Africa van Java

Setelah melihat keindahan Kawah Ijen, kami ber-delapan (salah satu teman pulang terlebih dahulu) melanjutkan perjalanan menuju sebuah Taman Nasional yang ada di ujung timur pulau Jawa. Perjalanan menuju taman nasional yang terletak di kabupaten Situbondo ditempuh selama kurang lebih 4jam dari Pos Paltidung, Gunung Ijen dengan menggunakan L-300 yang saya ceritakan sebelumnya. Ada yang sudah bisa menebak apa nama Taman Nasional yang saya maksud? Nama tempat yang saya maksud adalah Taman Nasional Baluran!

Africa van Java
Africa van Java

Taman Nasional Baluran memiliki luas total 25.000 ha, dimana 40% dari total luasnya atau sekitar 10.000 ha merupakan ekosistem savana yang alami dan terluas di Pulau Jawa.Hampir semua tipe hutan terdapat di sini, mulai dari Hutan Pantai, Hutan Mangrove, Rawa Asin, Hutan Payau, Padang Rumput Savana, Hutan Hujan Pegunungan, Hutan Musim, Padang Lamun, Gugusan Terumbu Karang. Tercatat ada lebih dari 444 species flora yang meliputi 24 jenis tumbuhan eksotik, 265 jenis tumbuhan penghasil obat dan 37 jenis tumbuhan yang hidup pada ekosistem Mangrove. Untuk Fauna sendiri dikelompokkan ke dalam ordo mamalia (28 jenis), aves (189 jenis), pisces, dan reptilia. Mamalia besar khas di TN Baluran adalah banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan, macan tutul, kucing batu, ajag ( Cuon alpinus ), kera ekor panjang, lutung, merak hijau, ayam hutan merah, rangkong dan banyak lagi… ( dikutip dari www.balurannationalpark.web.id )

“cute” monkey

Keterangan diatas saya baca saat menerima brosur yang dibagi-bagikan mas Joko ( petugas pos masuk Taman Nasional Baluran ). Jujur pertama kali mendengar cerita Baluran cuma dari cerita di web Explore Solo aja, ditambah di web tersebut dipasang foto-foto yang mengoda iman untuk cepet-cepet cari duit buat travelling kesana, hehe… Setelah membaca cerita dari brosur dan betul-betul menginjakkan kaki di Taman Nasional Baluran, saya cuma bisa jingkrak-jingkrak dalam hati.

Gerbang masuk Taman Nasional Baluran sudah menunjukkan ke-Afrika-an nya. L300 berhenti persis di bawah plang “Welcome to Baluran” yang punya tagline keren “complete your adventure”. Savana yang tidak terlalu luas mengelilingi gerbang, semak-semak kering tumbuh di sepanjang jalan menuju pos Batangan. Musim kemarau panjang membuat rumput dan pohon-pohon banyak yang kering, tapi justru itulah nilai tambah Taman Nasional Baluran. Di dekat pos Batangan terdapat gazebo yang bisa digunakan sebagai gardu pandang pertama sebelum melangkah lebih jauh masuk Africa van Java.

Saya melihat puluhan kera ekor panjang yang jalan berurutan menuju genangan air yang terletak di samping pos. Cuma kera gitu loh! Itu mungkin pendapat orang lain…tapi kera disini saya kategorikan sebagai wild animal atau binatang liar, bukan kera yang sering dilihat di kebun binatang dan di tempat wisata terkenal misalnya Sangeh di Pulau Bali. Kera liar cenderung takut terhadap manusia karena jarang bertatap muka dengan yang namanya manusia, mereka tidak bandel apabila kita tidak mengusiknya.

Welcome to Africa van Java
Welcome to Africa van Java

Untuk masuk ke Taman Nasional yang terletak melingkari Gunung Baluran ini dikenakan biaya ijin masuk sebesar 8.000 per orang di Pos Batangan. Apabila ingin membuat dokumentasi atau bahkan film layar tancep, wajib melampirkan syarat berupa surat-surat ribet untuk diserahkan ke petugas di pos. Tenang… Syarat tersebut hanya untuk yang serius bikin film, bukan setiap kamera dikenai pasal ribet tersebut.

Gimana caranya kalau mau menginap di kawasan TN Baluran? TN Baluran menyediakan akomodasi memadai di Savana Bekol dan Pantai Bama, tinggal pilih mau menginap di tengah savana atau di pinggir pantai. Sesuai kesepakatan tim, kami memilih penginapan di Pantai Bama karena memiliki tujuan menelusuri keindahan alam bawah lautnya TN Baluran.

Informasi tentang penginapan di Taman Nasional Baluran bisa hubungi –> www.balurannationalpark.web.id 
Telp : 0333-461936/ 461650 – Email : balurannationalpark@gmail.com

Bagaimana cara menuju penginapan dari Pos Batangan? Jawabannya… Bila berjumlah banyak, bisa menyewa mobil dari Pos Batangan atau menyewa ojek yang juga banyak stand by di pos. Harga tergantung negosiasi masing-masing.

Kalau jalan kaki aja bisa (maklum cari hemat)? Jarak dari Pos Batangan menuju Savana Bekol kurang lebih 12 km, ditempuh selama 30 menit menggunakan mobil 😉 . Sedangkan dari Savana Bekol menuju Pantai Bama hanya 3 km.

savana "pertama"
savana “pertama”

Sepanjang jalan menuju Savana Bekol mobil melaju dengan sangat pelan karena kondisi jalan yang rusak parah. Mungkin jalan sengaja dibuat rusak agar para pengemudi tidak ngebut di jalan yang bisa mengakibatkan tabrak lari binatang liar. Semua hewan di TN Baluran liar, jadi mereka juga berjalan semau gue saat melintasi kawasan hutan.

