Yuk Wisata Museum di Yogya

Siapa yang tidak kenal kota Yogyakarta? Yogyakarta merupakan salah satu contoh kota yang sudah siap dengan segala aspek pendukung kota wisata. Wisatawan yang memenuhi Jalan Malioboro tiap akhir pekan dan hari libur tidak lagi bingung akan pilihan akomodasi, beragam pilihan penginapan mulai dari homestay sampai resort tersedia di kota yang terkenal dengan kuliner gudeg tersebut. Mendaki gunung, body rafting di sungai, berjemur di pantai, wisata candi, leyeh-leyeh di area persawahan, wisata Keraton dan wisata minat khusus yang lain merupakan daya tarik yang membuat wisatawan semakin betah tinggal lama di Yogya.

Selain wisata alam dan keraton, Yogya juga mempunyai banyak museum dengan barang koleksi yang berbeda satu dengan yang lain sehingga terasa menarik untuk dikunjungi. Kabar baiknya ada empat puluh dua museum tersebar di seluruh kota. Wooww… Berikut beberapa museum yang pernah saya kunjungi dan layak untuk disinggahi saat berlibur ke Yogya. 😉

________

Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg yang terletak bersebelahan dengan Pasar Beringharjo merupakan salah satu benteng peninggalan Belanda yang sudah berfungsi sebagai museum. Ada empat ruang diorama di dalam benteng yang menceritakan sejarah terbentuknya organisasi-organisasi di masa kemerdekaan, kisah pejuang-pejuang saat merebut kembali kemerdekaan NKRI, sampai cerita sejarah penempatan Yogyakarta sebagai ibukota sementara NKRI yang terjadi pada tahun 1949. Benteng yang mulai dibangun sejak tahun 1760 ini masih terlihat kokoh dengan kondisi masih terawat serta dijaga kebersihannya oleh pihak berwajib. Bea masuk  yang murah membuat kompleks ini menjadi salah satu ruang publik bagi pelajar maupun penduduk setempat dan selalu terlihat ramai mulai dari pagi sampai sore hari.

Alamat : Jl Jend A. Yani no 6 – tiket masuk 2.000
Museum Benteng Vredeburg buka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 08.00 – 15.30

________

Museum Biologi yang dikelola oleh Universitas Gajah Mada ( UGM ) memiliki beragam koleksi binatang dan tumbuhan yang diawetkan. Awetan binatang di museum ini memang tidak sebagus Museum Satwa di Batu dan ada kalanya bau menyengat bahan pengawet menyeruak keluar, namun menurut saya tempat ini cukup memberikan pengetahuan terutama ilmu Biologi kepada pelajar tentang penggelompokan binatang Avertebrata ( tak bertulang belakang ) dan Vertebrata ( bertulang belakang ) serta koleksi tumbuhan yang berjumlah kurang lebih 3.700 spesimen.
Alamat : Jalan Sultan Agung no 22

________

Bagi penggemar kain banyak titik atau Batik jangan ragu untuk mengunjungi Museum Batik Yogyakarta yang terletak di Jalan Dr Sutomo no 13 A. Ada beragam koleksi motif-motif batik dari seluruh penjuru Nusantara mulai dari yang berumur puluhan tahun sampai motif yang masih diproduksi oleh rumah batik yang didirikan oleh Bu Dewi Sukaningsih. Museum ini bukan sekedar tempat untuk memamerkan koleksi ratusan kain yang tersimpan rapi di almari kaca saja, pengunjung juga diberikan penjelasan komplit oleh guide tentang filosofi yang terkandung di setiap motif kain batik. Dibuka sejak tahun 1979 belum membuat museum ini terkenal di kalangan turis, bahkan saya baru mengetahui tempat ini sejak film dokumenter yang membeberkan sejarah batik Indonesia  besutan Nia Dinata ditayangkan di layar kaca beberapa waktu lalu.

Museum Batik Yogyakarta buka setiap hari kerja ( Senin – Sabtu ) mulai 09.00 – 12.00 / 13.00 – 15.00. Tiket masuk 15.000 rupiah.

________

Lain cerita dengan Museum Anak Kolong Tangga yang terletak di lantai dua Taman Budaya Yogya. Museum yang didirikan oleh seorang seniman Belgia bernama Rudi Corens sudah memiliki ribuan koleksi permainan anak tradisional yang beberapanya sudah tidak dijual lagi. Keterbatasan ruang membuat museum yang diresmikan sejak februari 2008 tersebut selalu mengganti koleksi yang sebagian besar ditempatkan di rak kaca secara berkala.

Museum Anak Kolong Tangga
Museum Anak Kolong Tangga

Anak masa kini kembali diingatkan mainan yang mendidik dan jauh dari kekerasan. Banyak nilai pendidikan yang bisa dipelajari misalnya ketidaksetujuan pihak museum terhadap mainan yang berbau kekerasan seperti pedang, tank, mainan tembak-tembakan yang seolah mengajarkan anak-anak menjadi sosok yang suka perang. Bagi pengunjung dewasa, museum ini bisa menjadi tempat yang tepat untuk nostalgia masa kecil, mengingat-ingat kembali bahwa bahagia itu sederhana, tidak perlu memiliki gadget mewah untuk sekedar bermain sebuah game #kode.

Alamat : Gedung Taman Budaya Lt. 2 – Jalan Sriwedari no. 1
Museum Anak Kolong Tangga buka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 09.00 – 16.00, tiket masuk 4.000 rupiah.

