RAFTING Itu Candu!

Jika ada pertanyaan lebih takut mana antara rollercoaster dengan rafting, pasti langsung saya jawab RAFTING! Jika ada pertanyaan lebih asyik rafting atau rollercoaster, juga akan saya jawab RAFTING! Rafting atau arung jeram yang saya maksudkan bukan arung jeram seperti di salah satu wahana DUFAN Ancol yang dikendalikan oleh mesin, tetapi kegiatan outbound mengarungi sungai asli dengan menggunakan perahu karet khusus.

Total kegiatan rafting yang pernah saya ikuti cuma lima kali kok, tiga kali di Sungai Progo Atas – Magelang, satu kali di Sungai Elo – Magelang, dan terakhir di Telaga Waja – Bali, ngakunya takut tapi bikin nyandu. 😀

Pertama merasakan kegiatan rafting di tahun 2007 waktu saya masih kerja kantoran di sebuah perusahaan travel agent. Saya dan seorang teman menjadi wakil kantor untuk mengikuti gathering maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Magelang. Alasan kenapa saya terpilih cuma satu, karena teman sekantor gak ada yang berani rafting! Jadilah saya yang penasaran tingkat tinggi langsung bilang OK ke atasan tanpa banyak alasan. Gathering yang saya ikuti diadakan di Hotel Puri Asri Magelang yang transportasi dari Solo ke Magelang dan kamar hotel ditambah kegiatan rafting keesokan harinya ditanggung semua oleh pihak penyelenggara, kerja sambil liburan atau liburan sambil kerja? Ah nggak usah dibahas. 😛

Rafting bukan sebuah aktivitas yang main-main, bila kita lalai nyawa bisa jadi taruhannya. Maka dari itu petugas Progo Rafting ( agent resmi Sungai Progo Magelang yang berkantor di Hotel Puri Asri ) memberikan arahan yang serius mulai dari cara memegang dayung yang benar, langkah yang diambil bila terjatuh dari perahu, hingga langkah yang diambil jika melihat teman terjungkal dari perahu dan tercebur ke sungai. Karena ini acara gathering antara travel agent dan staff perusahaan penerbangan maka peserta yang ikut berjumlah puluhan orang. Perahu hanya diisi lima orang, 4 peserta ditambah seorang guide.

Pengalaman pertama rafting tentu memberikan kesan apalagi selain tegang dan pasang muka serius di sepanjang perjalanan. Tangan bekerja keras mendayung perahu, mencoba balapan dengan perahu lain sampai akhirnya… Ceprott… Splashh… muka kena siram air sungai oleh perahu sebelah dan mendadak kendurlah otot tegang ini. Kalimat “Why so serious?”-nya Joker membuat otak beku ini langsung mencair. Lupa kalau ini kegiatan senang-senang, bukan ajang lomba.

Di sepanjang perjalanan pemandu sering meneriakkan istilah-istilah rafting seperti “jeram” yang artinya kita harus berhenti mendayung dan bersiap karena perahu akan melewati turunan yang lumayan deras disela batu-batu sungai yang segedhe sapi. Ada juga “boom“, aba-aba yang terdengar ngeri bagi saya karena perintah ini dilontarkan mas guide saat perahu akan melewati arus yang sangat super deras dengan batu se-gedhe gajah di sampingnya *hening. Tenang, jangan merasa ngeri dulu! Rafting merupakan kegiatan outbound yang menyenangkan selama kita menikmatinya dan tidak berpikiran jelek.

Pengalaman rafting kedua, saya mencoba Sungai Elo yang letaknya di Magelang juga. Tarif yang harus saya bayar saat itu kalau tidak salah ingat 150 ribu rupiah perorang karena kami berenam dipaksa masuk dalam satu perahu. Perahu yang digunakan lebih besar ( bisa muat 6 orang yang mayoritas berbadan besar ) dan aman dinaiki juga karena arus di Sungai Elo tidak sederas Sungai Progo Atas. Kali ini durasi nya cukup lama yaitu 3 jam karena harus mengarungi sungai sepanjang 12 km.

