( Melihat Lebih Dekat ) Danau Terbesar di Papua

 

pameran lukisan kayu di festival
pameran lukisan kayu di festival

Festival Danau Sentani tidak hanya menyisakan kenangan keanekaragaman tarian dan budaya suku di Papua, tetapi juga membuat saya penasaran melihat Danau Sentani dari dekat. Saat pameran berlangsung, saya menyempatkan diri ikut naik kapal nelayan dengan membayar 10ribu per orang mengelilingi danau. Total muatan kapal ini sekitar 10 orang.
Penumpang dibawa keliling memutari pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah danau, salah satunya adalah Pulau Asei. Walau tidak sempat berhenti disana, tetapi pak nelayan bercerita singkat bahwa penduduk pulau Asei merupakan pengrajin lukisan kulit kayu. Lukisan yang dibuat dari batang kayu yang ditumbuk pelan-pelan sampai kulitnya tipis dan melebar dilukis oleh mereka dengan pewarna alami, seperti arang untuk warna hitam, tanah merah untuk warna merah, dan kapur untuk warna putih. Hanya warna-warna itu yang dipakai dalam melukis di kulit kayu asli Papua. Motif lukisannya terinspirasi dari alam dan tradisi mereka, seperti simbol ikan, perahu beserta nelayannya, simbol tombak atau tifa, dan burung cendrawasih. Harga lukisan dimulai dari 20ribu sampai ratusan ribu untuk sebuah lukisan.

Asei
Asei

Perahu saya juga melewati perkampungan yang terapung di danau, uniknya rumah-rumah menyatu satu sama lain. Setelah perahu mendekat baru kelihatan bahwa rumah tersebut dihubungkan oleh jembatan kayu. Setelah festival usai bukan berarti tidak bisa menikmati atraksi keliling danau. Atraksi tersebut tidak hanya ‘ada’ saat festival saja, setiap hari kita bisa dengan mudah keliling danau dengan cara menyewa kapal nelayan setempat. Harga sewa kapal biasanya negosiasi dulu dengan nelayan. Hanya berjarak kurang lebih 50km dari kota Jayapura, kita sudah bisa menikmati pemandangan indah danau yang terletak di bawah lereng hijau Pegunungan Cyclops.

kapal keliling pulau
kapal keliling pulau
Pulau Asei
Pulau Asei

Mari melihat lebih dekat Danau Sentani….

Note:  Jangan merasa mubasir bila liburan ‘hanya’ menyaksikan danau atau gunung saja. Nikmatilah selagi masih bisa.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Temenku blg di Danau sentani ikan malas/ betutu dijadiin ikan asin….
    penasaran jg mo ksn, kliatannya indah….

    Like

    1. Banyak ikan air tawar yang khas di Danau Sentani… Kuliner maknyuss, pemandangan indah danau. Hmmm nggak ada yang kurang deh, hehe…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s