktu ke Yogya saya cuma sampai simpang Ketep Pass, ngak sampai ke Magelang. Tunggu saya Magelang ya…. terima kasih sudah posting makan/kuliner enak. Kunjungi juga webku di http://www.kuliner-craft-sumbar.com

    Like

    1. Ditunggu kedatangannya di Magelang, kawan 🙂

      Like

  23. BraveHeart says:

    Tidak hanya makanan lho yang enak di Magelang dan Muntilan. Saya yang sdh sangat lama merantau dan skrg tinggal di Jkt pasti paling tidak 1 tahun sekali pulang kampung untuk nyekar ke Muntilan. Selain makanan, oleh-oleh (cemilan) Muntilan juga terkenal, seperti toko Nyonya Pang dan Tape Ketan. Berbagai macam makanan tradisional setempat yang enak-enak tersedia. Favorit kami dodol jenang, tape ketan dan pisang ledre. Sepupu2 saya meskipun kelahiran Jakarta kalau pulang kampung pasti memborong oleh-oleh berdus-dus, karena memang di jkt nggak ada heehee…

    Like

  24. henz says:

    gan mampir ya, kuliner baru di muntilan 🙂 http://sotobathokpakde.blogspot.com/

    Like

  25. Yusuf Ahmad says:

    Wah blognya bagus mas. Saya udah nyoba nyari Lele mangut itu clingak clinguk sekitaran pabelan kok ga nemu yo mas? Padahal rumah saya cm di Salam

    Like

  26. Yusuf Ahmad says:

    Wah blognya bagus mas.
    Saya udah nyoba nyari mangut itu kok ga nemu ya. Cuma clingak clinguk lewat doang.
    Padahal rumah cm di Salam

    Like

    1. Padahal tempatnya sudah terkenal loh hehe. Kalau dari Magelang mau ke Muntilan belok kiri sebelum jembatan. Kalo masih nyasar, nanya penduduk sekitar.

      Terima kasih sudah berkunjung di blog ini 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s