Yang membuatnya beda dengan Sungai Elo adalah sungainya tidak selebar Progo Atas sehingga arus tidak terlalu deras, bahkan banyak spot yang bisa digunakan untuk berenang bebas. Rafting sekali lagi merupakan olahraga yang fun, jadi jangan tersinggung bila mendapati perahu lain menguyur air ke badan atau bahkan sampai menceburkan kita ke sungai. Jangan khawatir capek mengayuh selama 3 jam karena perahu biasanya berhenti di pos peristirahatan di pinggir sungai yang digunakan sebagai tempat untuk melepas lelah sejenak dan mengisi perut dengan makanan kecil yang telah disediakan oleh pihak agensi. Untuk kegiatan rafting di sungai-sungai yang terletak di Kabupaten Magelang, camilan yang disajikan biasanya berupa gethuk, klepon, wajik, gendar ditemani dengan air kelapa muda segar.

Rafting Sungai Progo
peserta rafting Progo 2011

Untuk pengalaman ketiga dan keempat, saya kembali berhadapan dengan Sungai Progo Atas ( keduanya gratis lagi karena acara kantor ) dengan pengalaman yang berbeda. Acara rafting Progo Atas selalu menjadi favorit perusahaan penerbangan XX untuk gathering, tapi kali ini peserta tidak difasilitasi hotel gratis lagi, melainkan diberi kelonggaran untuk membawa serta teman sedivisi sebanyak 15 orang. Huray! Akhirnya jadilah acara refreshing sedivisi kantor, dan akibat racun yang saya sebarkan dengan menceritakan asyiknya rafting membuat teman kantor yang sudah sepuh atau berumur pun ikut daftar juga #senyumbahagia.

Musim penghujan membuat air sungai meluap dan membuat rafting makin asyik karena tidak perlu capek-capek mendayung agar perahu bisa maju. Tapi… agak berbahaya karena arus menjadi lebih deras dari biasanya. Banyak kejadian peserta yang jatuh saat perahu tiba-tiba terperosok di tengah derasnya arus sungai, termasuk saya. Saat perahu saya mendadak nyangkut di tengah batu se-gedhe gajah dan tidak mau lepas, tiba-tiba ada perahu dari belakang yang mendorong perahu saya maju. Huff…akhirnya perahu bisa lepas akibat dorongan tadi. Apesnya, salah satu peserta perahu belakang malah terjerembab jatuh ke sungai dan secara reflek menarik life jacket saya. Byuurrr… Jadilah saya ikut terjun bebas dari perahu.

Cemas? Bangettt! Tapi saya ingat arahan yang sudah diberikan oleh pemandu sebelum memulai rafting, yaitu “Tetap tenang saat berada di dalam air, jangan banyak bergerak karena banyak bergerak malah membuat badan terombang-ambing”. Tenang itu kuncinya, dan ikuti arus sambil mengarahkan kaki lurus kedepan, jangan sampai kepala di depan karena resiko terbentur batu. Kadang pikiran tenang juga ada batasnya, bila teman lain tidak menarik saya kembali keatas perahu gimana? Tetaplah berpikiran positif dan tenang. Sesekali saya mengayunkan kaki ibarat mengayuh sepeda dan Hupp… akhirnya saya ditarik oleh pemandu naik ke perahu. Adrenalin yang memuncak turun perlahan. Saya SELAMAT! 🙂

Rafting Progo Rafting
Rafting itu asyik….bukan sereemmm ( take by Progo Rafting )
Rafting Kali Progo Magelang
Rafting di Kali Progo 2009 ( take by Progo Rafting )
Rafting Sungai Progo
Rafting Kali Progo 2011 ( take by Progo Rafting )
Rafting Telaga Waja 2012

