Wisata Kuliner Berkuah – SOLO

Cuaca dingin di musim penghujan di benak pikiran pasti terbayang menikmati sebuah sajian sup yang berkuah hangat dengan kelezatan kaldunya yang membuat tidak sabar untuk menyeruput sedikit demi sedikit kuahnya agar badan terasa hangat, betul?

Ada banyak makanan berkuah khas Kota Solo yang sudah dikenal dan diburu keberadaannya oleh banyak pejalan. Bahkan ada beberapa warung makan yang terinspirasi meniru cita rasanya dan menjual makanan serupa di kota asal masing-masing. Kota Solo masih menjadi kota favorit untuk wisata kuliner dari pagi sampai subuh, kawan!

Are you ready?

Bakso Solo beda dengan Bakso Malang
Bakso Solo beda dengan Bakso Malang

Makanan bernama bakso banyak dijumpai di seluruh pelosok Indonesia karena proses pembuatannya yang tergolong mudah hanya menggunakan gilingan daging sapi diberi bumbu kemudian dibentuk bulatan dan direbus di dalam kuah kaldu. Saat merantau di Jayapura beberapa tahun silam, saya sedikit terkejut melihat beberapa warung Bakso yang diberi embel-embel “Solo”. Sebegitu terkenalnya Bakso Solo kah? Nah… Jadi saat singgah di Solo jangan lupa untuk mencicipi Bakso Solo yang asli di kota Solo. 🙂

cabang Beteng Trade Center ( BTC )
cabang Beteng Trade Center ( BTC )

Bakso paling terkenal dan memiliki rasa enak di Solo menurut saya adalah Bakso Klewer Pawiroredjo. Pasar Klewer menjadi pusat dari warung bakso legendaris yang didirikan oleh almarhum Pak Pawiroredjo. Setelah Pak Pawiroredjo meninggal dunia, resep asli Bakso Solo diwariskan oleh anak-anaknya yang masing-masing sudah diberi tempat untuk membuka tempat usaha serupa.

Ada tiga tempat yang sampai sekarang masih terkenal di kalangan pecinta Bakso Solo, pertama ada di tempat Bakso Klewer ini berdiri pertama kali yaitu di Pasar Klewer yang sekarang diteruskan oleh anak laki-laki Pak Pawiroredjo, kemudian Bakso Klewer cabang BTC ( Beteng Trade Center ), dan cabang berikutnya berada di Jalan Suryo Pranoto 79 atau Cokronegaran yang masing-masing dijalankan oleh anak perempuan Pak Pawiroredjo.

Bakso Klewer Pawiroredjo cabang BTC yang terletak di Blok D-11 menjadi favorit bagi para pendatang dari luar kota karena letaknya yang berada di salah satu kawasan belanja di kota Solo, sehingga setiap pagi hari tempat ini selalu ramai oleh pelanggan dari dalam kota maupun luar kota. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak dibuka cabang-cabang baru yang dibuka oleh generasi ketiga Bakso Klewer Pawiroredjo.

Bakso Solo
Bakso Solo

Bakso Solo memiliki bentuk bakso yang lebih kecil dibandingkan Bakso Malang sehingga tidak perlu repot membelahnya jadi dua, langsung masuk mulut dan kunyah saja…. AWas panas 🙂

Bakso Klewer Pawiroredjo dengan harga semangkok 10.000 rupiah ( update 2013 ) memiliki tekstur daging yang halus nyaris tidak berserat dan tidak ulet dengan diberi pelengkap berupa bihun, pangsit goreng, babat dan potongan kecil daging sapi serta taburan bawang goreng kemudian disiram dengan kuah daging sapi bening yang rasanya jangan ditanya lagi… Maknyusss… Oh ya hampir semua Bakso Solo menggunakan micin/vetsin atau penyedap rasa, apabila alergi bisa memberitahu penjual terlebih dahulu sebelum bakso terlanjur disajikan.


Soto Triwindu
Soto Triwindu
meja unik di Soto Triwindu
meja unik di Soto Triwindu

Soto Triwindu Hj Yososumarto yang sekarang terletak di Jalan Teuku Umar 42 – kawasan Keprabon merupakan warung soto terkenal di Solo yang sudah berdiri sejak tahun 1939. Banyak soto populer di pelosok kota Solo, namun rasa khas dan kesederhanaan Soto Triwindu membuat warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Warung soto terkenal ini dulunya terletak nyempil di gang kecil belakang Pasar Antik Triwindu – sekarang pindah di daerah Keprabon atau Jalan Teuku Umar.