Setengah jam menuju Savana Bekol tidak terasa lama, karena pemandangan hutan yang indah mengiringi perjalanan dan juga sesekali melihat ayam hutan yang lari terbirit-birit karena mendengar suara deru mesin mobil, terlihat juga burung merak yang melintas terbang jauh. Saat melewati Savana Bekol terlihat padang rumput kering yang sangaaattt luas dengan latar belakang Gunung Baluran. So amazing! Can’t see this moment everyday…

mangrove TN Baluran
mangrove TN Baluran

Sesampainya di Pantai Bama, kami segera meletakkan barang bawaan ke kamar masing-masing dan acara bebas. Nah, ada satu cerita yang rasanya ingin meralat paragraf diatas :-).

Saat selesai meletakkan tas, tiba tiba perut saya terasa lapar dan keluarlah menuju pantai membawa sebungkus roti dan botol minuman. Tengah mengobrol dengan teman lain, yang terjadi lima menit kemudian… Happ…Happ… Roti yang semula saya letakkan di meja langsung ludes. Weks? Ternyata kera-kera yang sedari tadi nongkrong di pantai dan mungkin sudah mengincar tas plastik berisi makanan yang saya bawa, mereka mengambil paksa roti yang saya letakkan di meja….. Jurus Happ…Happ… membuat brunch saya gagal total…hiks…

Hikmahnya jangan mengeluarkan makanan atau sejenisnya saat nongkrong di Pantai Bama, kera disini sudah terbiasa diberi makan oleh pengunjung sehingga lebih pinter dari kera yang ada di gerbang masuk.

Gunung Baluran dari kejauhan
Gunung Baluran dari kejauhan
Savana Bekol
Savana Bekol

to be continued…

Note : Alam Indonesia tiada habisnya bila terus ditelusuri keindahannya. Jadi masihkah anda ngebet jalan-jalan ke luar negeri padahal Indonesia sendiri memiliki kesemua “luar negeri” tersebut…..

Advertisements

19 Comments Add yours

  1. Maharanie says:

    hi hih rayahan ma keraaa…..jooz

    Like

    1. Kera di pantai ternyata bandel…begitu lihat ada manusia bawa makanan, mereka langsung agresif. Yah sesekali amal aja deh sama kera-kera itu hihi…

      Like

  2. Maharanie says:

    So besok2 lg sanguuu khusus go oleh2 kera ne Lausee

    Like

  3. Citra Rahman says:

    Fotonyah kurang banyaaaak… 😀

    Like

    1. Masih akan dibuat sambungannya di artikel mendatang, bro… Kalau penasaran banget bisa langsung menuju TKP loh hehehe….

      Like

    2. Citra Rahman says:

      Kalau nanti tabungannya udah cukup buat ke sana, temenin ya, Om? 😀

      Like

    3. Siappp, bro…hehehe…

      Like

  4. Sharon Loh says:

    Ayo post sambungannya kak! Penasaran nih 😀 hehehe. Tempatnya menarik.

    Like

    1. hehe…baru digodhok nih cerita selanjutnya… Sabar ya 🙂
      Makasih udah mampir di blog saya

      Like

    2. Hi Sharon… Lanjutan artikel ini udah aku bikin lo, silakan mampir lagi 🙂

      Like

    3. Sharon Loh says:

      Hahaha asik! 😀

      Like

  5. winnymarch says:

    ini my next dest halim, ntar pas ktmu di Solo mw nanya2 ini hahha

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Baluran itu unforgettable place… rasanya betah banget liburan di sana. Tanpa sinyal hape, tanpa suara gaduh dari wisatawan lain, cuma ditemani suara burung jadi moment tersendiri. Intinya wajibbb banget ke sana Win 🙂

      Like

    2. winnymarch says:

      iya ntar pas ke Solo pas dtmptmu mw korek2 info hahaha langsung lbh asik ngobrolnya

      Like

  6. FatimahAqila says:

    Indonesia itu kaya akan wisata yang tak kalah indah dari luar negeri. So? aku pengen keliling indonesia dulu baru ke luar negeri 😀

    Ah keren banget pemandangannya kak, fotonya kurang banyak. Iya bener banget hahahha…

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Hehehe kalau fotonya terlalu banyak ntar nggak bikin penasaran buat melihat langsung donk 🙂

      Like

  7. Mantap mas infonya. Saya rencana kesana akhir agustus ini. Tumputnya masih kuning g ya kira-kira mas? Oh ya, kalau nginep di pantai bama (kebetulan saya udah liat postingan satu lagi) itu minimal berapa orang per kamar? Ada kotantaknya g mas? Soanya website taman nasional eror terus.

    Thanks,

    Irfan

    Like

    1. Halim Santoso says:

      Untuk Pilang Guesthouse yang saya tempati seperti tertulis di postingan http://jejak-bocahilang.com/2013/09/25/pantai-bama-vs-milkyway/ ada satu kamar plus 2 extra bed, muat hingga 6-8 orang. 🙂

      Sepertinya website TN Baluran ada masalah. Coba telpon ke Balai TN Baluran ke nomor 0333-461936/ 461650 atau Fax ke 0333-463864
      Semoga membantu 🙂

      Like

    2. Thanks mas 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s