Batu Cermin ( Mirror Cave )

Menuju ke lokasi ini cukup dengan menggunakan angkutan umum yang bisa diambil dari depan pelabuhan Labuan Bajo. Berjarak empat kilometer saja dari pusat kota. Angkutan hanya membawa penumpang sampai di depan jalan masuk kawasan ini, setelah itu pengunjung harus berjalan kaki sekitar lima meter menuju pos informasi Batu Cermin. Hanya terdapat pos jaga yang dijaga oleh para petugas memakai seragam PNS yang sekaligus bisa menjadi guide lokal memasuki lokasi goa. Sebenarnya apa itu Batu Cermin?

setapak menuju Batu Cermin
setapak menuju Batu Cermin

Cerita sebelumnya, saya tiba di kota Labuan Bajo di pagi hari tanpa persiapan rencana wisata apapun di kota ini. Tujuan utama menginjak kota Labuan Bajo hanyalah transit sebentar untuk menuju ke Pulau Komodo. Dan ternyata Pulau Komodo dan kawan-kawannya harus ditempuh menggunakan kapal selama berjam-jam. Mau tidak mau harus tinggal semalam dulu di Labuan sambil mencari info tur murah menuju ke Pulau Komodo. Sebelum pusing dengan rencana ke pulau, saya memutuskan mencari lokasi hotel murah yang direkomendasikan oleh Lonely Planet.

Sialnya, setiap masuk ke hotel pasti dijawab penuh oleh petugas resepsionis. Kalaupun ada, hanya tersedia kamar lebih mahal seharga 300 ribu untuk satu malam. Bulan July sampai Agustus menjadi high season untuk melihat Komodo, maka tidak heran banyak wisatawan asing yang memenuhi Labuan Bajo. Kota ini banyak dijumpai lapak-lapak Dive Center ataupun Tour Agent di sepanjang jalan. Harga hotelnya di jalan ini pun bervariasi. Backpack yang berat mulai menyiksa punggung, sampai akhirnya ada pemuda dengan sepeda motornya menawarkan jasa angkut untuk mengantar mencari hotel. Dengan tarif sebesar 15.000, pemuda ini akan mengantar keliling kota  sampai saya mendapatkan harga kamar yang cocok.

Hampir setengah jam keliling kota, sampai akhirnya menemukan losmen yang sangat sederhana tak jauh dari pelabuhan. Nama losmen itu adalah Losmen DIAZ. Saya pun menanyakan ketersediaan kamar dan mendapat jawaban, “Oh, masih… Semalam tiga puluh ribu.” kata Pak Nur, pemilik losmen. Hah? 30 ribu? Hampir tidak percaya rasanya mendengar angka yang disebutkan. Sungguh bertolak belakang dengan hotel atau guesthouse yang saya jajaki sebelumnya. Setelah melihat kondisi losmen Diaz, saya memutuskan untuk menginap di sana. Kondisi kamarnya nyaman untuk tidur dengan kamar mandi luar yang bersih. Rasanya seger melihat air tawar di kamar mandi setelah semalaman belum mandi…upss.

Batu Cermin
Batu Cermin

Setelah “bertanya” ke Lonely Planet, saya berjalan menuju jalan besar yang jaraknya tidak jauh dari losmen untuk naik angkutan umum yang berjalan ke arah Batu Cermin. Angkutan umum ini menurunkan saya di jalan utama menuju lokasi, selanjutnya berjalan sekitar lima meter sampai saya menemukan pos jaga yang diisi oleh pemuda berpakaian Pegawai Negeri yang sedang tiduran di meja. Permisi…

Pemuda itu terbangun, dan menanyakan maksud kedatangan di sini, lalu saya jawab sedang wisata di Labuan Bajo dan penasaran dengan Batu Cermin. Kemudian dengan senter di tangannya, dia mengantar saya berjalan menuju tempat tersebut. Di tengah jalan tiba-tiba terlihat sosok seorang biarawati, seorang cewek dan seorang bapak. Ternyata mereka juga pengunjung yang akan masuk ke goa. Maka kami berlima berjalan bersama-sama menuju mulut goa. Kakak PNS menceritakan isi dari Batu Cermin yang katanya bisa melihat pantulan sinar matahari di dalam perut goa bagaikan cermin.

jalan setapak versi "autumn"
jalan setapak versi “autumn”
stalagtit stalagmit
stalagtit stalagmit
sosok Bunda Maria
sosok Bunda Maria

Batu Cermin merupakan goa alami yang tedapat banyak stalagtit dan stalagmite. Di dalam goa, banyak kandungan kristal yang terlihat bersinar seperti permata saat dilihat dengan mata telanjang. Semakin masuk ke dalam goa, terlihat banyak kelelawar beterbangan di atap goa, sesekali terlihat laba-laba goa yang bentuknya menyeramkan. Tapi bukan bentuk laba-laba seram yang membuat suasana menjadi menarik.

Sosok bentuk wanita di dinding goa yang ditunjuk oleh kakak PNS saat di dalam goa membuat kami terheran-heran. Sosok itu menyerupai bentuk wanita berkerudung, yang disangka sosok penampakan Bunda Maria oleh umat Kristiani di Flores. Biarawati yang sedari tadi diam pun tiba-tiba membuat tanda salib melihat lukisan alam tersebut. Dengan adanya sosok gambar tersebut, di bulan-bulan tertentu goa ini digunakan untuk acara berdoa penghormatan Bunda Maria.

lubang cermin
lubang cermin

Semakin masuk ke dalam, bentuk dari stalagtit semakin bermacam-macam bentuknya sampai akhirnya tiba di suatu tempat agak sempit yang hanya bisa dilalui satu badan orang dewasa. Kakak PNS menunjuk sebuah lubang diatas kepala kami, dan bercerita singkat dari lubang itulah sinar matahari pagi masuk ke dalam goa dan membuat pantulan ke berbagai penjuru dinding goa dan bersinar terang ke segala arah. Dari pantulan dinding berkristal itulah masyarakat disini menyebutnya Batu Cermin. Sayangnya kami terlalu siang masuk kesini, jadi sinar yang terpantul indah tidak bisa kami lihat.

batu cantik di Batu Cermin
batu cantik di Batu Cermin

Dinding di luar goa sama indahnya seperti di dalam badan goa, banyak batu besar yang menjulang tinggi. Susunan batu besar itu membuat pemandangan seperti lorong-lorong yang indah.Betul-betul terlihat seperti rumah Flintstones. Sembari berjalan keluar dari goa, saya sempat mendengar pembicaraan biarawati yang ternyata kenal dengan saudara kakak PNS. Pembicaraan tadi tiba-tiba dilanjutkan oleh si bapak yang bertanya tentang saya. Setelah penjelasan ngalor-ngidul, dia malah menawarkan saya ikut melanjutkan perjalanan bersama mereka menuju pantai. Lagi-lagi ingat pepatah orang tua, tidak boleh menolak rejeki yang ditawarkan orang… 😀

to be continued…

rock n roll Flintstones house
rock n roll Flintstones house

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s