Meskipun pindah tempat di jalan yang lebih besar, warung ini tetap mempertahankan kesederhanaan yang terpancar dari keunikan meja antiknya yang dari dulu selalu menjadi perhatian utama saya saat makan di sini. Bagaimana tidak, tepat di depan mata terlihat rak kaca berisi aneka gorengan dan lauk pelengkap lain yang tidak pernah dibiarkan kosong.  Jujur saja menggoda mata dan tangan untuk segera mengambil dan meletakkannya di mangkok soto. 😀

Soto Triwindu mempunyai irisan daging sapi yang direbus hingga masak di dalam kuali. Tekstur dagingnya jadi empuk. Rebusan taoge yang diletakkan di atasnya ikut memberikan rasa manis pada soto. Kuah rebusan daging berbumbu yang sedikit kental membiarkan mulut tidak bisa berhenti mengunyah dan berkata “Tambah satu mangkok lagi, Bu!”. Aneka gorengan di sini juga sayang untuk dilewatkan, tempe goreng yang garing dan gurih, tahu goreng dan perkedel serta tusukan telor puyuh kecap membuat Soto Triwindu semakin lengkap maknyuss-nya.

Harga satu mangkok soto hanya 9.000 rupiah ( update 2013 ), sedangkan aneka gorengan mulai dari 1.500/biji. Bila anda penyuka jerohan sapi, bisa mencoba babat gongso yang sangat terkenal kelezatannya di kalangan pecinta jerohan sapi dan masih ada jerohan lain semacam otak, empal, paru, lidah yang semuanya sudah digoreng atau digongso yang dihargai 10.000/piring.


Timlo Sastro
Timlo Sastro

Timlo Sastro Balong bisa dikatakan merupakan pelopor pembuat timlo, sup khas Kota Solo. Dulu hanya berbentuk lapak di pinggir Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di seberang Pasar Buah Pasar Gede. Waktu bergulir, lapak Timlo Sastro menjadi semakin besar lalu pindah ke tempat yang baru seperti dilihat sekarang di Jalan Kapten Mulyadi. Jangan heran jika berlibur di Kota Solo dan menemukan beberapa lapak timlo Solo. Sudah banyak yang menirunya. Tapi jangan salah, lidah nggak bisa bohong loh!

Timlo Sastri di Balong
Timlo Sastri di Balong

Kuah berbumbu yang berisi potongan dadar gulung goreng berukuran besar diisi suwiran daging ayam, ditambah rempela ati dan potongan telur kecap membuat Timlo Sastro terasa istimewa. Keaslian rasa dan resep rahasia kuah Timlo Sastro membuat tempat yang terletak di Jalan Kapt Mulyadi sejak tahun 1952 ini selalu laris dikunjungi pelanggan dari luar kota sampai luar negeri. Lokasi ini terletak di belakang Pasar Gede Harjonagoro, jadi setelah selesai wisata kuliner Pasar Gede bisa mampir di Timlo Sastro yang terletak di sebelah timur pasar.

Harga satu piring Timlo komplit ( sosis, telur, dan rempela ati ) adalah 16.000/porsi, sedangkan Sosis + Telur hanya 12.000/porsi, semua belum termasuk nasi putih. Porsi di sini terbilang cukup besar ( kalau terasa mahal bisa sharing untuk dua orang ). Info penting Timlo Sastro tidak membuka cabang dimana-mana selain di daerah Penumping ( Jl. Dr Wahidin S no. 30 ).


Note : Acuan dari artikel ini adalah rasa yang menurut saya masih orisinal dari suatu makanan tradisional, tanpa bermaksud menganggap tidak enak makanan serupa tak sama rasa di lain tempat. Meski banyak tersebar Bakso Solo di pelosok kota Solo, Soto G dan Soto K yang punya tempat lebih besar dan populer, atau warung Timlo Sastro milik mantan pegawai Timlo Sastro Balong yang dirasa lebih enak, itu semua kembali ke selera lidah masing-masing individu. Selamat berwisata kuliner 😉

Artikel ini sekaligus merupakan posting-an untuk First Anniversary ( 7 Januari 2013) JejakBOcahiLANGThank you for all your supports, guys… #bigsmile.

Advertisements

11 Comments Add yours

  1. Haloo! Kebetulan sy org solo yg merantau huhu emg kuliner dsni ga ada duanyaa. Buat yang doyan kambing harus mencoba tengkleng kambing pasar klewer! (Tengkleng itu sejenis gule tp menyajikan bagian sunsim/tulang/iga jd bukan jerohannya)

    Like

    1. Tengkleng sudah saya bahas di artikel sebelumnya yang berjudul Wisata Kuliner Jerohan 🙂

      Semoga makin rindu pulang kampung, kawan..hehe…

      Like

    2. nur ac says:

      UUUenaak tenan mbak kelihatannya,,, ya

      Like

  2. Saya sering ke Solo, boleh juga buat referensi 🙂

    Like

    1. Masih ada Wisata Kuliner yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya…Semoga membantu 😀

      Like

  3. Olive B says:

    kangen soto triwindu ….kangen timblo sastro *lapar malam2*

    Like

    1. hihi…kuliner Solo emang ngangeni ya? 😀

      Like

  4. Jadi pengen timlo sastro. 🙂

    Like

  5. Bakso solo nya mmg JUARA, rasa nya ringan tapi mantep 🙂

    Like

  6. Trus gw langsunng ngiler gitu baca post lu. Duh apalgi tuh timlo slurrrp

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Kapan nih mo kulineran ke Solo #nagihjanji 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s