Hasrat ber-rafting yang semakin menjadi-jadi kembali saya lampiaskan awal tahun 2012 saat berlibur di Bali bersama keluarga. Kali ini mencoba rafting di Sungai Telaga Waja yang terletak di Karangasem, Bali. Air Sungai Telaga Waja dangkal, berbeda dengan sungai yang pernah saya arungi di Magelang. Akibat dari air sungai yang dangkal, mau tidak mau kami harus mengayuh sekuat tenaga. Tantangan di rafting kali ini adalah peserta harus siap setiap saat menghindari dahan patah di sepanjang jalan. Sesekali badan harus ditundukkan saat menemui jembatan bambu terpasang rendah yang digunakan untuk menyeberang warga, kadang menyerongkan badan saat menemui bambu patah di pinggir sungai.

Air di Telaga Waja ini bening dan bersih sekali, tapi tidak ada spot yang pas untuk berenang karena sepanjang sungai penuh dengan batu besar. Uniknya sungai di Bali tersedia lebih dari satu spot untuk istirahat. Banyaknya agent rafting di Telaga Waja membuat beberapa air terjun di sepanjang sungai dipaksa menjadi post peristirahatan. Untuk kesekian kalinya saya mendapat hoki diseret dan tercebur ke sungai. Kejadiannya hampir sama dengan cerita di atas, yaitu perahu mendadak terjepit di antara batu sebesar gajah. Hanya saja kali itu saya didorong masuk sungai oleh sepupu saya yang duduk bersebelahan. Akibat dari kejadian itu lensa kacamata copot sebelah, hilang entah kemana dan sandal nyaris terseret arus.

Ketegangan rafting di Telaga Waja bukan itu saja, di titik akhir sungai perahu harus menuruni turunan semacam perosotan dengan turunan yang sangat curammm! Sebelum terjun bebas, kami dipersiapkan telentang dengan melipat kedua tangan di depan dada dan tiba-tiba guide mendorong perahu dan… perahu pun terjun bebas ibarat orang meluncur di perosotan. Langsung diterima oleh air yang sontak membasahi seluruh badan. Segeerrrr! Andai saja saat jatuh posisi badan tidak telentang dan mata bisa melihat proses jatuhnya perahu mungkin lebih asyik lagi ya, tapi apa daya alasan faktor keamanan /(vov).

Keluar dari sungai kami diberi bonus menaiki ratusan anak tangga menuju restoran tempat kami makan siang. Napas tersenggal-senggal, otot kaki sering mogok bergerak karena kecapekan. Namun semua terbayar dengan cerita-cerita seru yang dibicarakan selama menapaki anak tangga. Kesenangan, kegembiraan, senyum manis terus mengembang di sepanjang jalan.

Rafting, aku padamu… 😉

Advertisements

23 Comments Add yours

  1. Masih belum pernah rafting yang kaya gini…:-(
    pernahnya naik yang rakit bambu di Loksado

    Like

    1. Lebih seru mana ya antara pake perahu karet atau rakit bambu ya? Wah jadi tambah penasaran kaya apa rafting di rakit bambu 😀

      Like

  2. hwaa seruu.. belum pernah Rafting. harus nyoba nih..
    tulisannya bikin penasaran sama rafting..
    salam kenal yess..

    Like

    1. semoga ikutan nyandu sama Rafting setelah merasakan … hihi
      Salam kenal juga 😀

      Like

  3. winnymarch says:

    halim ada itenary ke jogja gk selama 3 hari? bagsunya kemana yah?kebtulan aku ama teman mw lht waisak

    Like

    1. Yogya tiga hari…banyak objek loh…mana cukup 3 hari hehe…
      First day : bisa wisata di Malioboro dsk + Kota Gedhe
      Second day : ke pantai Selatan Parang tritis dan Gunung Kidul ( Kukup, Baron, Sundak dll )
      Third day : bisa wisata candi (Prambanan dkk) atau wisata Goa Pindul 🙂

      Like

    2. winnymarch says:

      tapi kami mau lihat boroubudur pas waisak,, gmna?

