Antara Pantai Senggigi dan Bukit Malimbu

Percakapan suatu pagi di Padang Bay…

“Kamu mau ke Lombok juga ya?” tanya seorang ibu setengah baya yang saya temui malam sebelumnya di kantor PeramaTour. Kami kebetulan membeli tiket bus dengan rute dan jam yang sama ( Kuta- Padang Bay )
“Iya, saya mau ke Lombok, tapi nggak naik boat Perama. Saya naik ferry turun di pelabuhan Lembar terus ke Mataram.” jelas saya pelan, meski kalimat panjang 🙂

“Mana itu Mataram? Jauh ya dari Lombok? Kalo kami berdua cuma berlibur ke Lombok aja.” sahut si ibu dengan logat Jakarte-nya. “Loh? Jadi ibu-ibu nanti turun dimana?” tanya saya sambil memandang heran mereka berdua,
“Kami beli tur lewat Perama, ntar boatnya turun di pantai…apa itu namanya…Senggi…Senggi gitu…pokoknya turun di Lombok”.
“Senggigi maksud ibu?” tebak saya setelah melihat brosur PeramaTour yang memang menyediakan bus dari Kuta menuju Padang Bay disambung dengan ferry khusus turun Senggigi dengan total harga 150.000 perorang.

Rupanya si ibu tersebut mengira bahwa Pulau Lombok itu cuma Pantai Senggigi dan Gili Trawangan aja, tanpa mengetahui bahwa Pulau Lombok punya kota bernama Mataram, punya Pantai Kute, Tanjung Aan dan pantai cantik lainnya. Yah, maklum orang tua. 😉

jalan menuju Pelabuhan Bangsal
jalan menuju Pelabuhan Bangsal

Melanjutkan perjalanan setelah dari Tanjung Aan, saya melihat jam masih menunjukkan pukul 12.30 siang. Nekad menuju Tanjung Ringgit dan Pantai Tangsi di tengah awan mendung atau langsung menuju Senggigi ya, tanya saya dalam hati. Nasib lonely traveller, “dikejar mafia saya lari!! dikejar cinta aku hadapi!!” #ehh ini kan tagline plesetan filem Potong Bebek Angsa, hehe.

Melihat awan yang bertambah gelap di Tanjung Aan, akhirnya tanpa pikir panjang motor segera saya arahkan keluar dari Praya, kembali memasuki kota Mataram dan menuju Senggigi. Kurang lebih pukul 14.00 tibalah saya dan sepeda motor sewaan di Senggigi area.

Saya mendapat info dari anak Lombok Backpacker sehari sebelum berangkat bahwa sepanjang jalan dari Senggigi menuju Bangsal ( pelabuhan penyebrangan kapal ke Gili Trawangan ) banyak terdapat pantai-pantai cantik. Berikut pantai-pantai hasil perburuan spontan saya….


Pura Batu Bolong

attention...
attention…

Pura yang terletak di kiri jalan raya menuju Senggigi area ini terlihat seperti Pura di Bali, namun pemandangan Pura yang menjorok ke laut ini memberikan pemandangan dan kesan yang berbeda. Pura ini tanpa tiket masuk, pengunjung hanya disuruh mengisi buku tamu dan memberikan donasi sukarela.

Seperti peraturan masuk Pura pada umumnya, tempat ini sakral sehingga wanita yang sedang berhalangan ( baca : datang bulan ) dilarang masuk. Sebelum masuk ke dalam komplek Pura, pengunjung diwajibkan memakai selendang yang diikat di pinggang ( selendang sudah disediakan di depan gapura Pura oleh pengelola tanpa perlu membayar sewa lagi ).


Pantai Senggigi

Senggigi area ini tidak ubahnya seperti Kuta-Bali versi “bayi” yang masih dalam proses tumbuh besar menjadi primadona paradise yang disanjung dunia. Banyak bertebaran hotel bintang tiga, hotel bintang empat, losmen melati, losmen mawar, restoran-restoran beragam menu mulai dari masakan Indonesian sampai western food, hingga bar dan cafe-cafe di sepanjang jalan.

Sempat heran kenapa hanya area Pantai Senggigi yang terlihat ramai dan banyak didirikan fasilitas memadai, padahal pantai lain ke arah Bangsal lebih cantik dengan pasir yang lebih putih dan bersih. Setelah berjalan jauh menyusuri Pantai Senggigi barulah saya mengerti, hanya pantai ini saja yang memiliki garis pantai yang paling landai dan panjang dan memungkinkan untuk dijadikan spot penting jangka panjang seperti Kuta-Bali, tak heran jika banyak investor yang mulai membangun bisnis di sini.

banyak pilihan...mau kano atau hopping islands?
banyak pilihan…mau kano atau hopping islands?

