Pantai Aduh…Hey… BALI

Pantai-pantai di Bali memang indah tiada dua, tapi itu anggapan saya dahulu kala. Setelah melihat perbedaan mencolok Pantai Dreamland – Pecatu 5 tahun yang lalu saat masih banyak gubuk reyot ( yang pernah dijadiin tempat syuting klip ama Michael Learn To Rock di klip –> Some Day Some Way ) dengan kondisi sekarang. Hanya bisa elus dada.

Gubuk-gubuk reyot udah diganti cafe dan hotel New Kuta Beach serta tebingnya sudah tidak utuh lagi demi menciptakan pantai yang bisa dinikmati oleh khalayak umum yang semakin meningkat angka pengunjungnya. Untuk urusan sampah, memang jika dilihat dari dekat pantai terlihat bersih minus sampah, tapi coba tenggok di pinggir kios-kios penjual makanan dan souvenir di Pantai Dreamland. Penuh timbunan sampah…

Rantai tiada habis si sampah di pantai menurut versi ngaco bocahilang :
– Kebiasaan pengunjung yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya…
– Sampah yang dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan dekat pantai tidak segera diangkut ke kota untuk diurai…
– Air pasang membuat sampah yang ada di tempat sampah dekat pantai hanyut terseret ombak, dan balik lagi ke pantai terbawa oleh ombak.
– Satu tong sampah sehari tergeletak, berapa tong selama sebulan? Setahun??
– Tidak ada kesadaran dari penjaga warung, pemilik kios serta penduduk setempat.
– ( Mungkin ) bayaran penjaga pantai tidak banyak, sehingga masa bodoh dengan kotornya pantai yang bukan miliknya…
– Tradisi elu ya elu, gue ya gue semakin membuat pengunjung tambah bebal terhadap masalah sampah.

Rantai yang tidak ada habisnya ya? Kalau dibiarkan terus menerus si pantai bakal berbau amis, sampah plastik nyangkut di terumbu karang selama bertahun-tahun bahkan ratusan tahun, who know? Para ikan tidak mungkin mau mampir lagi kesana karena laut udah berbeda kadar air dan rasa asinnya, tapi jangan tanya saya rasa air lautnya sekarang karena saya bukan ikan, haha. Belum lagi banyak timbul penyakit kulit yang bakal menyerang para pengunjung sehabis mereka berenang. Ngeri kan?

Tahun 2006 silam saat saya sempat magang di sebuah hotel Bali, saya menyempatkan diri melihat kawasan pantai yang letaknya persis di depan hotel elit yang rasanya seperti melihat surga. Namun saat tahun 2012 berkesempatan menginap langsung di salah satu hotel elit di Nusa Dua, kesan “surga Nusa Dua tadi saya cabut dari kategori best beach bocahilang!

Cerita berawal dari saat saya leyeh-leyeh di kursi pantai yang disediakan khusus oleh pihak hotel Ayodya Resort, terlihat pemandangan laut yang indah di depan mata. Setelah bosan nonton bule tuwir yang mondar-mandir disana, saya memutuskan berjalan ke arah Water Blow yang pernah saya kunjungi juga 6 tahun silam dengan harapan ketemu bule yang lebih segar ;-).

pantai depan Ayodya Resort
pantai depan Ayodya Resort
pantai depan hotel-hotel berbintang Nusa Dua
pantai depan hotel-hotel berbintang Nusa Dua

Lima langkah kaki dari hotel terlihat pasir pantainya lembut dan putih, sesekali terlihat petugas hotel yang rajin memunguti sampah yang bercecer di pantai, bahkan mereka sempat-sempatnya mengambil daun yang berguguran juga. Wah, ini baru tindakan terpuji, batin saya. Lima menit kemudian… Loh? Area yang sudah keluar dari area pantai depan hotel berbintang terlihat banyak sampah berserakan. Ternyata sampahnya menumpuk di situ, kawan. Area ini merupakan pantai bukan wilayah hotel, maka tidak diurus kebersihannya oleh pihak hotel. Okey bukan urusan hotel karena ini area publik, tapi mana kewajiban pemda??

