Exotism of Borobudur

28 November 2012,

gerbang kawasan Borobudur
gerbang kawasan Borobudur

Tak terhitung berapa kali saya menginjakkan kaki di Candi Borobudur, mulai dari acara study tour sekolah semenjak sekolah dasar, jadi guide dadakan saudara luar negeri yang tengah berlibur di Indonesia, dan acara-acara keluarga lainnya. Niatan pergi ke Borobudur seorang diri tidak pernah ada kecuali acara nonton festival Jazz tanpa bayar tiket masuk (baca: GRATISSSS) yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tanggal 28 November kemarin. Banyak jalan menuju Borobudur yang terletak di Magelang, dan saya yang ogah kena macet memilih jalan melalui kota Yogya dari Solo kemudian lanjut naik bus umum lagi menuju kawasan Borobudur, Magelang. Ada alternatif jalan lain seperti bus Solo ke Bawen diteruskan Bawen ke Magelang kemudian Magelang ke Borobudur, yang tentu saja rawan macet karena jalur Solo-Bawen banyak dilalui truk besar dan bus-bus jurusan Semarang.

Borobudur Jazz Festival
Borobudur Jazz Festival

Gerimis menyambut setibanya di Candi Borobudur, ditambah komplek candi ternyata ditutup karena kedatangan keluarga kerajaan negara Norwegia, Pangeran Hakoon dan istrinya, Putri Mette (bukan nama kacang lo…). Sekilas info, ternyata calon Raja Norwegia tersebut menikah dengan rakyat biasa yang membuat peraturan ketat istana menjadi sedikit luntur, bahkan putri pertama mereka berhak menjadi penerus tahta kerajaan tanpa memandang gender lagi. Lanjut… Akhirnya saya masuk ke area festival melalui pintu gerbang Hotel Manohara (kebetulan namanya sama dengan mantan “putri” Kelantan yang tersohor itu). Yak…dan saya yang sudah hadir pukul lima sore menjadi penonton yang datang kelewat pagi.

Syaharani yang energic
Syaharani yang energic

Sebenarnya apa sih isi Festival Jazz di Borobudur ini? Apa bedanya dengan festival Jazz berbayar lainnya? Borobudur Festival Jazz yang mengusung tema “The Harmony of Exotism” ini meletakkan panggungnya tepat di halaman dekat candi yang otomatis membuat panggung berlatarbelakang Candi Borobudur yang megah. Penyanyi yang tampil juga bukan penyanyi/grup band Jazz lokal saja, tetapi juga penyanyi Jazz yang namanya sudah tidak asing di dunia musik Jazz Indonesia. Festival Jazz dibuka oleh grup band GroovinStreet kemudian diikuti oleh grup band Jasmine yang menyanyikan beberapa lagu dari Bon Jovi seperti It’s My Life. Itu baru pemanasan… Pukul delapan malam suasana area festival makin dipenuhi penonton, apalagi penampilan band Everyday yang membuat malam semakin asyik dengan alunan ethnic Jazz yang dibawakannya. Lian Panggabean berkolabirasi dengan penyanyi solo Matthew Sayersz dan Ecky Lamoh membuat malam yang bertambah dingin semakin ramai oleh teriakan penonton dan hentakan kaki mengikuti alunan lagu. Ini baru festival Jazz, batin saya. Di Solo setiap tahunnya diadakan event festival Jazz gratis juga (Solo City Jazz), tetapi tidak seasyik di Borobudur karena dari segi tempat yang tidak mumpuni membuat Solo City Jazz susah untuk dinikmati.

romantic Jazz couple Endah n Rezha
romantic Jazz couple Endah n Rezha

Puncak dari pertunjukan ini adalah Syaharani yang sudah ditunggu-tunggu kebanyakan penonton. Masih ada penampilan duo Endah n Rezha yang ciamik, mereka mengiringi lagu dengan gitar dan bass mereka. Kabut turun dan membuat malam semakin dingin, dan ajaib…masih banyak penonton yang setia menonton sampai akhir acara. Ahh…sungguh event yang membuat telinga agak budeg #ehh tapi berkesan di hati, berkesan saat alunan lagu daerah seperti “Gambang Suling” dan “Yamko Rambe Yamko” tergiang-ngiang di telinga, maklum saya maniak musik ethnic ;).

Note : Niat awal yang ingin hunting sunset di Candi Borobudur atau wisata kuliner Magelang gagal total karena kondisi cuaca yang extrem sepanjang hari ditambah dengan komplek candi yang ditutup gara-gara kedatangan tamu negara. Tapi event Borobodur Jazz Festival akan menjadi moment WAJIB NONTON bagi saya di tahun-tahun mendatang.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. cumi says:

    borubudur mmg menawarkan pesona yg sangat kuat. sempet 4 hari berturut2 tiap sore ke borobudur di temanin gerimis. Merasakan suasana magis yg bener2 membuat kita mengagumi karunia Tuhan

    Like

    1. Betul banget.. Candi paling indah se-Indonesia cuma Candi Borobudur 🙂

      Like

    2. cumi says:

      Masih pingin datang pas ada acara waisak yaaa, kata nya seru banget ada pelepasan ratusan lampion

      Like

  2. Andifumi says:

    Damn! i missed this show! next year kudu nonton nih….

    Like

    1. I will remind you about the same event next year… Hahaha…

      Like

  3. Thanks Infonya sobat,,,di tunggu kunjungan baliknya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s