      Like

    3. Waisak tgl 25 Mei jatuh hari Sabtu ya?
      Blum pernah nonton Waisak…tp mnurut info puncak acara justru di malam 24Mei dan 25Mei pagi. Tiga harinya terhitung dr tgl brp?

      Like

    4. winnymarch says:

      kami kesana tgl 24 25 26,, iya rencana utama kesana,, bagi itenary ama ide dong ehheheh 😀

      Like

    5. Hehe…saran saya bgini…
      24Mei jalan puter Malioboro dsk (Kraton+Benteng+TamanSari) kalo sampai di Yogya pagi/siang, sore hari brangkat ke Magelang – Borobudur.
      25Mei selesai dari Borobudur dan puter Magelang lgs ke Yogya. Bisa ke Prambanan buat nonton sendratari Ramayana ( malam hari ).
      25Mei ke Parangtritis kalo masih ada waktu.

      Like

    6. winnymarch says:

      terimakash halim sarannya

      Like

  4. brameylianto says:

    salam kenal

    perkenalkan saya brameylianto hari market promotion dari cv.arung jeram serayu, mohon maaf saya mau menawarkan paket arung jeram di serayu.
    Bosan tempat wisata yang biasa-biasa saja atau kurang menantang? Mari rasakan sensasi wisata arung jeram di sungai serayu banjarnegara bersama kami Arung jeram serayu untuk informasi silahkan kunjungi website kami di
    http://arungjeramserayu.com/site

    pin:3135D400
    phone +6285247097777
    telp/fax : (0286) 5833313
    email :info@arungjeramserayu.com

    untuk mendapatkan harga paket arung jeram di sungai serayu silahkan invite pin bb saya atau bisa tinggalkan alamat email di inbook email kami, biar langsung kami kirimkan penawaranya via email.mohon maaf menganggu waktunya.

    jabat erat “dan semoga sungai mempertemukan kita”

    Liked by 1 person

  5. Badai says:

    Tahun 2012 aku juga rafting di Telaga Waja lho, kak Hal! Kok kita gak ketemu ya #yakali 🙂

    Thanks anyway, jadi inget belum posting tentang trip ini, hehe..

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Wahh padahal aku udah pake baju merah yang cetar loh hahaha

      Ditunggu cerita seru rafting versi kak Gio 😀

      Like

  6. llhmm says:

    Seru banget ya rasanya bisa rafting. Dulu gua juga pernah rafting, tapi ga tau deh pas umur berapa hehee

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Rafting nggak mengenal batasan usia kok, asalkan pilih grade sesuai dengan kemampuan dan nggak punya sakit jantung apalagi dalam kondisi hamil hehe

      Like

  7. Indriana says:

    kangennnnn rafting bersamamu…..

    Like

    1. Kangen dengan masa muda kita huahahaha

      Like

  8. Terimakasih Jejak Bocah Ilang, telah turut mempupulerkan wisata arung jeram di magelang – PROGO RAFTING.

    Bulan ini, Magelang mulai mendung- mendung hampir hujan, mari rencanakan trip selanjutnya…!!

    Salam hangat dari Magelang.
    :))

    Like

  9. tumbenan si empunya blog banyak nongol fotonya hahahaha, serem atau takut pas awal tapi selanjutnya mah asyik saja walaupun sebenarnya harus tetap waspada.

    Like

    1. Hahaha ini tulisan lama dan beruntungnya dirimu yang baru baca hari ini 😛
      Jadi pingin cobain rafting di Serayu nih, tapi mesti siapin mental dan meredam rasa takut akibat faktor U dulu hahaha

      Liked by 1 person

    2. halah…dapat apa dong karena beruntung? hahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s