Jebakan Betmen Bukit MAMING

Pengalaman pertama jalan bareng dengan orang baru dikenal alias ikut tur baru saya alami tahun 2011 lalu di Taman Nasional Karimunjawa. Sudah lama menjadi impian saya menjelajahi kepulauan Karimunjawa yang katanya punya pulau-pulau yang masih bersih dan terumbu karang yang masih terawat. Akhirnya terlaksana dengan mengikuti paket Karimunjawa edisi Serunya Seruni 4hari3malam ( 22-25 October’11 ) yang diselenggarakan oleh Explore Solo. Pulau Seruni menjadi alasan utama saya mengikuti paket tersebut, karena paket Karimunjawa biasanya hanya menonjolkan destinasi Pulau Cemara kecil, Cemara Besar, melihat penangkaran hiu yang terkesan biasa banget alias no adventure, hehe…

Pengalaman pertama itu selalu asyik, baru kenalan langsung tidur bareng #ehh… Jangan berpikiran kotor dulu! Saya mengambil paket dengan harga paling murah alias backpacker style, maka saya harus sharing kamar dengan anggota rombongan lain ( cowok cewek beda kamar ). Meskipun baru kenalan secara resmi di homestay tempat kami menginap, teman-teman baru saya itu seru banget masing-masing karakternya. Teman-teman baru saya beragam profesi mulai dari dokter muda, calon dokter, pegawe kantoran di Jakarta, orang hukum, tukang rongsent di rumah sakit, programmer sampai mahasiswi. Banyak dari mereka memiliki hobby fotografi, jadi selain tas backpack mereka juga membawa peralatan kamera DSLR canggih, sedangkan saya cuma bermodalkan kamera pocket Sony warna pink ( sekarang sudah almarhum ). 😦

Tujuh jam perjalanan ferry menyeberangi selat dari pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa membuat hari pertama tidak banyak aktifitas. Lima dari anggota rombongan ada yang berasal dari Jakarta, artinya mereka ini menempuh perjalanan darat Jakarta-Jepara kemudian naik ferry 7 jam ke Karimunjawa. Salut dengan perjuangan capek mereka. Sunset di pelabuhan rakyat menutup hari pertama kami di Karimunjawa.

Hari kedua kami beraktifas penuh di lautan, mulai dari kegiatan snorkeling, canoing, foto narsis ria di Pulau Gosongan dan Pulau Seruni. Pulau Seruni belum seramai pulau-pulau yang lebih dulu populer pada waktu itu, sehingga pulau masih sepi pengunjung meski banyak terlihat sampah peninggalan pengunjung sebelumnya….

pick up untuk menuju Maming
pick up untuk menuju Maming

Bangun subuh di hari ketiga, saya bergegas mandi sebelum kamar mandi yang berjumlah dua buah tersebut ramai diantre oleh teman lain. Pukul 5 dini hari kami sudah berada di Pantai Nirwana untuk berburu gambar matahari terbit yang mengawali hari ketiga penuh kejutan! Destinasi kami berikutnya menuju Bukit Maming yang kata tour leader perjalanan tidak terlalu menanjak dan begitu sampai di atas kalian bisa melihat pemandangan keren pulau-pulau kecil kepulauan Karimunjawa. Semua tersenyum senang…
Mobil pick up membawa kami semua menuju post trekking Bukit Maming. Kami disambut tulisan ‘Taman Nasional Karimunjawa” di awal langkah, setelah itu menemukan gazebo kecil untuk sekedar beristirahat dan… mata kami semua menatap tajam tanjakan curam yang tak jauh dari gazebo. “Ciyus? Cetar membahana Badai duehh” itu kalo bahasa gaul jaman sekarang hehe…

jebakan Betmen :)
jebakan Betmen 🙂

Tour leader kembali menyemangati anak-anak ingusan bukan pendaki gunung ini dan berjalan naiklah kami semua satu persatu demi melihat view cantik pulau-pulau di sekitar Karimunjawa dari atas bukit. Lima menit berjalan, masih terlihat anggota yang mengatur nafas agar tidak cepat capek, konsentrasi dengan pijakan kaki agar tidak terpeleset. Sepuluh menit kemudian terlihat satu orang nyaris terpeleset, dan dua menit kemudian satu orang terpeleset juga. Berat banget tanjakannya? Ahh nggak juga…coba aja sendiri #senyumsetan.
Akhirnya sampai juga…. Setelah sampai di puncak, rasa tegang dan capek terbayar dengan keindahan view pulau-pulau kecil di sekeliling Pulau Karimunjawa. Bukit Maming memang perlu tenaga extra untuk mencapai puncaknya, tidak ada komplain masalah keaamanan karena kami semua selamat sampai di puncak namun para mahasiswi berteriak ke tour leader “Ini Jebakan Betmen!!!!”