________

Museum negeri yang terletak di sebelah timur alun-alun utara Keraton Yogyakarta terlihat sepi pengunjung, sungguh bertolak belakang dengan keramaian museum Keraton. Padahal Museum Sonobudoyo yang diresmikan tahun 1935 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII tersebut memiliki koleksi yang layak diperhitungkan. Beragam koleksi mulai dari peninggalan purbakala, arca candi yang ditemukan di sekitar Prambanan, koleksi batik, keris kuno sampai koleksi wayang memenuhi setiap ruang Museum Sonobudoyo.

Museum Sonobudoyo
Museum Sonobudoyo

Berita hilangnya perhiasan emas koleksi museum masih menghantui Sonobudoyo, namun tidak ada salahnya melihat koleksi lain yang tidak kalah menarik seperti Genta ( peralatan upacara keagamaan yang berfungsi untuk mengusir roh jahat dan memanggil dewa ) berukuran besar terbuat dari perunggu berlapis perak dengan arca singa di puncaknya yang ditemukan di area candi Kalasan. Ada juga patung kepala dewa yang terbuat dari perunggu berlapis emas yang ditemukan di daerah Pathuk, Gunung Kidul pada tahun 1956 dan koleksi menarik lainnya.

Alamat : Jl Trikora no. 6
Museum buka setiap hari kecuali hari Senin mulai pukul 08.00 – 15.00, tiket masuk hanya 3.000 rupiah.

________

Setiap masuk kota Yogyakarta dari arah Solo pasti melintasi sebuah hunian yang dari kejauhan terlihat asri penuh pohon rimbun mengelilinginya. Bekas kediaman alm Affandi yang sekarang dijadikan sebagai Museum Affandi adalah salah satu museum wajib dikunjungi saat singgah di Yogya. Kenapa? Siapa yang tidak kenal dengan maestro pelukis Indonesia tersebut? Kepandaian beliau bahkan sudah terkenal sampai mancanegara.

Museum Affandi
Museum Affandi

Ada empat gallery di dalam kompleks museum, ruang pertama berisi koleksi lukisan Affandi yang dilukis pada awal karirnya, kemudian ruang kedua berisi lukisan yang tergolong mahal dan banyak diincar banyak kolektor. Eits semua lukisan Affandi tidak diperjualbelikan lho, pengunjung hanya bisa menikmati keindahan warna di setiap kanvas saja. Gallery ketiga berisi koleksi lukisan hasil karya anak-anak perempuan beliau yang bernama Kartika dan Rukmini. Tak ketinggalan juga Gallery Gajah Wong yang memamerkan hasil karya anak Kartika yang tak lain cucu Affandi bernama Didik. Menarik kan?

Alamat : Jalan Laksda Adisucipto 167
Museum Affandi buka mulai pukul 09.00 – 16.00 dengan harga tiket masuk 20.000

________

Jangan buat museum terasa membosankan, temukan kesenangan di sana.

Yuk visit Museum 😉

Note : Baca juga ulasan tentang Museum Ullen Sentalu dan Museum Gunung Api Merapi –> Kaliurang vs Gusti Nurul ^^

Advertisements

25 Comments Add yours

  1. Waaah aku jafi pengen kemuseum afandi

    Larang ora?

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Tiket masuk Museum Affandi 15.000 rupiah 🙂

      Like

    2. Hmm lumayan lah ya,

      Ntar ksana ah

      Like

  2. Banyak juga ternyata ya Oom Hal. Semakin banyak alasan buatMari lestarikan #YukWisataMuseum

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Yuk wisata museum 🙂

      Like

  3. farizalfa says:

    Pengen sekali bisa bermain-main ke museum affandi.. keren aja rasa nya bisa ngeliat lukisan abstract dari afandi.

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Lukisan Affandi merupakan harta karun Indonesia yg tak ternilai

      Like

  4. Avant Garde says:

    JOGJA KOTA MUSEUM 😀

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Yup… tapi banyak yg belum tahu keberadaan beberapa museum tsb 🙂

      Like

    2. Avant Garde says:

      yuk, ikutan turnamen foto mas, aku jadi hostnya, temanya museum 🙂

      Like

    3. Halim Santoso says:

      Barusan posting setelah bingung pilah-pilih gambar dari sekian banyak postingan museum hehehe.

      Like

    4. Avant Garde says:

      makasih mas… mari berwisata museum disini 😉

      Like

  5. Oh Tuhan, ampuni aku yg tak perna bisa menikmati wisata ke museum 😦

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Nahh karena sekarang udah terlanjur baca, next time sempetin ke museum yuk 😀

      Like

  6. yusmei says:

    masih ada puluhan museum di Jogja yang perlu disambangi ya lim 🙂

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Masuk waiting list dulu mbak…nyambi wisata kuliner sik hehe

      Like

  7. Goiq says:

    betul, jangan pernah berpikir bahwa museum itu membosankan.. Museum itu menyenangkan sekali kalau dikunjungi..

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Right! 🙂

      Like

  8. eman salawe says:

    Reblogged this on mangga sumping di kota hujan.

    Like

  9. DebbZie says:

    42 museum??? buanyak banget yo.
    Aku pengen ke museum batik ah ntar kalo ke Jogja 🙂

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Kalo nyonya rumah Yogya nggak tahu tempatnya, tuan rumah Solo siap anter Deb 😉

      Like

  10. HM Zwan says:

    wah,ada musiumnya juga??baru denger..seru

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Yogya = kota pelajar yang punya banyak museum ( agak sepi pengunjung ) 🙂

      Like

  11. Kopiah Putih says:

    Jadi teringat kemaren pas saat ke Museum Brawijaya di Malang.. 🙂

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Belum sempat menyambangi Museum Brawijaya nih, baru masuk wishlist hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s