Jangkrik vs Durian PHUKET

Tidak banyak aktifitas di hari terakhir saya di Bangkok, beberapa teman memutuskan shopping di MBK, saya dan dua teman lain memutuskan pisah di jalan karena sudah cukup shopping di hari pertama. Kami bertiga langsung membeli tiket Harry Potter and the Deathly Hallows part 2 pukul 11.00 siang yang kebetulan merupakan hari ketiga premier di Bangkok. Sebelum masuk studio, tas kami diperiksa satu persatu untuk memastikan bahwa penonton tidak membawa makanan dan minuman dari luar dan… kamera digital atau camrecorder. Saya yang waktu itu membawa kamera digital di tas selempang langsung diminta oleh petugas, dia hanya mencopot batere dari kamera, kemudian kamera tanpa batere dikembalikan ke saya lagi.

Beberapa menit sebelum film diputar, beberapa penonton tiba-tiba berdiri yang otomatis membuat kami ikut berdiri. Muncul film dokumenter di layar bioskop yang menceritakan tentang kisah hidup King Rama IX dan perjuangannya membangun negara Thailand sampai menjadi bangsa yang besar seperti sekarang. Thailand memang memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap Raja mereka, sampai-sampai sebelum nonton bioskop pun rakyatnya wajib mendengarkan lagu kebangsaan terlebih dahulu agar nggak lupa dengan lirik lagu kebangsaannya seperti sebagian rakyat Indonesia, hehe…

Sepulang dari mol kami melihat kembali gerobak makanan kuliner extreme di pinggir jalan Khao Sand. Malam sebelumnya saya sempat mencicipi jangkrik goreng yang ternyata rasanya seperti … ehmm… seperti… pokoknya enak, hanya kakinya agak sedikit membuat geli tenggorokan, untuk rasa yang unik ada di ulat putih yang rasanya kenyal di mulut dan rasanya seperti mengunyah permen Yupie, dan ada juga semut yang bentuknya lumayan besar seperti semut hutan berwarna merah yang terasa asin di lidah…. Sering terlihat penduduk lokal yang mengunyah jangkrik goreng seperti mengunyah kacang pilus…nyum..nyum… Kuliner serangga goreng wajib dicoba saat menemukannya di Khao Sand, kapan lagi bisa mencicipi kuliner extreme di negeri orang?
Kalau penasaran rasa extreme kuliner serangga di Khao Sand Road bisa langsung mencoba sendiri :-D.

Sore hari saya dan dua teman berangkat menuju terminal untuk naik bus ke Phuket Town yang sudah kami beli di sebuah travel agent dekat guesthouse seharga 700 Bath. Menyandang titel Backpacker newbie di Bangkok membuat saya tidak memaksakan banyak objek dalam satu hari, hanya berharap tahun depan bisa menjelajah ulang Bangkok dan menelusuri bagian-bagian kota yang belum sempat dikunjungi seperti Chatuchak market, distrik merah Silom, kota tua Ayutthaya, pasar terapung Damnoen Saduak dan Wat-Wat lain di Bangkok.

Keesokan harinya kami bertiga tiba di terminal Phuket Town pukul 8.45 pagi dengan perjalanan kurang lebih 12 jam dari kota Bangkok. Setelah selesai makan pagi di sebuah warung di dekat terminal kami berjalan keluar ke pos khusus pangkalan jeepney yang terletak di sebuah pasar tak jauh dari sana untuk melanjutkan perjalanan menuju Patong Beach. Sekelibat muncul pemandangan seorang ibu yang duduk di trotoar dengan tumpukan rapi puluhan buah durian di depannya. “How much?” tanya saya ke penjual tersebut. Namun bahasa Inggris saya rupanya tidak berguna di sini, karena si ibu terlihat bingung memahami pertanyaan saya sampai akhirnya ada seorang pembeli yang paham bahasa Inggris dan membantu menerjemahkan maksud saya. Dan berakhirlah dengan dua durian monthok di tangan saya seharga 25 Bath per-buahnya. Saya bukanlah maniak durian, namun sesuai kata orang tua jaman behula yang mengagungkan rasa durian Thailand membuat saya mau mencicipi buah berbau menyengat tersebut, dan rasanya memang asli manis, kawan. Daging buahnya yang lembut saat digigit dan rasanya yang seperti buah jatuh dari surga membuat saya ketagihan…. 😀

Sesampainya di Patong Beach, kami segera cek in di guesthouse yang sudah kami pesan sebelumnya di Cheap Charlie Backpacker Lodge yang terletak di 54 Nanai Road. Lokasi penginapan tidak jauh dari pusat keramaian Patong Beach yang punya banyak bar dan cafe di sepanjang jalan, di kawasan ini juga banyak terdapat guesthouse yang harganya lebih murah daripada guesthouse di kota Bangkok. Kadang tidak terbayang bahwa tempat ramai yang saya kunjungi sekarang merupakan tempat dimana sekitar 250 orang tewas akibat tsunami tahun 2004 silam.

to be continued…

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. windy says:

    Bulan depan saya akan ke phuket melalui jalan darat via kuala lumpur dan hatyai. Mau tanya, pos jeepney yang akan mengantar ke patong itu dari terminal phuket ke arah mana ya? Berapa tarifnya per orang? Dan apakah jeepney nya bisa mengantar sampai ke alamat hotel kita atau berhenti di pangkalan doang?

    Like

    1. Tarif jeepney 25 THB ( tahun 2011 ) yang bisa dinaiki dari pasar…saya lupa nama pasarnya.
      Keluar dari terminal, jalan ke arah On On Hotel – tempat syuting “The Beach” – kurang lebih 10 menit jalan kaki dari terminal.
      GPS aja alias Gunakan Penduduk Setempat biar pasti 🙂
      Selamat berpetualang…

      Like

  2. Fahmi says:

    Duriannya bikin ngiler :D, btw nonton di bioskop strict banget, sampe batere kamera dicopot segala? batere dibalikin juga enggak? sayang kan ==

    Like

    1. Hahaha…batere dibalikin donk…kalo nggak dibalikin bisa dikomplain massal 🙂

      Like

  3. dec aku ama slh satu temen mw ke thailand lagi..tp sbnrnya mw jelajah thailand utaranya ;).. cuma kita ada 1 hr transit di Bangkok ^o^. jd aku mw ngedtangin tempat2 yg sblmnya ga sempet aku datangin , trmasuk nyobain durian monthongnya ;p

    Like

    1. Asyiknya bisa ke Thailand lagi… saya nunggu tiket murah dulu saja 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s