petugas kebersihan
petugas kebersihan “cuma” buat hotel!
lima menit kemudian
lima menit kemudian

Anehnya lagi di area penuh sampah itu terdapat pos penjaga pantai, tapi bli penjaga pantai juga cuek bebek aja melihat kotornya lingkungan dia berkerja. Saya yang punya misi memunguti sampah di setiap pantai yang dikunjungi cuma bisa mengambil semampunya karena sampah disini sudah kelewat luar biasa super banyak. Mulai dari plastik makanan, plastik sabun colek, botol beling minuman energi, bungkus popmie, sendal jepit dan banyak tipe sampah plastik lain. Sedih tak berbendung lagi…

smpah ruaarrr biasyaa...
smpah ruaarrr biasyaa…

Solusi menghapus rantai sampah versi ngaco bocahilang :
– JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!
– Bila nggak nemu tong sampah, alangkah baiknya sampah dikantongi dulu atau ditaruh di dalam tas.
– Yuk punggut sampah yang berceceran di pantai minimal SATU AJA, maksimal ya semampunya.
– Punggut sampah terutama yang berbahan plastik, kaca, stereofoam.
– Bawa kantong plastik berlogo “GO GREEN” seperti yang dipunyai oleh Carrefour, Indomaret, atau tempat lain.
– Kantong plastik “GO GREEN” itu penting, karena kita nggak nambahin limbah sampah plastik yang sulit diurai tanah lagi.
– Bawa kantong yang penuh dengan sampah ke daratan yang jauh dari lokasi pantai.

Gampang kan? Jika sudah melaksanakan misi tersebut berarti sudah menyelamatkan lingkungan dari kehancuran bumi akibat ulah manusia sendiri.

Kalau bilang sayang dengan Alam, maka kita wajib menjaganya agar Alam juga mengerti rasa sayang kita kepadanya.
Save our Nature, kawan…

——–

Note : Bukan niat ingin menjelek-jelekkan Pulau Bali, namun dari sini marilah kita jaga kebersihan lingkungan sedini mungkin agar tidak terlambat untuk diatasi. Kebersihan adalah bagian dari iman, right ? 🙂

Advertisements

11 Comments Add yours

  1. arie says:

    wah…suka deh ma blog kamu ini Lim…sukses en maju terus ya…

    Like

    1. hehe…makasih udah mampir… Sering2 mampir ya cie 😀

      Like

  2. kazwini13 says:

    Setuju… pantai cantik kadang ternodai oleh sampah

    Like

    1. Yuk ikutin misi saya dalam memberantas sampah di pantai… 🙂

      Like

    2. kazwini13 says:

      insyallah, kalau ke pantai ga akan sampe buang sampah sembarangan 😀

      Like

  3. affanibnu says:

    hmmm..
    secara pribadi sih saya mengagumi Bali karena manajemen wisatanya yang sangat baik dalam mempoles pantai2 yang dimiliki oleh mereka.. 🙂

    tetapi, secara pribadi lagi, saya sangat memilih pantai2 di Lombok.. 🙂

    Like

    1. Sahhh… Saya juga melihat Bali pintar dalam menjalankan jurus-jurus supaya pulau tersebut selalu punya tempat menarik bagi wisatawan hehe…
      Buat Lombok semoga terus dijaga oleh penduduk setempat agar tidak seperti kakaknya 🙂

      Like

  4. Fahmi says:

    itu sampah pasti ada tahunan tiap musim badai -,- sampah dateng dari sungai trus terdampar di pantai pas sampe laut. males banget ke pantai kalau lagi musim badai. pasti kotor ==

    Like

    1. belum ada penyelesaian dari pemerintah agar bisa selalu bersih, bro?

      Like

  5. pantai emang indah tetapi kalau ada kiriman sampah kayak gitu tolong dibersihkan dong supaya pantai kita menjadi bersih dan indah

    Like

  6. Valeria Turambi says:

    Saya rencananya mau magang di bali, bisa info gak hotel mana yang terima mahasiswa magang? Thanks before

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s