Banyak aktifitas watersport selain berenang yang bisa dilakukan di Pantai Senggigi seperti misalnya canoing, keliling tiga Gili dengan menyewa kapal jukung, sampai dengan kegiatan surfing.

para surfer menunggu ombak
para surfer menunggu ombak
pasir putih Pantai Senggigi
suatu sore di Pantai Senggigi
sunset Senggigi
sunset Senggigi

Pantai Krui
Di jalan masuk tidak ada tulisan jelas nama pantai ini, hanya berdasarkan info dari seorang bocah yang menarik ongkos parkir 2.000 rupiah untuk sepeda motor barulah saya tahu bahwa nama pantai tersebut adalah Pantai Krui. Melewati jalanan beraspal mulus dari Senggigi, Pantai Krui hanya ditempuh kurang lebih 5 menit saja. Pasir pantai yang dimiliki hampir sama dengan Senggigi, tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam.

Pantai Krui
Pantai Krui
Pantai Krui yang masih sepi
Pantai Krui yang masih sepi
jalan panjang menuju pantai-pantai
jalan panjang nan mulus menuju pantai-pantai

Pantai Malimbu
Pantai ini merupakan salah satu pantai favorit saya di pesisir barat Lombok, meski pasir pantainya berwarna putih campur hitam tetapi teksturnya sangat halus seperti pasir pantai di Tanjung Aan. Puluhan pohon kelapa yang berjajar rapi serta pasir pantainya yang lembut membuat suasana pantai seperti “Hidden Paradise” bagi saya. Beruntungnya saat itu tidak ada pengunjung sama sekali, benar-benar menjadi kesempatan dalam kesempitan untuk foto narsis ria, hehe. Mulai dari foto gaya lompat, gaya jongkok, gaya dada, pokoknya puas deh. 😀


Bukit Malimbu
Dari Pantai Malimbu melewati tanjakan dan jalan berkelok-kelok sedikit tibalah di Bukit Malimbu dimana bisa melihat view Gili Meno dan Gili Air dari kejauhan. Kata beberapa teman di milis, kalau cuaca cerah bisa melihat sosok Gunung Agung yang gagah. Sayangnya siang itu saya mendapati langit yang kurang cerah sehingga tidak melihat sosok Gunung Agung.

Banyak orang berhenti di tepi jalan hanya untuk sekedar mengambil gambar pesisir pantai maupun view Gili. Apabila dahaga menyerang di tengah perjalanan dan kebetulan melewati Bukit ini, jangan khawatir… di tepi jalan gardu pandang Bukit Malimbu terdapat beberapa warung kecil yang menjual kelapa muda.

penampakan Gili Meno dari Bukit Malimbu
penampakan Gili Meno dari Bukit Malimbu
pemandangan dari Bukit Malimbu
pemandangan dari Bukit Malimbu

Pantai Nipah

Pantai Nipah
Pantai Nipah

Pantai ini pantai terakhir yang saya lewati sebelum jalan semakin menanjak melintasi bukit menuju Bangsal. Pantai Nipah memiliki ombak yang lumayan besar, agak berbahaya kalau maksa berenang di sini. Daripada orang yang berenang atau nongkrong, di Pantai Nipah malah terlihat beberapa nelayan mancing ikan. Info penting, pasir pantai di Nipah lebih putih daripada Pantai Malimbu, berarti pasir pantai di Lombok Barat ini semakin ke Utara semakin putih pasir pantainya #senyumlebar.

Pantai Nipah menjadi pantai terakhir saya selama Rainy Lonely Journey di Lombok. Saya tidak meneruskan perjalanan ke Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan karena matahari sudah hampir tenggelam dan duit mepet tidak ada waktu tersisa lagi.

Pantai Nipah
Pantai Nipah
ombak besar Nipah
ombak besar Nipah

Note : Pulau Lombok memberikan warna tersendiri selama perjalanan. Saya yang sudah jenuh dengan kondisi Bali yang macet sana-sini dan amburadul, saya jadi merasa lebih HIDUP di Pulau Lombok yang masih tenang dan damai.
LOMBOK… aku padamu… ❤

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. kazwini13 says:

    Liat pic nya aja udah ngiler gini.
    Semoga ada wakru untuk menjelajah kesana 🙂

    Like

    1. Hehe…Indonesia memang tiada habisnya untuk dijelajahi ya. 😀

      Like

  2. Joko Samudro says:

    sip infonya !
    jadi tau jalan mau ke bangsal banyak pantai keren !

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s