LOVE n Hate JAKARTA – part 2

Kota metropolit yang punya banyak bangunan peninggalan Belanda…
Kota metropolit yang punya banyak museum bertebaran dimana-mana…
Kota metropolit yang punya Tahu Genjrot…
Kota metropolit yang membuat saya terpesona akan aktifitas nelayan di Sunda Kelapa…
Itulah beberapa alasan Why I Love Jakarta!

Meski di artikel Kepulauan Seribu saya menceritakan betapa kotor, tidak menariknya pulau-pulau disana, namun saat melipir ke Kota Tua dan Sunda Kelapa saya menemukan oase yang menyejukkan mata. Terdengar aneh ya? Maklum…saya pecinta bangunan kuno sehingga merasa bahagia bila menemukan bangunan bersejarah. Saya juga baru tahu kalau setiap hari Senin semua museum tutup semua dan mulai beroperasi hari Selasa sampai Minggu dan hari libur.

Dari penataan museum di Kota Tua, saya paling suka dengan Museum Wayang yang memiliki koleksi banyak wayang dari negeri kita sendiri sampai dengan wayang-wayang dari luar negeri. Kalau faktor spooky nya saya paling jatuh cinta dengan Museum Bahari yang punya koleksi semua hal yang berbau kelautan dan pelayaran di bangunan kuno nan bikin merinding *brrr… Museum Fatahillah tergolong unik dengan koleksi perabot antik peninggalan Gubernur jaman kolonial Belanda yang masih terawat dan TIDAK BOLEH DIFOTO. Dengan dasar apa saya masih tidak paham kenapa furniture kuno tersebut tidak boleh difoto padahal CCTV yang terpasang di lantai dua museum sudah rusak dan tidak berfungsi sama sekali, jadi…siapa yang akan memarahi kita kalau ambil gambar disana? 😉

Sunda Kelapa menjadi penutup yang indah setelah selesai mengelilingi kawasan Kota Tua. Saat itu saya nekad berjalan kaki dari kawasan Museum Fatahillah dan ternyata tidak terlalu jauh juga, hanya setengah jam jalan kaki :). Bila tidak ingin berkeringkat di tengah teriknya Jakarta, bisa menyewa sepeda onthel yang disewakan seharga 25.000 perjam nya.

Masih banyak bangunan kuno yang terlewatkan saat mengunjungi kawasan Kota Tua, masih melewatkan Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri, dan belum merasakan kuliner khas Betawi seperti kerak telor, dan selendang mayang. Namun masih ada cukup waktu untuk kembali kesana. I Love You Kota Tua ❤

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Ya betul, Jakarta ada macam-macam yang tidak bagus, tapi juga ada sesuatu…. yang bikin saya cinta kota ini.
    I love Jakarta.
    Salam kenal

    Like

    1. Saya paling cinta museum dan beberapa bangunan kuno yang ada di Jakarta.
      Salam kenal juga kawan 🙂

      Like

  2. ya udah komentar, komentarnya mendadak ilang…..*huh*

    Wayang, aku pernah nemu wayang bulukan di museum itu, untung sekarang sudah dipugar dan koleksinya lebih baik. Soal love-hate relationship, Jakarta itu sebenernya menyenangkan kalau nggak ada macet.

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Museum Wayang paling ngangeni meski terasa spooky gara-gara banyak nisan di halaman tengahnya ditambah koleksi wayang bentuk boneka kaya chucky, kalo mereka gerak sendiri gimana *mendadak merinding* 😀
      Andai nggak ada macet mungkin Jakarta loveable banget ya hehehe

      Like

    2. Eh tapi itu nisan nggak ada isinya kalau aku nggak salah.

      Like

    3. Halim Santoso says:

      Ohh jd cuma prasasti semacam Museum Prasasti aja ya? Kupikir masih ada sisa penghuni kerkhoff-nya hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s