Gong Xi Fa Cai

audience narsis
audience narsis

Kebudayaan Tionghoa yang ada di Indonesia sudah tidak terasa kabur atau tabu lagi, banyak masyarakat yang sudah bisa beradaptasi dengan kehadiran tradisi Imlek yang digelar setiap tahun di kota Solo. Seperti tahun sebelumnya, kawasan Pasar Gedhe terlihat meriah menjelang Tahun Baru Imlek dengan adanya lampion-lampion yang bertebaran di sepanjang jalan mulai dari jembatan Kali Pepe ( Jembatan Pasar Harjo Nagoro ) sampai daerah Ketandan. Lampion-lampion dengan warna dominan merah dipasang mulai perayaan Grebeg Sudiro sampai perayaan Cap Go Meh di kota Solo. Pengadaan lampion tersebut merupakan bentuk kepedulian paguyuban klentheng Tien Kok Sie di Pasar Gede demi mewujudkan kerukunan antar umat beragama. Grebeg Sudiro yang digelar minggu lalu juga terbilang sukses atas bantuan seluruh masyarakat sekitar Pasar Gede dalam mewujudkan suatu event budaya menjelang Imlek.

Pasar Gede vs Lampion
Pasar Gede vs Lampion

altar sembahyang
altar sembahyang

Masyarakat Tionghoa merayakan malam Sincia ( Imlek ) dengan mengadakan acara sembahyang kepada leluhur/sanak saudara yang sudah meninggal dunia. Sesaji yang dihidangkan di meja altar tidak hanya satu sampai dua macam jenis saja, melainkan beragam jenis makanan dan memiliki arti sendiri-sendiri. Bentuk sajian yang disiapkan di altar biasanya berupa daging babi, satu ekor daging ayam utuh, dan ikan – kakap/bandeng yang melambangkan tiga alam ( darat, udara, air ) kehidupan manusia, rebung ( lunpia ) yang mempunyai makna sebuah harapan akan cinta kasih, bakmi goreng dan bihun memiliki arti panjang umur, sup ikan melambangkan pencerahan terhadap kegelapan, lima macam buah-buahan ( tidak berduri ) seperti buah jeruk yang mempunyai arti kebajikan, pisang memiliki filosofi saling menolong, buah pir mempunyai arti kesetiaan. Kemudian tumpukan kue keranjang melambangkan rejeki yang diharapkan bertambah banyak di tahun mendatang, serta potongan batang tebu mempunyai arti kerukunan dan beberapa cawan arak/ciu sebagai tanda penghormatan kepada para leluhurSetelah proses sembahyang selesai dan seluruh anggota keluarga telah hadir dan berkumpul, sajian diangkat dari meja altar kemudian dihidangkan bersama makanan yang lain di atas meja makan lalu disantap bersama-sama.

Puncak dari Sincia adalah pagi hari setelah pergantian tahun shio. Ada 12 shio sesuai lunar calender yang masing-masing shio memiliki filosofi sendiri. Pagi hari sanak keluarga kembali berkumpul untuk beramah tamah antara tua dan muda. Sesuai tradisi turun-temurun, sanak saudara yang sudah menikah atau yang lebih tua tingkatannya harus memberi anak/cucu/keponakan mereka angpao. Amplop merah ini melambangkan kegembiraan dan semangat baru di tahun yang baru.

Masih banyak peraturan-peraturan yang harus ditaati saat Imlek, seperti tidak boleh memasak nasi ( harus makan nasi yang sudah ditanak saat malam Sincia ), memasang dua batang tebu utuh di pinggir pintu untuk menyambut tamu yang datang, dilarang menyapu saat hari H ( bersih-bersih dilakukan dua hari sebelum Sincia ) dan peraturan kuno lainnya.

Semoga di tahun Ular Air ( 2013 ) semakin tumbuh kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan di tanah air kita…

Gong Xi Fa Cai…  新年快樂…  Xin Nian Kuai Le

welcome to chinatown Solo :-)
welcome to chinatown Solo 🙂
tirai lampion
tirai lampion
lampion-lampion
lampion-lampion
Pasar Gede
Pasar Gede
jam vs lampion
jam vs lampion
lampion
lampion
Advertisements

21 Comments Add yours

  1. Raf says:

    Ini di Solo? Wah keren juga… Gong Xi Fa Cai 🙂

    Like

    1. Perayaan Imlek di Solo menjelang Imlek sampai Cap Go Meh 🙂

      Like

  2. Lampionya keren banget brow…

    Like

    1. Solo semakin menawan 🙂

      Like

  3. Cumi MzToro says:

    Tirai lampion nya keren

    Like

    1. Next year Imlek-an di Solo yuk… 🙂

      Like

  4. johanesjonaz says:

    aku pernah ke sini pas tahun naga… liat lampion keren bener!

    Like

    1. Tahun ini semakin keren karena dibuat kaya tirai di jembatan dan penonton juga ikut padat merayap sepanjang hari hehe…

      Like

    2. johanesjonaz says:

      iya… bisa bayangin! pasti bagus bgt..

      Like

  5. sianakdesa says:

    wah bagus2 ya fotonya 🙂 Saya malah ga sempet kamaren mengabadikan moment ini 😦

    Like

    1. Masih ada Imlek tahun depan kawan 😀

      Like

  6. Ruslan says:

    Gong xi fa cai, semoga tahun ini berkah, foto2nya Bagus 😀

    Like

    1. Makasih kawan… 🙂

      Like

  7. merahnya erotiiisss!!!
    gong xi..gong xi….

    Like

    1. aw aw… makasih udah mampir di blog sederhana saya Om Diyan… 😀
      Bantu promo jejakbocahilang(dot)wordpress(dot)com yahh 🙂

      Like

  8. Sy Azhari says:

    Gong Xi Gong Xi. Hal yang paling suka dari Imlek adalah hantaran kue keranjang dari teman-teman dan kerabat. Biasanya langsung habis disantap :p

    Like

    1. Hahaha…karena jarak jauh memisahkan kita, jadi hantaran kue keranjang ditunda dulu sampai waktu ditentukan :p

      Like

  9. Sujika Bali says:

    Gong Xi Fat Choi… selamat taun baru.
    kalau mau merayakan di bali atau lombok http://www.onlineprivatevillas.com

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Gong Xi Gong Xi 🙂

      Like

  10. Wowww keren ya Oom hiasan lampionnya …

    Pembahasanmu tentang kebudayaan Sincia ini juga menarik 🙂

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Makasih om Timot… Gong xi Gong xi 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s