Napak Tilas di JAYAPURA

Jayapura yang terletak didekat laut membuat kota ini terasa panas sekali di musim kemarau. Di musim penghujan pun kadang masih terasa gerah. Meski ibukota propinsi paling timur Indonesia, tapi jangan bayangkan keramaian kotanya seperti di kota besar di Jawa. Jayapura cuma memiliki populasi penduduk hampir 200.000 orang yang sedikit diantaranya merupakan suku pendatang dari luar Papua, seperti Medan, Jawa, Sulawesi dan daerah lain di Indonesia.

dinding rumah Jayapura terbuat dari batako, bukan batu bata merah
dinding rumah Jayapura terbuat dari batako, bukan batu bata merah

Kadang saya merasa sedih melihat berita tentang penembakan yang sering terjadi di daerah Abepura, Jayapura. Abepura ini memang merupakan daerah baru yang separuh populasi dihuni oleh pendatang. Entah permainan politik atau kesalahpahaman yang tidak ada ujungnya, seringkali Abepura menjadi tempat ‘sasaran tembakan’. Padahal setahu saya, dibalik wajah garang yang terkesan angkuh, penduduk asli Jayapura itu ramah. Asal kita tidak menganggu mereka atau menyinggung mereka, aman-aman saja kok.
Jaga sopan santun dan toleransi, itu yang saya pelajari disana. Bila kita tidak sengaja menyenggol mereka, segera katakan “Maaf”, niscaya tidak akan menerima makian dari mereka. Tapi hati-hati saat keluar malam sendirian terutama malam minggu. Di Papua selain kebiasaan makan pinang, juga (maaf) mempunyai kebiasaan mabuk di malam hari, yang kadang tidak terkontrol lagi mabuknya.
Sabtu malam jalanan masih bersih, Minggu pagi banyak botol vodka bertebaran di jalan.
Sabtu malam dipakai buat mabuk, Minggu paginya mereka ke Gereja.
Apa nggak sayang duitnya dihambur-hamburkan cuma buat mabuk-mabukan ya?

Selain slogan ‘senggol bacok’, masih ada lagi kesopanan yang harus ditaati. “DILARANG MENABRAK HEWAN TERNAK!” itu tanda larangan yang sering ditemui di sepanjang jalan menuju distrik Sentani. Hewan ternak penduduk asli sana adalah sapi dan babi. Babi lebih berharga dibanding hewan ternak lainnya. bahkan hewan ini sering dijadikan simbol mas kawin bagi penduduk setempat. Menabrak seekor babi berarti anda kena hukum adat yang mengharuskan membayar mahal kepada pemiliknya. Apesnya lagi kalau babi yang ditabrak baru melahirkan anak-anaknya, jumlah uang yang harus dibayarkan dihitung dari jumlah puting induk babi dikali jumlah kesepakatan per-puting. Jangan bayangkan jumlah denda yang dibayarkan sedikit. Denda bisa dimulai dari puluhan sampai ratusan juta. Jadi jangan ngebut dijalanan ya, kalau tidak mau pulang liburan banyak hutang gara-gara menabrak seekor babi.

Jangan pesimis atau ngeri membaca tulisan saya diatas, sekali lagi asal kita sopan santun dan toleransi pasti aman-aman saja liburan di tanah Papua. Yang penting kita harus menghormati tradisi, adat dan kebiasaan penduduk setempat.

pangkalan taxi ( angkot )
pangkalan taxi ( angkot )
bukan beratap genteng tapi seng!
bukan beratap genteng tapi seng!

Tanah di Jayapura memilik kontur yang keras, sehingga susah ditanami sayuran atau bahkan buah-buahan. Hasil bumi didatangkan dari pinggir desa yang letaknya jauh dari Jayapura, seperti distrik Sentani atau bahkan ada hasil bumi yang didatangkan dari Wamena. Untuk material bangunan tidak bisa memproduksi batu bata dan genteng, jadi kalau mau pesan genteng atau batu bata harus ambil dulu dari pulau Jawa. Jangan heran sepanjang jalan hanya menemukan segelintir rumah atau bangunan beratap genteng, semuanya beratap seng karena seng lebih murah daripada genteng yang musti diimpor dari pulau Jawa. Ironisnya harga bahan makanan mentah dan barang elektronik menjadi naik hampir dua kali lipat gara-gara ongkos “impor” tadi.

Selain Abepura yang sering menjadi sasaran tembak, masih ada daerah baru yang bernama Entrop. Entrop ini lokasinya tidak jauh dari pantai Hamadi, yang merupakan daerah baru yang banyak dibangun ruko-ruko untuk pendatang. Sayangnya daerah Entrop ini dahulunya adalah daerah rawa-rawa, maka banyak bangunan yang sudah amblas karena termakan usia dan kondisi tanah yang makin turun.

Kota yang baru membangun, itu kata yang tepat bagi kabupaten Jayapura. Masih panjang perjalanannya untuk bisa memaksimalkan hasil lautnya yang melimpah, membuat pantai dan pulau-pulaunya yang indah untuk dikenal Indonesia secara luas.

Minggu pagi
Minggu pagi
Kota Entrop
Kota Entrop
Jayapura
Jayapura
sisi pelabuhan
sisi pelabuhan
pemandangan pelabuhan Jayapura dari kejauhan
pemandangan pelabuhan Jayapura dari kejauhan
Advertisements

One Comment Add yours

  1. Mas Sayur says:

    kapan ke jayapura lagi..? salam kenal…
    http://bakulkangkungjpr1.com/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s