view dari Bukit Maming
view dari Bukit Maming
view dari Bukit Maming
view dari Bukit Maming
turun dari puncak...
turun dari puncak…

Rute berikutnya kami makan siang di depan Rumah Adat Legon Bajak kemudian turun sebentar ke Pantai Barakuda yang terletak tak jauh dari rumah adat. Mangrove Forest Pulau Kemujan menjadi tujuan berikutnya. Mangrove disini sangat tertata rapi dengan jembatan kayu yang enak dilewati, tidak seperti di mangrove di Pantai Bama ( TN Baluran ) yang jembatannya terbuat dari semen. Selesai melihat mangrove, kami terpisah menjadi dua grup, grup pertama tetap mengikuti schedule Explore menuju Tanjung Gelam, grup kedua rela keluar kocek sendiri untuk menyewa kapal khusus untuk snorkeling di Pulau Cemara Kecil. Saya yang sudah capek trekking memutuskan ikut grup pertama yang cuma santai-santai saja di Tanjung Gelam. Kami semua bertemu kembali di Pulau Menjangan Besar untuk melihat penangkaran Hiu.

Tak terasa empat hari sudah berlalu dan kami semua harus kembali ke Pulau Jawa. Bagi saya hari terakhir merupakan moment yang sedikit menyesakkan dada…yah apalagi kalau bukan perpisahan. Harus berpisah dengan keindahan TN Karimunjawa, berpisah dengan teman-teman baru yang ternyata asyik semua…
Ada awal, ada akhir, namun jangan lupakan saya kawans…

See You Next Time Karimunjawa

Note : Bila tertarik dengan adventure serupa bisa klik exploresolo(dot)com yang merupakan pakarnya Taman Nasional Karimunjawa.
Say thank you for masbro Tour Leader ( Yusuf ), mbakbro Tour Leader ( Fery ) dan teman-teman yang muncul di foto ;-).

Advertisements

11 Comments Add yours

  1. affanibnu says:

    salah satu hal yang paling saya sukai kalo sudah jalan2 seperti ini adalah naik kapal ferry.. 😀

    Like

    1. Suka sama pemandangan orang pada mabuk laut atau sensasi diombang-ambing ombak? Hehe…

      Like

  2. Karimun Jawa merupakan objek wisata alam dan pantai yang mengasyikkan.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    Like

    1. Karimunjawa selalu asyik untuk dikunjungi 🙂

      Like

  3. kazwini13 says:

    Ketiduran dikursi sampe jatuh lalu akhirnya memilih tidur di matras lantai kapal. Hahahaa
    Duh kapal fery. Lebih asik ceritanya drpd pas naik kapal cepat bahari ekspres

    Like

    1. Lebih merakyat naik kapal ferry kan? Hehe…

      Like

    2. kazwini13 says:

      hahahaa iyaaa, lebih kerasa liburannya :p

      Like

  4. achiedz says:

    Huwoh! Bukit Maming!
    Penasaran pisannnn… Jadi kepengen ke Karimun Jawa lagi!

    Jadi pengganti alm kamera pinknya apa nih? :3

    Like

    1. sementara pakai Canon Ixus masih warna nge-jreng juga hehe…

      Like

  5. mita says:

    hmmm… karimun jawa ya? sepertinya~ saya juga ingin kesana deh 😀

    Rasanya naik kapal laut seru gak sih? saya belum pernah 😀

    Like

    1. Sensasi naik kapal laut itu seru banget…nggak kalah dengan naik kereta api…
      Apalagi kalo pas beruntung dapet bonus ngelihat lumba-lumba nonggol atau ikan terbang lewat…Hmm…Jadi pengalaman yg tak terlupain deh. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s